Hari Ketiga Pencarian Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo, Warmono : Hampir Seluruh Lereng Sudah Disisir

12 hours ago 6
Tim sedang istirahat sekaligus makan, sebelum melanjutkan pencarian, Jumat (3/6/2026).

JOGLOSEMARNEWS, WONOSOBO Pencarian dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, yang hilang di kawasan Gunung Bismo terus diintensifkan. Memasuki hari ketiga, Jumat (3/7/2026), hampir seluruh lokasi dan lereng Gunung Bismo telah disisir tim gabungan, bahkan sejumlah titik disisir hingga dua sampai tiga kali. Namun keberadaan keduanya belum juga ditemukan.

Kedua korban adalah Arfin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15), warga Dusun Krinjing, Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang. Keduanya meninggalkan rumah pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB tanpa berpamitan kepada orang tua, dan diduga menuju Gunung Bismo melalui Bukit Sedongkal dari Dusun Krinjing.

Warmono, admin desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, yang terlibat langsung dalam operasi pencarian, mengatakan penyisiran telah menjangkau hampir semua lokasi di lereng Gunung Bismo.

“Operasi hari ini hampir semua lokasi dan lereng di Gunung Bismo sudah disisir. Bahkan di daerah tertentu ada yang sampai dua hingga tiga kali penyisiran,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (3/7/2026).

Menurut keterangan saksi mata, kedua remaja terakhir kali terlihat berjalan di Bukit Sedongkal menuju arah gunung. Berdasarkan informasi itu, pencarian difokuskan di kawasan tersebut, termasuk Bukit Pondok Pager Gunung yang telah beberapa kali disisir.

“Tim saya sendiri sudah dua kali menyisir Bukit Pondok Pager Gunung, belum termasuk tim lain yang juga sudah menyisir. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang jelas,” jelas Warmono.

Untuk membantu pelacakan, bungkus atau dus ponsel milik korban telah dibawa tim dari kabupaten guna menelusuri sinyal terakhir. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada kabar terkait hasil pelacakan tersebut.

Secara resmi, personel yang tercatat dalam operasi pencarian sekitar 100 orang, terdiri dari perangkat desa, warga, Polsek dan Koramil Watumalang, relawan gabungan, hingga tim Basarnas yang terbagi dalam tujuh Search and Rescue Unit (SRU). Namun jumlah pencari di lapangan jauh lebih banyak, karena warga kampung turut mencari secara sukarela tanpa terdaftar di pos. Sejak dua hari terakhir, pencarian juga dibantu anjing pelacak dan drone.

Warmono mengungkapkan, kendala terbesar pencarian adalah kondisi medan yang sulit serta minimnya sinyal telepon seluler. “Kalau cuaca sangat mendukung. Luas area juga tidak begitu masalah karena banyak personel yang mencari. Kendala terbesar justru medan yang sulit dan susah sinyal HP,” katanya.

Ke depan, area penyisiran kemungkinan akan diperluas sekaligus diperdetail. Basarnas menyarankan pencarian dihentikan saat hari mulai gelap demi keselamatan tim, meski banyak warga kampung yang tetap melanjutkan pencarian hingga malam hari.

Yang menambah kekhawatiran, berdasarkan keterangan saksi, kedua remaja berangkat dengan perbekalan sangat minim. Keduanya hanya membawa sebilah parang atau golok yang dipinjam dari pakde salah satu korban, mengenakan kaos oblong, dan berbekal snack ringan dalam jumlah sedikit. Kondisi tersebut mengkhawatirkan mengingat suhu dingin kawasan pegunungan, terutama pada malam hari.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan juga meminta masyarakat dan para pendaki yang melintas di kawasan Gunung Bismo untuk segera melapor apabila melihat keberadaan kedua korban. Pihak desa berharap dukungan doa dari masyarakat agar Arfin dan Yufaidin segera ditemukan dalam keadaan selamat. (*)

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|