JAYAPURA – Harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Kota Jayapura, perlahan turun setelah Lebaran 2026. Penurunan harga paling terasa pada komoditas cabai yang sempat melonjak hingga Rp 180 ribu per kilogram selama lebaran. Penurunan harga ini terlihat di sejumlah pasar tradisional di Kota Jayapura, termasuk di Pasar Induk Youtefa dan Otonom.
Seorang pedagang di Pasar Youtefa, Sulastri (53) menyebut, harga cabai rawit kini berangsur turun dari sebelumnya Rp 180 ribu per kilogram menjadi Rp 140 ribu per kilogram. Kemudian cabe hijau dan merah panjang masih stabil berkisar Rp 50 per kilogram.
“Sekarang sudah mulai turun, cabai rawit yang kemarin pas lebaran itu sempat Rp 180 ribu per kilo sekarang jadi Rp 140 ribu, karena stok sudah mulai banyak, meskipun harga ini masih dikategorikan mahal (Rp 140),” ungkapnya, Senin (30/3).
Ia mengatakan kondisi ini terjadi karena pasokan cabai yang mulai melimpah baik lokal maupun impor dari berbagai daerah Indonesia, membuat harga perlahan stabil dan tidak lagi setinggi saat momen Lebaran.
Sementara itu, harga bawang merah tercatat masih stabil di kisaran Rp 60 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 40-50 ribu per kilogram. Untuk bawang bombai berkisaran Rp 60 per kilogram. “Kalau (harga) bawang merah sama bawang putih masih sama, belum ada perubahan, masih di harga Rp 60 ribu dan Rp 40 ribu per kilo,” katanya.
Di sisi lain, harga sayuran juga dikatakannya masih tetap stabil, seperti kol di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, wortel Rp 15-20 ribu per kilogram, dan tomat Rp 15 ribu per kilogram.
Meski telah turun dari puncaknya, harga komoditas ini dinilai belum kembali ke level normal. Di Pasar Otonom Kotaraja, perubahan harga itu masih dirasakan langsung oleh pedagang.
La Ode (35), salah satu penjual cabai, mengungkapkan lonjakan harga terjadi dalam waktu singkat menjelang Lebaran. “Kemarin itu harga cabai rawit sampai Rp180 ribu, naiknya dua hari jelang Lebaran,” ujarnya saat ditemui, pada Senin (30/3).
JAYAPURA – Harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Kota Jayapura, perlahan turun setelah Lebaran 2026. Penurunan harga paling terasa pada komoditas cabai yang sempat melonjak hingga Rp 180 ribu per kilogram selama lebaran. Penurunan harga ini terlihat di sejumlah pasar tradisional di Kota Jayapura, termasuk di Pasar Induk Youtefa dan Otonom.
Seorang pedagang di Pasar Youtefa, Sulastri (53) menyebut, harga cabai rawit kini berangsur turun dari sebelumnya Rp 180 ribu per kilogram menjadi Rp 140 ribu per kilogram. Kemudian cabe hijau dan merah panjang masih stabil berkisar Rp 50 per kilogram.
“Sekarang sudah mulai turun, cabai rawit yang kemarin pas lebaran itu sempat Rp 180 ribu per kilo sekarang jadi Rp 140 ribu, karena stok sudah mulai banyak, meskipun harga ini masih dikategorikan mahal (Rp 140),” ungkapnya, Senin (30/3).
Ia mengatakan kondisi ini terjadi karena pasokan cabai yang mulai melimpah baik lokal maupun impor dari berbagai daerah Indonesia, membuat harga perlahan stabil dan tidak lagi setinggi saat momen Lebaran.
Sementara itu, harga bawang merah tercatat masih stabil di kisaran Rp 60 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 40-50 ribu per kilogram. Untuk bawang bombai berkisaran Rp 60 per kilogram. “Kalau (harga) bawang merah sama bawang putih masih sama, belum ada perubahan, masih di harga Rp 60 ribu dan Rp 40 ribu per kilo,” katanya.
Di sisi lain, harga sayuran juga dikatakannya masih tetap stabil, seperti kol di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, wortel Rp 15-20 ribu per kilogram, dan tomat Rp 15 ribu per kilogram.
Meski telah turun dari puncaknya, harga komoditas ini dinilai belum kembali ke level normal. Di Pasar Otonom Kotaraja, perubahan harga itu masih dirasakan langsung oleh pedagang.
La Ode (35), salah satu penjual cabai, mengungkapkan lonjakan harga terjadi dalam waktu singkat menjelang Lebaran. “Kemarin itu harga cabai rawit sampai Rp180 ribu, naiknya dua hari jelang Lebaran,” ujarnya saat ditemui, pada Senin (30/3).


















































