WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Hampir tiga tahun setelah dilalap api, Pasar Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, akhirnya memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Wonogiri mulai membangun kembali pasar yang terbakar hebat pada September 2023 tersebut dengan anggaran sekitar Rp17 miliar.
Dimulainya proyek ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Ketua DPRD Wonogiri Sriyono, Senin (24/8/2026).
Pembangunan kembali Pasar Slogohimo menjadi perhatian karena pasar tersebut bukan sekadar pusat transaksi, tetapi juga menjadi tempat bergantungnya ratusan pedagang dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Slogohimo dan sekitarnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan total anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp17 miliar. Sumber pendanaan berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp10 miliar dan APBD Kabupaten Wonogiri sekitar Rp7,017 miliar.
“Namun nilai kontrak dengan pihak ketiga sebesar Rp14,4 miliar lebih,” kata Wahyu.
Dalam proyek tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan 597 unit los dan 92 unit kios. Dengan demikian, terdapat 689 unit tempat usaha yang disiapkan untuk mendukung aktivitas perdagangan di pasar baru tersebut.
Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 148 hari, tepatnya pada akhir Desember 2026. Jika pengerjaan berjalan sesuai jadwal, para pedagang diharapkan mulai kembali menempati pasar sekitar Januari 2027.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan pembangunan kembali Pasar Slogohimo merupakan bagian dari upaya mengembalikan aktivitas ekonomi masyarakat setelah pasar tersebut mengalami kebakaran besar.
“Jangan sembrono karena proyek ini dipantau banyak pihak, baik masyarakat, anggota dewan maupun jajaran Kejaksaan Wonogiri,” tegas Setyo.
Ia meminta kontraktor asal Semarang yang mengerjakan proyek tersebut menjalankan pekerjaan secara baik, jujur dan profesional. Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga tidak ingin kualitas bangunan dikorbankan demi mengejar waktu penyelesaian.
Setyo bahkan menegaskan Pemkab Wonogiri tidak akan menerima pekerjaan apabila ditemukan komponen bangunan yang tidak sesuai spesifikasi.
Jika nantinya terdapat bagian bangunan yang tidak memenuhi ketentuan, pemerintah siap mengambil tindakan tegas dengan meminta bagian tersebut dibongkar dan diperbaiki.
Mengingat Lagi Kebakaran Besar 2023
Pembangunan kembali ini memiliki sejarah panjang. Pada 28 September 2023, Pasar Slogohimo terbakar hebat. Api mulai diketahui sekitar pukul 16.00 WIB dan dengan cepat merambat ke bagian lain pasar. Saat itu angin turut membuat kobaran api semakin cepat menyebar.
Kondisi pasar ketika itu membuat pedagang berupaya menyelamatkan barang dagangan mereka. Salah satu pedagang bahkan mengaku kiosnya ludes terbakar, termasuk bagian atap dan kusennya.
Besarnya kebakaran membuat proses pemadaman berlangsung berjam-jam. Sejumlah armada pemadam kebakaran dari Wonogiri dan daerah sekitar dikerahkan untuk mengendalikan api. Laporan media saat itu menyebut api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB setelah berkobar sekitar 5,5 jam.
Dampaknya juga sangat besar. Data yang disampaikan Pemkab Wonogiri sehari setelah kejadian menyebut dari 212 kios, sekitar 120 kios terdampak. Sementara dari 695 los, sekitar 400 los terdampak kebakaran.
Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah kemudian mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran. Polisi menyatakan tidak menemukan unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.
Setelah pasar terbakar, aktivitas perdagangan tidak langsung kembali ke lokasi semula. Pemkab Wonogiri kemudian menyiapkan pasar darurat di sekitar kawasan Pasar Slogohimo agar para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas jual beli.
Kini, hampir tiga tahun berselang, kawasan yang pernah dipenuhi kepulan asap dan kobaran api itu mulai memasuki fase pembangunan kembali.
Pemprov Jawa Tengah sebelumnya juga menyampaikan bahwa pembangunan Pasar Slogohimo memang telah dipersiapkan pada 2026 dengan anggaran Rp17 miliar. Sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat telah dilakukan pada Februari 2026 sebagai bagian dari tahapan sebelum pembangunan.
Target akhirnya bukan sekadar berdirinya bangunan baru. Pemerintah ingin pasar kembali menjadi pusat perdagangan yang mampu menghidupkan roda ekonomi masyarakat Slogohimo.
Dengan 597 los dan 92 kios, proyek ini akan menentukan wajah baru Pasar Slogohimo sekaligus menjadi titik penting bagi ratusan pedagang yang selama ini menunggu kesempatan untuk kembali berdagang di pasar permanen.
Jika pembangunan selesai tepat waktu pada akhir Desember 2026, awal 2027 akan menjadi momentum penting: para pedagang yang kehilangan tempat usaha akibat kebakaran 2023 ditargetkan kembali menempati pasar yang dibangun dengan anggaran belasan miliar rupiah tersebut. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

4 hours ago
2


















































