Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

9 hours ago 12

Cerita Tiga Siswa SNK Pariwisata Papua Merancang Aplikasi Presensi Digital

Bermula dari rasa gabut di sela-sela kesibukan belajar, siapa sangka justru tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua ini bisa, muncul gagasan sederhana yang perlahan tumbuh menjadi karya yang kini memberi manfaat bagi sekolah. Bahkan bisa direplikasi dan diterapkan di sekolah-sekolah maupun instansi perkantoran lainnya.

Laporan : Elfira_Jayapura

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel P. Siahaan, berhasil mengembangkan sistem Presensi Digital Tim Ngoding S-One Smart (TNS). Sistem tersebut dibuat untuk membantu mengubah pola absensi siswa yang sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan kertas.

  Ketiganya merupakan siswa kelas XII Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG). Di tengah kesibukan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), mereka tetap menyisihkan waktu untuk menekuni proyek yang pada awalnya bahkan tidak dirancang sebagai proyek sekolah.

  Bagi mereka, semua berawal dari rasa ingin mencoba. “Awalnya saya gabut,” kata Jeskhiel P. Siahaan, ketua tim, saat ditemui Cenderawasih Pos, di SNK Pariwisata Papua, bersama dua rekannya, Rabu (12/8).

  Kalimat sederhana itu ternyata menjadi awal dari sebuah proses panjang. Jeskhiel yang memang memiliki ketertarikan pada pembuatan aplikasi mulai mengasah kemampuannya. Ia belajar secara otodidak melalui internet, mencoba berbagai hal, hingga melihat adanya peluang untuk membuat sebuah aplikasi yang tidak hanya menjadi latihan, tetapi juga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

  Dari sana, ia kemudian mengajak dua rekannya, Juan Omar dan Dhafin Khairan Abuhari.

“Saya ajak dua rekan saya, Juan Omar dan Dhafin Khairan Abuhari, bagaimana kalau kita buat proyek yang bisa menghasilkan dari aplikasi ini. Terus dua teman saya ini mengiyakan ide saya itu,” tuturnya.

Cerita Tiga Siswa SNK Pariwisata Papua Merancang Aplikasi Presensi Digital

Bermula dari rasa gabut di sela-sela kesibukan belajar, siapa sangka justru tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua ini bisa, muncul gagasan sederhana yang perlahan tumbuh menjadi karya yang kini memberi manfaat bagi sekolah. Bahkan bisa direplikasi dan diterapkan di sekolah-sekolah maupun instansi perkantoran lainnya.

Laporan : Elfira_Jayapura

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel P. Siahaan, berhasil mengembangkan sistem Presensi Digital Tim Ngoding S-One Smart (TNS). Sistem tersebut dibuat untuk membantu mengubah pola absensi siswa yang sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan kertas.

  Ketiganya merupakan siswa kelas XII Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG). Di tengah kesibukan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), mereka tetap menyisihkan waktu untuk menekuni proyek yang pada awalnya bahkan tidak dirancang sebagai proyek sekolah.

  Bagi mereka, semua berawal dari rasa ingin mencoba. “Awalnya saya gabut,” kata Jeskhiel P. Siahaan, ketua tim, saat ditemui Cenderawasih Pos, di SNK Pariwisata Papua, bersama dua rekannya, Rabu (12/8).

  Kalimat sederhana itu ternyata menjadi awal dari sebuah proses panjang. Jeskhiel yang memang memiliki ketertarikan pada pembuatan aplikasi mulai mengasah kemampuannya. Ia belajar secara otodidak melalui internet, mencoba berbagai hal, hingga melihat adanya peluang untuk membuat sebuah aplikasi yang tidak hanya menjadi latihan, tetapi juga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

  Dari sana, ia kemudian mengajak dua rekannya, Juan Omar dan Dhafin Khairan Abuhari.

“Saya ajak dua rekan saya, Juan Omar dan Dhafin Khairan Abuhari, bagaimana kalau kita buat proyek yang bisa menghasilkan dari aplikasi ini. Terus dua teman saya ini mengiyakan ide saya itu,” tuturnya.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|