TEMANGGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Liburan keluarga yang semestinya menjadi momen kebersamaan justru berubah menjadi tragedi memilukan di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Satu keluarga asal Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping yang mereka sewa, memunculkan dugaan kuat adanya keracunan.
Korban terdiri atas pasangan suami istri beserta dua anak laki-laki mereka. Seluruhnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam tenda penginapan pada Rabu (28/5/2026).
Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Kejadian (penemuan) di tempat wisata di Kledung, Kabupaten Temanggung,” ujarnya saat ditemui di RSUD Temanggung, Kamis (28/5/2026).
Keempat korban diketahui bernama Muhamad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua putra mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16). Mereka merupakan warga Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, keluarga tersebut tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa malam (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB untuk berkemah dan bermalam di area camping ground.
Namun keesokan harinya, petugas wisata mulai merasa curiga karena penghuni tenda tak kunjung keluar. Sekitar pukul 11.45 WIB, petugas sempat mendatangi tenda untuk mengingatkan jadwal check out karena lokasi akan dibersihkan. Akan tetapi, tidak ada jawaban dari dalam tenda.
“Petugas wisata memberi tahu korban untuk segera check out karena ingin membersihkan tenda. Tapi, tidak ada jawaban,” ungkap Komang.
Kecurigaan semakin menguat setelah beberapa jam berlalu tetap tidak ada aktivitas dari dalam tenda. Petugas akhirnya membuka pintu tenda dan mendapati seluruh penghuni sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Setelah dibuka pintu terlihatlah keempat korban sudah kaku di lokasi kejadian,” bebernya.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RSUD Temanggung untuk proses autopsi.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga para korban mengalami keracunan. Dugaan itu mengarah pada makanan barbeku yang dibawa sendiri oleh keluarga tersebut saat berkemah.
“Indikasi awal kemungkinan keracunan. Kemungkinan dari makanan barbeku yang dibawa sendiri oleh korban,” imbuh Komang.
Sejumlah sampel makanan dari lokasi kejadian kini telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban di Dusun Bendosari RT 04 RW 08, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Karangan bunga tampak berjajar di depan rumah, sementara para kerabat dan tetangga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Adik sepupu korban, Muhamad Faerudin (50), mengaku keluarga besar menerima kabar duka pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB.
“Saya dapat kabar meninggal tadi malam jam 22.00. Informasi yang saya dengar katanya keracunan. Tapi untuk memastikan keracunan atau tidak nanti dari pihak rumah sakit dan kepolisian,” katanya.
Menurut Faerudin, Muhamad Ali Munawar bersama istrinya sehari-hari berdagang di Pasar Lanang Ambarawa. Sebelum kejadian, mereka berpamitan untuk berlibur bersama kedua anaknya ke kawasan wisata pegunungan tersebut.
Hal senada disampaikan Ashadi, adik Maghfirah. Ia mengatakan keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium dari kepolisian.
“Keluarga datang ke sana katanya keracunan. Tapi, keracunan apa belum tahu,” ujarnya.
Hingga Kamis malam, keluarga masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan medis sekaligus proses pemulangan jenazah untuk dimakamkan di kampung halaman mereka di Kecamatan Banyubiru. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

9 hours ago
8


















































