GKR Timoer Laporkan Dugaan Pencurian dan Penggelapan Tiga Set Gamelan Keraton Surakarta

6 hours ago 4
GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani melaporkan dugaan pencurian, penggelapan, dan penguasaan tanpa hak terhadap tiga set gamelan milik Keraton Kasunanan Surakarta ke Polresta Solo. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani melaporkan dugaan pencurian, penggelapan, dan penguasaan tanpa hak terhadap tiga set gamelan milik Keraton Kasunanan Surakarta ke Polresta Solo.

Laporan tersebut berkaitan dengan tiga set gamelan, yakni Kiai Guntur Madu, Kiai Guntur Sari, dan Monggang Ageng.

Menurut Gusti Timoer, pemindahan gamelan dari Pendhapa Parangkarsa ke Sasana Handrawina dilakukan tanpa izin dari Sinuwun Pakubuwono XIV.

Pengageng Sasana Wilapa Kraton Kasunanan Surakarta PB XIV Purbaya, Gusti Timoer, mengatakan penguasaan atas gamelan tersebut membuat pihaknya tidak dapat melaksanakan upacara adat mungelke gamelan Sekaten.

“Ini menindaklanjuti somasi yang kemarin saya layangkan, batas waktunya kan hari ini jam 10.00 WIB. Karena tidak ada klarifikasi, ya saya melaporkan sesuai dengan somasi sesuai dengan yang saya layangkan,” katanya.

“Laporan intinya adalah pencurian, penggelapan dan penguasaan tanpa hak atas tiga set gamelan,” sambung Gusti Timoer usai memberikan keterangan kepada penyidik.

Dalam pemeriksaan, Gusti Timoer mengaku dimintai keterangan selama sekitar 1,5 jam. Penyidik, kata dia, menanyakan sejumlah hal, mulai dari kapasitasnya sebagai pengageng, kepemilikan gamelan, waktu kejadian, hingga ada atau tidaknya izin terkait pemindahan gamelan.

“Ya, terkait saya sebagai pengageng itu apa, kemudian siapa pemilik gamelan, peristiwanya terjadi kapan, ada izin atau tidak dengan pemindahan itu,” ujarnya.

Pihaknya juga menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik, di antaranya rekaman CCTV, video, dan foto yang berkaitan dengan pemindahan gamelan.

Gusti Timoer mengatakan pihaknya kini menyerahkan proses selanjutnya kepada kepolisian.

“Ya, kita tunggu proses hukumnya seperti apa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Dewan Adat, Gusti Moeng, menanggapi santai laporan tersebut. Ia menegaskan pemindahan gamelan dilakukan karena kondisi gedung yang dinilai sudah rusak dan akan direvitalisasi.

“Biar aja, malah beneran. Dari awal saya sudah ngomong. Kalau itu kita pindahkan tempatnya karena ada revitalisasi. Memang betul-betul gedungnya itu sudah jebol,” kata Gusti Moeng saat ditemui di Kompleks Siti Hinggil.

Gusti Moeng juga membantah anggapan bahwa gamelan tersebut hilang. Ia menyebut pihak keraton justru pernah mengalami kehilangan sejumlah perlengkapan gamelan saat pelaksanaan Grebeg.

“Jangan ngomong hilang. Bahkan kita malah kehilangan waktu Grebeg yang lalu itu Idul Adha. Itu jadi ada tiga kecer yang hilang sama satu keranjang yang untuk mukul gamelan,” ujarnya.

Terkait surat somasi yang dilayangkan GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, Gusti Moeng membenarkan telah menerimanya.

“Ya diterima, ya biar aja, selehke wae ngopo,” tandasnya. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|