Dies Natalis ke-46 Unisri, Ketua MK Suhartoyo Ajak Kampus Jadi Benteng Konstitusi

3 hours ago 6
Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Dr. Suhartoyo, S.H., M.H. (kiri), menerima penghargaan Bhakti Justisia Unisri dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta dalam Rapat Terbuka Senat Dies Natalis ke-46, Kamis (26/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Suhartoyo mengajak perguruan tinggi menjadi benteng penjaga konstitusi, integritas, dan keadilan dalam kehidupan demokrasi. | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI periode 2023–2028, Dr. Suhartoyo, S.H., M.H., mengajak perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga konstitusi dan merawat keadilan di Indonesia. Menurutnya, tugas menjaga konstitusi bukan semata menjadi tanggung jawab hakim konstitusi, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Pesan itu disampaikan Suhartoyo saat memberikan orasi ilmiah dalam Rapat Terbuka Senat Dies Natalis ke-46 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta di Auditorium Unisri, Kamis (26/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjaga Konstitusi, Merawat Keadilan: Kolaborasi Mahkamah Konstitusi dan Perguruan Tinggi dalam Negara Hukum Demokratis.”

Dalam kesempatan itu, Suhartoyo juga menerima penghargaan Bhakti Justisia Unisri atas dedikasinya dalam menegakkan konstitusi.

“Mahkamah Konstitusi tidak hidup dari pujian, melainkan dari integritas, argumentasi, dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memperkuat kehidupan demokrasi. Kampus, menurutnya, tidak cukup hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan daya saing global, tetapi juga harus menjadi ruang yang menumbuhkan kesadaran konstitusional.

“Perguruan tinggi harus menjadi ruang tumbuhnya akal sehat publik, tempat kebebasan akademik dipelihara, sekaligus benteng dari kesewenang-wenangan. Menjaga konstitusi bukan hanya tugas hakim konstitusi. Menjaga konstitusi adalah tugas kebangsaan,” ujarnya.

Suhartoyo juga mendorong keterlibatan aktif kalangan akademisi dalam proses peradilan konstitusi. Menurutnya, kehadiran dosen, peneliti, maupun mahasiswa sebagai ahli, pemohon, ataupun pengkaji putusan Mahkamah Konstitusi akan memperkaya argumentasi hukum sekaligus menjaga kualitas demokrasi.

“Kampus membantu memastikan agar perdebatan konstitusional tidak jatuh menjadi sekadar pertentangan politik,” katanya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Sementara itu, Rektor Unisri, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 46 tahun Unisri yang terus menunjukkan perkembangan di berbagai bidang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga mitra strategis yang selama ini mendukung kemajuan kampus.

“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah memberikan dukungan dan support dalam acara Dies Natalis Unisri ke-46 ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Unisri juga memberikan penghargaan kepada para pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi dari berbagai periode serta para rektor terdahulu yang dinilai telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan universitas.

“Berkat beliau-beliau inilah yang meletakkan fondasi awal sehingga Unisri sampai saat ini bisa terus berkembang,” kata Sutoyo.

Ia mengungkapkan, saat ini Unisri memiliki enam fakultas dengan 21 program studi, terdiri atas 17 program sarjana, tiga program magister, dan satu program profesi. Empat program studi telah meraih akreditasi unggul, yakni PPKn, Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, dan Magister Administrasi Publik.

Jumlah mahasiswa baru juga mengalami peningkatan signifikan. Dari 1.871 mahasiswa pada tahun akademik 2023/2024, meningkat menjadi 3.525 mahasiswa pada 2024/2025. Sementara pada tahun akademik 2025/2026 tercatat sebanyak 2.723 mahasiswa baru.

Selain itu, Unisri mencatat 150 penelitian internal sepanjang tahun akademik 2025/2026, disertai berbagai penelitian kolaboratif tingkat nasional maupun internasional, puluhan publikasi ilmiah bereputasi, serta ratusan kerja sama dengan perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan mitra luar negeri.

“Kerja sama dan prestasi mahasiswa yang terus meningkat menjadi modal penting bagi Unisri untuk terus berkembang dan berdaya saing di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo, mengatakan yayasan sejak 2022 terus melakukan pembenahan tata kelola melalui penerapan sistem remunerasi, penguatan perencanaan, pengawasan yang lebih terstruktur, hingga penataan anggaran guna meningkatkan kualitas institusi.

Senada, Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd, menilai Dies Natalis ke-46 menjadi momentum penting bagi Unisri untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun strategi menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan.

“Dies Natalis ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, tetapi saat yang tepat untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui sekaligus meneguhkan langkah-langkah menghadapi masa depan,” pungkasnya. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|