BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan

3 hours ago 7
Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (3 dari kiri) | bgn.go.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah masifnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah, pemerintah mulai memperkuat sistem pengawasan dengan melibatkan penerima manfaat secara langsung.

Langkah itu diwujudkan melalui peluncuran aplikasi Reviu MBG yang memungkinkan kualitas makanan hingga ketepatan distribusi dinilai secara real time dari lapangan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan aplikasi yang diluncurkan pada 26 Mei 2026 tersebut dirancang sebagai sarana untuk memperoleh umpan balik langsung dari masyarakat penerima manfaat program MBG.

Menurut Dadan, data yang masuk melalui aplikasi akan menjadi bahan evaluasi penting bagi BGN dalam memastikan standar layanan tetap terjaga di seluruh wilayah pelaksanaan program.

“Bisa melihat kualitas layanan, kualitas menu, dan ketepatan pengiriman,” kata Dadan saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Untuk menjalankan sistem tersebut, BGN menunjuk sejumlah person in charge (PIC) dari berbagai kelompok penerima manfaat. Mereka berasal dari unsur guru, kepala posyandu, hingga pengurus pondok pesantren yang menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG.

“PIC dari masing-masing kelompok penerima manfaat diminta untuk mengakses aplikasi dan memberikan penilaian,” ujarnya.

Melalui aplikasi tersebut, BGN juga dapat memetakan satuan pelaksana mana yang memerlukan perhatian khusus. Hasil evaluasi dari lapangan akan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas layanan maupun melakukan pengawasan lebih intensif terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“BGN bisa langsung memantau SPPG mana yang perlu diawasi lebih seksama,” kata dia.

Data sementara yang dihimpun dari aplikasi menunjukkan mayoritas penerima manfaat memberikan penilaian positif terhadap makanan yang diterima. Hingga akhir Mei 2026, tercatat 3.144 laporan telah masuk ke sistem.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.135 laporan atau sekitar 99,71 persen menyebut makanan yang diterima layak untuk dikonsumsi. Sementara hanya sembilan laporan yang menyatakan makanan tidak layak konsumsi.

BGN juga mencatat sebanyak 815 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah mengirimkan laporan melalui aplikasi. Jumlah itu setara sekitar 0,37 persen dari total 220.251 KPM yang telah terdata dalam program.

Di sisi lain, sebanyak 215 SPPG telah mendapatkan penilaian dari pengguna aplikasi atau sekitar 1,02 persen dari total 21.024 SPPG yang saat ini telah dipetakan pemerintah.

Aspek distribusi menjadi salah satu indikator yang turut dinilai. Sebanyak 3.076 laporan atau 97,84 persen menyebut makanan diterima sesuai jadwal bahkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Meski demikian, masih terdapat 68 laporan yang mencatat keterlambatan pengiriman.

Penilaian terhadap kualitas makanan juga menunjukkan hasil yang relatif tinggi. Dari sisi aroma, sebanyak 3.128 laporan atau 99,49 persen menyatakan makanan dalam kondisi layak. Hanya 16 laporan yang menyebut aroma makanan tidak layak.

Sementara untuk tampilan makanan, sebanyak 3.122 laporan atau 99,30 persen memberikan penilaian layak disajikan. Sebaliknya, 22 laporan menilai kondisi makanan kurang layak dari sisi penampilan.

Adapun dari aspek rasa, sebanyak 3.103 laporan atau 98,70 persen menyebut makanan yang diterima memiliki rasa normal. Namun masih terdapat 41 laporan yang mencatat adanya rasa makanan yang dianggap tidak normal.

Melalui sistem evaluasi berbasis aplikasi ini, pemerintah berharap kualitas Program Makan Bergizi Gratis dapat terus dipantau secara berkelanjutan sekaligus memberikan ruang bagi penerima manfaat untuk terlibat langsung dalam pengawasan program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|