Bukan Boyolali Saja! Wonogiri Berpotensi Jadi Pusat Sapi Perah dan Daging Berkualitas

19 hours ago 8
SapiKunjungan DPRD Wonogiri ke peternakan sapi Bulukerto. Dok. DPRD Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabupaten Wonogiri mulai menunjukkan taringnya sebagai salah satu daerah yang berpotensi menjadi pusat pengembangan peternakan sapi di Jawa Tengah. Tidak hanya memiliki populasi sapi yang terus berkembang, wilayah ini juga dinilai memiliki ekosistem peternakan yang mampu menghasilkan daging dan susu berkualitas sekaligus mendukung target ketahanan pangan nasional.

Optimisme tersebut menguat setelah Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan pemantauan langsung ke sentra peternakan sapi di Kecamatan Bulukerto, Senin (3/8/2026). Hasil peninjauan menunjukkan bahwa potensi peternakan di kawasan tersebut jauh lebih besar dibanding yang selama ini diketahui masyarakat.

Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah, dr. Sholeha Kurniawati, menilai Bulukerto memiliki modal yang kuat untuk berkembang menjadi salah satu sentra budidaya sapi unggulan di Jawa Tengah.

Menurutnya, kualitas kandang, pola pemeliharaan ternak, hingga keberagaman jenis sapi yang dipelihara menjadi nilai lebih yang dimiliki Wonogiri.

“Di sini, pasokan distribusi sapi cukup besar dan potensial untuk pembudidayaan sapi. Variannya banyak, mulai dari sapi lokal, Brahman hingga sapi Limosin,” katanya.

Ia menambahkan, potensi tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi peternak, tetapi juga dapat memperkuat ketersediaan pangan berbasis protein hewani bagi masyarakat.

“Dari sini, masyarakat bisa mengakses kebutuhan daging atau susu. Ini merupakan usaha yang dibutuhkan masyarakat. Dengan swasembada daging dan susu, sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” tandasnya.

Di balik berkembangnya peternakan sapi perah di Bulukerto, tersimpan kisah yang berawal dari kepedulian terhadap kesejahteraan hewan ternak.

Ketua Komunitas Mulia Sentosa Sapi Perah Bulukerto, Santoso, mengisahkan dirinya mulai merintis usaha tersebut pada tahun 2018. Saat itu, ia yang berprofesi sebagai petugas kesehatan hewan kerap menyaksikan anak sapi atau pedet tidak dapat bertahan hidup karena kekurangan susu dari induknya.

Pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya membangun peternakan sapi perah sebagai solusi sekaligus peluang usaha yang kini berkembang pesat.

Perjalanan panjang tersebut membuahkan hasil. Saat ini komunitas yang dipimpinnya telah memiliki 55 ekor sapi, dengan 25 ekor di antaranya berada dalam masa produksi susu.

Produktivitasnya pun cukup tinggi. Setiap ekor sapi rata-rata menghasilkan sekitar 15 liter susu segar setiap hari, sehingga total produksi mencapai 450 hingga 500 liter per hari.

Dengan harga jual sekitar Rp11.000 per liter, omzet penjualan susu mampu menembus kisaran Rp95 juta hingga Rp100 juta setiap bulan.

“Kalau ditotal, omzet penjualan susu berkisar Rp95 juta sampai Rp100 juta per bulan,” ujar Santoso.

Meski demikian, ia menjelaskan keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Biaya operasional untuk satu ekor sapi berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per hari, sedangkan pendapatan kotor yang dihasilkan satu ekor sapi dapat mencapai sekitar Rp165.000 setiap hari.

Santoso melihat prospek usaha sapi perah di Wonogiri masih sangat terbuka. Permintaan susu terus berdatangan, baik untuk konsumsi masyarakat, kebutuhan penyelamatan pedet, maupun industri pengolahan susu.

Nilai ekonomi peternakan juga semakin meningkat karena susu segar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi telah dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.

🟢 Produk yang dihasilkan antara lain:

Susu segar siap minum.
✓ Es krim berbahan susu segar.
✓ Berbagai produk olahan susu bernilai tambah lainnya.

Diversifikasi produk tersebut membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan pendapatan peternak di wilayah Bulukerto.

Santoso pun memiliki harapan besar agar daerahnya mampu berkembang menjadi ikon peternakan sapi perah baru di Jawa Tengah.

“Semoga Bulukerto bisa memiliki ikon sapi perah seperti Boyolali karena potensinya sangat besar. Berapa pun produksi susu yang dihasilkan saat ini selalu terserap pasar,” ungkapnya.

Harapan itu mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pengembangan peternakan melalui berbagai program, salah satunya Inseminasi Buatan (IB) khusus sapi perah untuk meningkatkan populasi dan kualitas ternak.

Selain itu, Dinas Pertanian juga memfasilitasi pembentukan kelompok tani resmi agar para peternak lebih mudah memperoleh akses bantuan pemerintah, pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan usaha.

Dukungan juga datang dari Ketua Komisi II DPRD Wonogiri, Supriyanto, yang menilai Bulukerto layak dikembangkan sebagai salah satu sentra peternakan unggulan daerah.

Ia mendorong sinergi yang lebih erat antara seluruh organisasi perangkat daerah agar potensi besar yang dimiliki Bulukerto dapat berkembang lebih cepat dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.

Dengan potensi sumber daya peternakan yang terus berkembang, produksi susu yang terus meningkat, serta dukungan pemerintah dan DPRD, Bulukerto dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat budidaya sapi perah dan sapi potong di Jawa Tengah. Apabila pengembangan dilakukan secara berkelanjutan, Wonogiri bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan daging dan susu daerah sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu pemasok penting bagi wilayah lain di Indonesia. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|