Pembukaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Kota Solo di Hotel Mercure Solo, Minggu (24/5/2026) | AndoSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – PDI Perjuangan Kota Solo mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029 mendatang. Di tengah pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu yang masih bergulir di DPR RI, partai berlambang banteng moncong putih itu memilih memperkuat barisan internal hingga level paling bawah.
Langkah itu terlihat dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDIP Kota Solo yang digelar di Hotel Mercure Solo, Minggu (24/5/2026). Agenda tersebut diikuti pengurus lima kecamatan dan dibuka langsung Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit.
Ketua DPC PDIP Kota Solo, Aria Bima, menegaskan Musancab bukan sekadar forum memilih kepengurusan PAC. Menurutnya, forum itu menjadi ruang penting untuk menyatukan arah gerak organisasi sekaligus memperkuat garis ideologi partai hingga tingkat ranting dan anak ranting.
“Dari forum inilah nilai-nilai itu harus diteruskan cara untuk tanpa berkurang sedikitpun sampai ke pengurus ranting dan anak ranting. Karena itu sekali lagi kami ingin memastikan bahwa DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta tetap dalam keadaan solid,” ujar Aria Bima saat memberi sambutan pembukaan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menilai soliditas partai tidak cukup diukur dari intensitas pertemuan antar kader. Menurutnya, kekompakan justru harus tampak dalam kerja nyata yang menyentuh masyarakat.
“Soliditas tidak diukur dari banyaknya pertemuan melainkan juga harus diukur dari dari kesatuan langkah dalam kerja-kerja kerakyatan yang konkret atas arahan DPD,” katanya.
Ia menambahkan, kekuatan organisasi PDIP Solo saat ini telah terbentuk cukup lengkap, mulai tingkat DPC hingga kader di level RT dan RW. Struktur tersebut mencakup 21 pengurus DPC, 55 pengurus anak cabang, 486 pengurus ranting, 1.250 pengurus anak ranting, serta 1.773 kader tingkat RT dan RW.
Menurut Aria Bima, struktur itu harus mampu menerjemahkan garis perjuangan partai menjadi program yang benar-benar dirasakan masyarakat kecil.
“Aahan tersebut tidak berhenti sebagai satu dokumen di atas meja, 14 bidang di DPC PDIP perjuangan telah menterjemahkan program kerja konkret arahan dari DPD PDI Perjuangan, 45 program kerja yang bersentuhan langsung dalam kehidupan masyarakat dan wong cilik,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit, mengatakan Musancab merupakan bagian dari konsolidasi berjenjang yang dilakukan partai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Seluruh Jawa Tengah pada hari ini kita akan menyelesaikan di 33 cabang. Tinggal nanti hari Senin dan Selasa masih tersisa dua cabang yang akan kita Musancab. Kalau untuk seluruh Indonesia sudah 300 Musancab yang terlaksana,” ujar Dolfie.
Ia menyebut pembahasan dalam Musancab tidak hanya soal susunan kepengurusan, tetapi juga arah program partai yang dinilai harus semakin dekat dengan kebutuhan rakyat.
“Jadi dari Musancab ini nanti akan ditindaklanjuti ke ranting dan anak ranting. Nah, setelah ini selesai kita akan menyusun program-program yang berbasis rakyat tadi,” katanya.
Dolfie juga mengaitkan konsolidasi partai dengan persiapan menghadapi Pemilu 2029. Salah satu perhatian utama PDIP saat ini adalah pembahasan RUU Pemilu yang masih berlangsung di parlemen.
“Karena undang-undang ini sedang disusun tentu kita yang utama adalah fokus pada internal, bangun persiapan partai secara internal. Nanti kita lihat Undang-Undang Pemilu seperti apa. Kita mengantisipasi hal-hal yang perlu kita lakukan untuk menghadapi Undang-Undang Pemilu yang baru,” ujarnya.
Menurutnya, setelah regulasi Pemilu baru disahkan, partai akan lebih mudah memetakan strategi dan langkah antisipasi untuk menjaga target kemenangan pada Pemilu 2029 mendatang. [Ando]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

11 hours ago
8

















































