Internet Terganggu, Warga Panik dan Rapat Pemerintah Batal

15 hours ago 5

JAYAPURA–Jaringan internet di Papua mengalami gangguan hingga mati total selama kurang lebih 7 jam dan membuat 47.415 pengguna panik. Bagaimana tidak, putusnya kabel optic beberapa tahun silam hingga kini masih menimbulkan trauma dan kekhawatiran mendalam. Belum lagi pernah terjadi insiden pengrusakan kantor Telkom di Merauke sempat diamuk massa gara-gara ginternet.

Tak sedikit yang merasa bahwa HP mereka rusak sampai-sampai ada yang memilih mencopot kartu dan ternyata jaringan tetap tak muncul. Gangguan ini diketahui mulai terjadi sekitar pukul 08.47 WIT dan baru dinyatakan membaik sekira pukul 14.40 WIT di wilayah jaringan NOP Jayapura (Regional 11 Puma).

Gangguan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga mengganggu aktivitas pemerintahan. Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut gangguan terjadi selama kurang lebih 3 hingga 4 jam. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kualitas layanan hingga sempat terjadi blackout akses internet di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri A. Yudianto, menjelaskan dari hasil koordinasi dengan pihak Telkom gangguan dipicu oleh permasalahan pada modul jalur utama (patara). “Gangguan terjadi pada modul jalur utama sehingga berdampak luas terhadap layanan telekomunikasi di Jayapura,” ujarnya.

Ia menegaskan, gangguan tersebut turut menghambat jalannya aktivitas pemerintahan, terutama pada pelaksanaan rapat dan koordinasi yang dilakukan secara virtual.

“Beberapa pertemuan virtual tidak dapat diikuti secara optimal selama gangguan berlangsung,” jelasnya.

Meski demikian, layanan server pemerintahan yang dikelola Kominfo tetap berjalan berkat dukungan sistem cadangan atau Disaster Recovery Center (DRC), walaupun akses dari wilayah Jayapura sempat mengalami keterbatasan. Saat ini, kondisi jaringan dilaporkan mulai berangsur pulih. PT Telkom Indonesia juga tengah melakukan pemeliharaan (maintenance) secara menyeluruh untuk memastikan stabilitas layanan ke depan.

Dalam proses pemulihan, trafik jaringan dialihkan ke jalur kontingensi agar layanan internet dan akses digital tetap dapat digunakan oleh masyarakat.

JAYAPURA–Jaringan internet di Papua mengalami gangguan hingga mati total selama kurang lebih 7 jam dan membuat 47.415 pengguna panik. Bagaimana tidak, putusnya kabel optic beberapa tahun silam hingga kini masih menimbulkan trauma dan kekhawatiran mendalam. Belum lagi pernah terjadi insiden pengrusakan kantor Telkom di Merauke sempat diamuk massa gara-gara ginternet.

Tak sedikit yang merasa bahwa HP mereka rusak sampai-sampai ada yang memilih mencopot kartu dan ternyata jaringan tetap tak muncul. Gangguan ini diketahui mulai terjadi sekitar pukul 08.47 WIT dan baru dinyatakan membaik sekira pukul 14.40 WIT di wilayah jaringan NOP Jayapura (Regional 11 Puma).

Gangguan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga mengganggu aktivitas pemerintahan. Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut gangguan terjadi selama kurang lebih 3 hingga 4 jam. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kualitas layanan hingga sempat terjadi blackout akses internet di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri A. Yudianto, menjelaskan dari hasil koordinasi dengan pihak Telkom gangguan dipicu oleh permasalahan pada modul jalur utama (patara). “Gangguan terjadi pada modul jalur utama sehingga berdampak luas terhadap layanan telekomunikasi di Jayapura,” ujarnya.

Ia menegaskan, gangguan tersebut turut menghambat jalannya aktivitas pemerintahan, terutama pada pelaksanaan rapat dan koordinasi yang dilakukan secara virtual.

“Beberapa pertemuan virtual tidak dapat diikuti secara optimal selama gangguan berlangsung,” jelasnya.

Meski demikian, layanan server pemerintahan yang dikelola Kominfo tetap berjalan berkat dukungan sistem cadangan atau Disaster Recovery Center (DRC), walaupun akses dari wilayah Jayapura sempat mengalami keterbatasan. Saat ini, kondisi jaringan dilaporkan mulai berangsur pulih. PT Telkom Indonesia juga tengah melakukan pemeliharaan (maintenance) secara menyeluruh untuk memastikan stabilitas layanan ke depan.

Dalam proses pemulihan, trafik jaringan dialihkan ke jalur kontingensi agar layanan internet dan akses digital tetap dapat digunakan oleh masyarakat.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|