WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keluhan warga terkait minyak goreng bantuan pangan yang diduga mengeluarkan aroma menyerupai minyak tanah langsung memicu respons cepat dari Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta. Temuan yang sempat membuat penerima bantuan di Kecamatan Baturetno dan sejumlah wilayah lainnya merasa khawatir itu kini ditangani secara serius dengan langkah penarikan dan penggantian produk secara menyeluruh.
Peristiwa ini bermula ketika sejumlah warga penerima bantuan pangan melaporkan kondisi minyak goreng yang diterima memiliki aroma tidak lazim, ada yang menyebut mirip bau minyak tanah hingga solar.
Laporan tersebut segera diteruskan kepada pihak terkait hingga akhirnya mendapat perhatian langsung dari BULOG dan produsen.
Tak menunggu lama, BULOG Surakarta langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh dan menelusuri sumber permasalahan. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah, aparat desa, serta pihak produsen guna memastikan masyarakat tidak dirugikan dan kualitas bantuan pangan tetap terjaga.
Sebagai tindak lanjut, BULOG bersama produsen memutuskan menarik seluruh komoditas minyak goreng yang telah disalurkan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang terindikasi mengalami permasalahan kualitas. Seluruh produk tersebut kemudian diganti dengan minyak goreng baru yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
Pemimpin Cabang BULOG Surakarta, Nanang Harianto, menegaskan bahwa penanganan dilakukan pada hari yang sama setelah laporan diterima.
“Begitu menerima aduan dari Penerima Bantuan Pangan, kami langsung menurunkan tim ke lokasi hari itu juga untuk melakukan pengecekan secara langsung. Kami pastikan seluruh minyak goreng yang sudah tersalur di desa tersebut langsung ditarik dan kami ganti dengan minyak goreng yang bermutu prima saat itu juga,” tegas Nanang Harianto, Jumat (19/6/2026).
Pihak BULOG juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif melaporkan temuan di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Di tengah proses penanganan tersebut, distribusi bantuan pangan di wilayah Solo Raya tetap berjalan normal. Hingga saat ini BULOG Surakarta mencatat penyaluran bantuan pangan telah mencapai 96,79 persen di wilayah Solo Raya. Sementara khusus Kabupaten Wonogiri, realisasi distribusi telah mencapai 93,83 persen dan ditargetkan tuntas 100 persen sebelum akhir Juni 2026.
Pengecekan lanjutan juga dilakukan pada Kamis (18/6/2026) pukul 15.00 WIB hingga 16.30 WIB di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur mulai dari perwakilan BULOG, pihak produsen PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, TNI, Polri, hingga perwakilan masyarakat penerima bantuan.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, keluhan bermula ketika pada Rabu (17/6/2026) sejumlah warga menyampaikan kepada Lurah Gesing, Jamari, bahwa minyak goreng bantuan yang diterima mengeluarkan aroma menyerupai minyak tanah. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada BULOG Wonogiri untuk segera dilakukan verifikasi dan penanganan.
Dalam pertemuan bersama masyarakat, pihak produsen PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Produsen juga menyatakan kesiapan penuh untuk mengganti seluruh minyak goreng yang terindikasi mengalami permasalahan kualitas sehingga masyarakat tetap mendapatkan haknya sesuai ketentuan.
Sementara itu, Polres Wonogiri turut melakukan pengawasan terhadap proses penanganan agar berjalan lancar dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena proses penarikan dan penggantian telah dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Pemerintah bersama Bulog dan pihak produsen telah bertanggung jawab untuk melakukan penarikan serta penggantian minyak goreng yang bermasalah. Polres Wonogiri juga akan terus mengawal proses penyelesaiannya agar hak masyarakat penerima bantuan tetap terpenuhi,” ujar AKP Anom Prabowo.
Dengan penarikan dan penggantian yang dilakukan secara cepat, masyarakat penerima bantuan diharapkan tetap memperoleh komoditas pangan yang aman, layak konsumsi, dan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

9 hours ago
11














































