WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana menghantam Kabupaten Wonogiri dengan angin kencang berkecepatan tinggi pada Sabtu (24/1/2026), memicu kerusakan masif pada rumah warga, fasilitas umum, jaringan listrik, hingga akses jalan. Cuaca ekstrem ini membuat sejumlah wilayah lumpuh sementara, dengan kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mencatat sedikitnya lima kecamatan terdampak paling parah, yakni Girimarto, Wuryantoro, Jatipurno, Jatisrono, dan Manyaran. Terjangan angin menyebabkan puluhan rumah warga rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari atap terbang hingga struktur bangunan yang nyaris ambruk.
Kerusakan paling fatal terjadi di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono. Gedung Pertemuan Pudaksari dilaporkan roboh total setelah tak mampu menahan tekanan angin kencang. Bangunan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat kini rata dengan tanah, meninggalkan kerugian besar bagi warga dan pemerintah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyebut angin kencang mulai terjadi sejak pagi hari seiring pengaruh Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia. Dampaknya terasa luas, dengan banyaknya pohon tumbang yang menimpa rumah, fasilitas umum, hingga jaringan listrik.
Di Kecamatan Jatipurno, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat akibat atap terangkat dan beterbangan. Sebuah tiang listrik patah setelah tertimpa pohon jati berukuran besar, menyebabkan gangguan distribusi listrik di sekitarnya. Sementara itu, di Kecamatan Manyaran, batang pohon tumbang merusak jaringan listrik utama, memicu pemadaman di beberapa wilayah layanan.
Dampak kerusakan yang tercatat sementara meliputi:
✓ Puluhan rumah warga rusak ringan hingga berat
✓ Gedung Pertemuan Pudaksari roboh total
✓ Pohon tumbang menutup akses jalan utama
✓ Tiang listrik patah dan jaringan listrik rusak
✓ Pemadaman listrik di sejumlah kecamatan
✓ Gangguan aktivitas ekonomi dan sosial warga
Hingga Sabtu malam, total kerugian materiil sementara ditaksir mencapai sekitar Rp157 juta. Angka tersebut mencakup kerusakan rumah, gedung pertemuan, sarana prasarana publik, serta fasilitas pendukung lainnya. Nilai kerugian diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, dampak sosial dan ekonomi mulai dirasakan warga terdampak. Aktivitas harian terganggu, sejumlah keluarga terpaksa membersihkan puing-puing bangunan, dan sebagian wilayah mengalami keterbatasan akses listrik serta mobilitas.
BPBD Wonogiri bersama unsur gabungan dari TNI, Polri, PLN, relawan, dan perangkat desa langsung melakukan langkah tanggap darurat. Prioritas utama difokuskan pada pembersihan pohon tumbang, pembukaan akses jalan, serta pengamanan kabel dan jaringan listrik yang berpotensi membahayakan warga.
Di sisi lain, PLN Wonogiri melakukan perbaikan intensif pada Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang terdampak di wilayah Kota Wonogiri, Baturetno, hingga Giritontro. Proses pemulihan jaringan dilakukan secara bertahap untuk memastikan suplai listrik kembali normal tanpa menimbulkan risiko lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang susulan, terutama mengingat dampak siklon tropis masih berpotensi memengaruhi kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan. Warga juga diminta mewaspadai dahan pohon rapuh, bangunan yang sudah retak, serta memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

2 days ago
10


















































