Dies Natalis ke-74, USU Catat Lompatan Prestasi dan Reputasi Global

7 hours ago 9

MEDAN, sumutpos.co– Universitas Sumatera Utara (USU) tancap gas memperkuat posisinya di panggung perguruan tinggi dunia. Memasuki usia ke-74, kampus hijau di bawah nakhoda Rektor Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si. ini resmi mencanangkan transformasi besar bertajuk The Era of Ultimate Excellence untuk periode 2026–2031. Targetnya tidak main-main: riset akademis harus bertaji menjadi motor pertumbuhan ekonomi konkret di masyarakat.

Sinyal akselerasi global itu tepergok dari melesatnya peringkat institusi per Agustus 2026. USU kini bertengger di peringkat 268 QS World University Rankings: Asia. Tak hanya itu, universitas kebanggaan warga Sumatera Utara ini juga sukses menembus kelompok 401–600 besar dunia dalam THE Impact Rankings 2026.

Capaian moncer tersebut dibeberkan langsung oleh Rektor dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-74 USU di Auditorium USU, Kamis (20/8). Agenda sakral yang mengusung tema “Listening to Science for Global Impact” itu dihadiri sejumlah tokoh penting nasional. Di antaranya Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang membawakan orasi ilmiah.

Prof. Muryanto Amin menegaskan, seluruh lompatan indikator tersebut merupakan buah dari pembacaan data yang presisi. Namun, dia mengingatkan agar capaian internasional tidak membuat insan akademis menara gading.

“Global impact tidak berarti meninggalkan persoalan di sekitar kita. Justru dimulai dari kemampuan menyelesaikan masalah di masyarakat dan mengubah pengetahuan menjadi manfaat langsung,” tegas Muryanto di depan forum senat.

Di sektor performa riset, keran inovasi USU terbukti mengucur deras. Sepanjang kurun waktu 2022–2025, total ada 3.236 penelitian yang digulirkan dengan sokongan dana jumbo mencapai Rp 223,1 miliar. Dana tersebut bersumber dari skema DPRM, DRTPM, BRIN, hingga program internal Equity USU. Kerja sama internasional pun digenjot lewat 267 riset kolaboratif senilai Rp 26,6 miliar (2021–2026). Total publikasi internasional yang sukses terindeks di pangkalan data Scopus pun kini tembus 14.710 publikasi.

Menariknya, hasil riset tersebut tidak sekadar berujung sebagai pajangan di perpustakaan atau laporan laboratorium. Beberapa inovasi andalan bahkan sudah siap diproduksi massal demi hajat hidup orang banyak. Sebut saja tiga calon varietas kedelai unggulan—Athelia USU, Soya USU, dan G1 USU—yang mengantongi Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Selain itu, tim peneliti USU juga sukses mengembangkan teknologi pengolahan sampah modern, inovasi material baru, hingga uji coba bahan bakar berbasis B-50 untuk mengawal ketahanan energi nasional.

Geliat prestasi juga ditunjukkan oleh barisan mahasiswa. Tercatat, sebanyak 792 prestasi mahasiswa USU masuk dalam radar pemeringkatan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Rinciannya, 102 prestasi tingkat provinsi, 427 prestasi nasional, dan 263 prestasi internasional. Hebatnya lagi, 347 di antaranya merupakan sabetan podium Juara I.

Lompatan kualitas SDM internal juga tak kalah mentereng. Hingga pertengahan Agustus ini, jumlah dosen berkualifikasi doktor (S-3) di USU melesat hingga 701 orang. Sementara itu, jajaran guru besar (profesor) juga meroket tajam menjadi 233 orang, naik signifikan dibanding posisi tahun 2024 yang baru menyentuh angka 173 orang. Untuk aspek penjaminan mutu kurikulum, dari 182 program studi di PDDikti, sebanyak 50,55 persen sudah berstatus Unggul dan A, dengan 29 prodi di antaranya mengantongi akreditasi internasional.

Ke depan, ekspektasi besar diletakkan di pundak manajemen kampus. Terlebih, posisi geografis kampus dinilai sangat strategis lantaran berada tepat di jantung kawasan business district Kota Medan. Muryanto memproyeksikan area kampus menjelma sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru terintegrasi.

Rancang bangun mega proyek pun sudah dipetakan secara terukur. Dimulai dari peluncuran UMKM Square yang ditargetkan kick-off pada Desember 2026. Berlanjut dengan fungsionalisasi fasilitas Sport Science pada pertengahan 2027. Sebagai gong penutup fase awal, pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Internasional serta pengadaan hostel modern dibidik rampung pada tahun 2028.

Apresiasi tinggi datang dari Ketua MWA USU Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto. Eks Wakapolri tersebut berharap momentum usia ke-74 bisa menjadi bahan bakar bagi civitas akademika untuk terus melangkah maju. “Semoga menjadi penguat semangat untuk melangkah dengan integritas yang kuat, lebih inovatif, dan membawa dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|