Semangat kebersamaan yang menjadi ruh turnamen Jagading Wulu Tamplek tampak dalam sesi latihan para peserta menjelang pertandingan. Ajang yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-70 Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi tersebut akan mempertemukan 32 pasangan dari berbagai wilayah | IstimewaKLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Semangat kebersamaan dan persaudaraan antarumat Katolik akan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten.
Salah satu rangkaian kegiatan yang disiapkan untuk manghayubagya momentum tersebut adalah turnamen bulutangkis bertajuk “Jagading Wulu Tamplek, HUT Paroki ke-70: Mangkat, Sehat, Oleh Berkat.”
Kegiatan tersebut digagas oleh Komunitas Badminton Paroki Wedi yang lebih dikenal dengan sebutan Bowan (Rebo Awan). Gagasan tersebut lahir dalam pertemuan antara pengurus komunitas dengan Pastor Kepala Paroki Wedi, Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr, di Balai Mandala beberapa waktu lalu.
Sekretaris panitia, Florentinus Agung Hartono, menjelaskan turnamen akan digelar di GOR Simple Karanganom (Mudal), Klaten Utara, pada Minggu (21/6/2026). Pembukaan dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB, dilanjutkan pertandingan babak penyisihan hingga selesai.
Sementara itu, babak semifinal dan final akan dimainkan di GOR Ngrahu, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi.
“Bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang sangat digemari masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan usia. Selain menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, olahraga ini juga dapat mempererat tali persaudaraan, meningkatkan sportivitas, serta menumbuhkan semangat kompetisi,” ujar Agung dalam keterangan tertulisnya.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 32 pasangan atau total 64 atlet. Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Solo, Pugeran, Dalem, Wedi, Gondang, Delanggu, Bantul, Jombor, GIK (Mudal), Brayut, Kebonarum, GMA hingga Kalasan.
Kontingen Gondang, GIK (Mudal), dan GMA menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan masing-masing empat pasangan. Sementara Solo, Pugeran, dan Wedi mengirimkan tiga pasangan. Kehadiran peserta lintas wilayah tersebut menjadi cerminan semangat persaudaraan yang ingin dibangun melalui turnamen ini.
Ketua panitia, Albertus Didid Sunugroho, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan bukan semata-mata mencari juara, melainkan mempererat hubungan antarumat Katolik, baik di Klaten maupun dengan paroki-paroki lain.
“Selain penghobi bulutangkis dari Paroki Wedi, ada juga partisipasi umat dari paroki lain seperti Pugeran, Bantul, Brayut, dan Solo. Melalui olahraga ini diharapkan umat semakin guyub, terhibur, sejahtera, dan bahagia,” kata Didid.
Menurutnya, turnamen akan menghadirkan pertandingan yang kompetitif karena diikuti peserta dari beragam latar belakang. Namun demikian, nilai persaudaraan dan sportivitas tetap menjadi ruh utama kegiatan.
Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan komunitas Bowan. Ia menilai kegiatan tersebut selaras dengan program unggulan Paroki Wedi, yakni Sambang Srawung Sedulur (S3).
“Ini merupakan wujud membumikan semangat Sambang Srawung Sedulur. Melalui olahraga, umat bisa saling mengenal, menjalin relasi yang lebih erat, sekaligus menjaga kesehatan,” ujarnya.
Selain memperebutkan total hadiah sebesar Rp 5,5 juta, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize untuk penonton dan suporter yang hadir.
“Monggo yang hobi olahraga bulutangkis, kita dukung para pemain tingkat paroki dan kita support bersama. Siapa tahu juga mendapat bebungah dari panitia saat menonton,” ajak Rama Edy, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

2 hours ago
8
















































