Universitas Medan Area (UMA) menegaskan komitmen membangun budaya prestasi mahasiswa melalui kegiatan Brainstorming Penguatan Ekosistem Prestasi Kemahasiswaan. Kegiatan di Hj. Siti Mariani Conference Room, Lantai III Gedung Perpustakaan UMA ini dihadiri Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Dr. Beny Bandanadjaja, M.T.
Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah pengembangan prestasi mahasiswa UMA agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Hadir pada acara ini ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS), rektor, wakil rektor, dekan, dosen, tenaga kependidikan dam pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMA.
Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc menegaskan bahwa prestasi mahasiswa merupakan prioritas utama dalam pengembangan perguruan tinggi. “Prestasi itu sangatlah penting. Prestasi itu harga mati,” tegasnya.
Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc memotivasi sivitas akademika memiliki semangat juang yang tinggi dalam membangun budaya kompetisi yang sehat. Ia menekankan bahwa mahasiswa UMA harus berani tampil, mengikuti berbagai kompetisi serta terus meningkatkan kualitas diri agar mampu membawa nama baik universitas di berbagai ajang.
Rektor mengajak seluruh fakultas untuk membangun sistem pembinaan prestasi yang terstruktur. Mulai dari penjaringan talenta, pendampingan dosen hingga pemberian dukungan bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi akademik maupun non-akademik.
Ketua YPHAS M. Erwin Siregar, S.E, MBA mengatakan bahwa yayasan memberikan dukungan penuh terhadap program pengembangan prestasi mahasiswa UMA. Ia menyampaikan bahwa berbagai program pembinaan dan kompetisi mahasiswa akan terus mendapatkan dukungan pendanaan dari yayasan sebagai bentuk investasi dalam mencetak lulusan yang unggul.
“Program prestasi mahasiswa UMA akan terus kami dukung dari sisi pendanaan. Mahasiswa UMA harus mampu berprestasi di tingkat nasional, bukan lagi hanya di tingkat daerah. Kita harus berani bersaing dengan perguruan tinggi negeri,” ujar ketua yayasan.
M. Erwin Siregar, S.E, MBA menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi akan menjadi salah satu indikator kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan reputasi UMA di tingkat nasional.
Sebagai narasumber utama, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Ditjen Dikti) Kementerian Diktisaintek Dr. Beny Bandanadjaja, M.T menyampaikan materi bertajuk: Kemahasiswaan Berdampak: Membangun Mahasiswa Unggul, Berkarakter dan Berdaya Saing.
Materi tersebut menekankan bahwa pengembangan kemahasiswaan bukan sekadar aktivitas pendukung, melainkan menjadi pilar utama dalam transformasi pendidikan tinggi menuju kampus berdampak.
Direktur menjelaskan bahwa mahasiswa merupakan aktor strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Untuk itu, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, daya saing global dan peduli terhadap masyarakat.
Dr. Beny Bandanadjaja, M.T menambahkan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, transformasi digital, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam paradigma kampus berdampak maka mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Direktur juga menjelaskan pentingnya penguatan kompetensi abad ke-21 sebagai bekal menghadapi tantangan global. Kompetensi meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, literasi komunikasi, literasi digital, pemahaman lintas budaya hingga pembelajaran karier dan kemandirian.
Dalam paparannya, Dr. Beny Bandanadjaja, M.T juga memperkenalkan Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SimkatmawaI) sebagai instrumen nasional untuk mendorong perguruan tinggi meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa serta mengukur kinerja perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Selain itu, direktorat pembelajaran dan kemahasiswaan terus menjalankan berbagai program unggulan seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Pimnas, KMI Expo serta berbagai kompetisi nasional lainnya sebagai wadah mahasiswa mengembangkan inovasi dan prestasi.
Direktur diakhir paparan berharap perguruan tinggi mampu menjadi ekosistem pengembangan talenta mahasiswa sehingga lahir generasi yang berkarakter, berintegritas, inovatif dan memberikan dampak nyata bagi bangsa melalui kebijakan kemahasiswaan yang adaptif dan berkelanjutan. (dmp)

8 hours ago
10

















































