Cerita Yason You, Pemuda Asal Meepago yang Membangun Usaha POM Mini dari Modal Nekat
Seorang pengusaha milenial Orang Asli Papua (OAP) di kawasan Pantai Nabire membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk memulai usaha. Berbekal tekad, keberanian, dan kemauan belajar, ia berhasil merintis usaha POM Mini yang kini mulai berkembang.
Laporan: Theresia _ Nabire
Perjalanan usahanya dimulai dari pengalaman sederhana. Ia pernah bekerja di salah satu usaha fotokopi di wilayah Sirewini, Nabire, selama kurang lebih empat bulan. Di tempat tersebut, ia bertugas di bagian percetakan sekaligus belajar dasar-dasar pelayanan dan pengelolaan usaha.
“Awalnya saya kerja di fotokopi sekitar empat bulan. Dari situ saya belajar banyak hal, terutama di bagian percetakan,” ujar Yason You kepada media ini saat diwawancarai di tempat kerjanya yang beralamat di Pantai Nabire, Selasa, (24/3).
Setelah merasa cukup memperoleh pengalaman, ia memutuskan kembali ke kampung untuk mencari peluang usaha dengan modal yang dimiliki. Ia sempat berencana membuka usaha fotokopi sendiri, namun terkendala tempat usaha yang sebagian besar harus disewa.
Tak menyerah, ia kemudian mencoba usaha lain berupa kios kecil yang dijalankan selama tujuh bulan. Namun, usaha tersebut menghadapi berbagai tantangan sehingga ia kembali mencari peluang baru yang lebih menjanjikan. Melihat tingginya mobilitas kendaraan di sekitar pantai Nabire serta belum adanya penjual bahan bakar di lokasi tersebut, ia pun melihat peluang untuk membuka usaha POM Mini.
“Di sini tempatnya strategis, kendaraan banyak, tapi belum ada yang jual bensin di sekitar sini. Dari situ saya lihat ini peluang,” katanya. Meski tidak memiliki pengalaman dalam mengoperasikan POM Mini, ia tidak patah semangat. Ia belajar secara mandiri melalui berbagai sumber, termasuk menonton video di YouTube dan bertanya langsung kepada pelaku usaha yang lebih berpengalaman.
Cerita Yason You, Pemuda Asal Meepago yang Membangun Usaha POM Mini dari Modal Nekat
Seorang pengusaha milenial Orang Asli Papua (OAP) di kawasan Pantai Nabire membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk memulai usaha. Berbekal tekad, keberanian, dan kemauan belajar, ia berhasil merintis usaha POM Mini yang kini mulai berkembang.
Laporan: Theresia _ Nabire
Perjalanan usahanya dimulai dari pengalaman sederhana. Ia pernah bekerja di salah satu usaha fotokopi di wilayah Sirewini, Nabire, selama kurang lebih empat bulan. Di tempat tersebut, ia bertugas di bagian percetakan sekaligus belajar dasar-dasar pelayanan dan pengelolaan usaha.
“Awalnya saya kerja di fotokopi sekitar empat bulan. Dari situ saya belajar banyak hal, terutama di bagian percetakan,” ujar Yason You kepada media ini saat diwawancarai di tempat kerjanya yang beralamat di Pantai Nabire, Selasa, (24/3).
Setelah merasa cukup memperoleh pengalaman, ia memutuskan kembali ke kampung untuk mencari peluang usaha dengan modal yang dimiliki. Ia sempat berencana membuka usaha fotokopi sendiri, namun terkendala tempat usaha yang sebagian besar harus disewa.
Tak menyerah, ia kemudian mencoba usaha lain berupa kios kecil yang dijalankan selama tujuh bulan. Namun, usaha tersebut menghadapi berbagai tantangan sehingga ia kembali mencari peluang baru yang lebih menjanjikan. Melihat tingginya mobilitas kendaraan di sekitar pantai Nabire serta belum adanya penjual bahan bakar di lokasi tersebut, ia pun melihat peluang untuk membuka usaha POM Mini.
“Di sini tempatnya strategis, kendaraan banyak, tapi belum ada yang jual bensin di sekitar sini. Dari situ saya lihat ini peluang,” katanya. Meski tidak memiliki pengalaman dalam mengoperasikan POM Mini, ia tidak patah semangat. Ia belajar secara mandiri melalui berbagai sumber, termasuk menonton video di YouTube dan bertanya langsung kepada pelaku usaha yang lebih berpengalaman.


















































