Istana Ungkap Konsep “Dokter Terbang” Prabowo untuk Daerah Terpencil

1 hour ago 6
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gagasan Presiden Prabowo Subianto tentang “ambulans udara” dan “dokter terbang” mulai mendapat penjelasan dari Istana. Konsep yang terdengar seperti layanan kesehatan futuristis itu ternyata diarahkan untuk menjawab persoalan klasik Indonesia: fasilitas kesehatan belum merata dan sebagian wilayah masih sulit dijangkau.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, istilah tersebut merujuk pada skema pengerahan tenaga medis ke daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai. Dokter nantinya dapat diterbangkan menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah terpencil.

“”Istilah dokter terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia, memang negara kita sangat luas, jangkauan fasilitasnya belum merata,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Prasetyo, konsep tersebut tidak berdiri sendiri. Pemerintah tetap akan membangun dan memperbaiki fasilitas kesehatan di daerah sebagai solusi jangka panjang.

Ia menyebut pemerintah saat ini telah memulai program pembenahan sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan demikian, ambulans udara dan dokter terbang lebih diarahkan sebagai layanan untuk menjembatani persoalan akses kesehatan sembari pemerataan fasilitas kesehatan terus dilakukan.

Prasetyo yang juga politikus Partai Gerindra itu mengatakan konsep serupa sebenarnya telah diterapkan di sejumlah negara. Dalam praktiknya, layanan tersebut umumnya menggunakan helikopter sebagai sarana reaksi cepat untuk membawa tenaga medis menuju lokasi yang membutuhkan penanganan segera.

“Untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil,” ucapnya.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di hadapan MPR pada Jumat (14/8/2026). Presiden menyampaikan dua pidato dalam rangkaian agenda kenegaraan di parlemen.

Pidato pertama berlangsung dalam Sidang Tahunan MPR. Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan laporan terkait pelaksanaan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah itu, Prabowo kembali berpidato dalam Rapat Paripurna DPR. Kali ini, agenda utamanya adalah penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta nota keuangan.

Dalam pidato tersebut, Presiden menyampaikan pokok-pokok kebijakan anggaran yang telah disusun pemerintah untuk tahun mendatang.

Namun, di tengah besarnya perhatian terhadap istilah “ambulans udara” dan “dokter terbang”, tantangan utamanya justru terletak pada bagaimana gagasan tersebut diterjemahkan menjadi layanan nyata. Sebab, persoalan pemerataan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan jarak geografis, tetapi juga ketersediaan tenaga medis, fasilitas, logistik, pembiayaan, hingga kesinambungan pelayanan setelah dokter diterbangkan ke daerah terpencil.

Karena itu, ambulans udara dan dokter terbang berpotensi menjadi solusi cepat untuk kondisi tertentu, tetapi tetap membutuhkan penguatan fasilitas kesehatan permanen agar tidak sekadar menjadi solusi darurat untuk persoalan ketimpangan layanan kesehatan yang sudah berlangsung lama. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|