Road to Susurun 2026 Ramaikan Boyolali, Ratusan Pelari Siap Sambut Sport Tourism Kota Susu

1 hour ago 6
Semangat olahraga dan sport tourism kembali menggeliat di Boyolali. Sabtu (15/8/2026), gelaran Road to Susurun 2026 berlangsung di Cubiq Padel & Coffee dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai komunitas lari di Boyolali. Istimewa

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Semangat olahraga dan sport tourism kembali menggeliat di Boyolali. Sabtu (15/8/2026), gelaran Road to Susurun 2026 berlangsung di Cubiq Padel & Coffee dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai komunitas lari di Boyolali.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Susurun 2026, event road race yang mengusung konsep sport tourism di Boyolali, daerah yang dikenal sebagai Kota Susu.

Susurun merupakan kolaborasi Kraft Kreativindo dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan event olahraga yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu memperkenalkan potensi wisata, budaya, kuliner, serta menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Susurun hadir dengan konsep yang tidak sekadar mengajak peserta mengejar catatan waktu. Para pelari nantinya akan diajak menikmati rute yang unik dan steril, lengkap dengan cheering meriah dari warga, anak-anak sekolah, hingga kelompok seni dan budaya Boyolali.

Salah satu hal yang menjadi ciri khas Susurun adalah hadirnya susu asli Boyolali sebagai refreshment yang dapat dinikmati para runners. Konsep tersebut menjadi cara panitia mengangkat identitas Boyolali sebagai Kota Susu ke dalam sebuah pengalaman olahraga yang berbeda.

Semangat olahraga dan sport tourism kembali menggeliat di Boyolali. Sabtu (15/8/2026), gelaran Road to Susurun 2026 berlangsung di Cubiq Padel & Coffee dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai komunitas lari di Boyolali. Istimewa

Tahun ini menjadi tahun kedua penyelenggaraan Susurun. Event utama dijadwalkan berlangsung di Alun-Alun Kidul Boyolali pada 18 Oktober 2026.

Founder sekaligus Project Director Susurun, Suci Putrining Ratih, mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 3.000 peserta pada penyelenggaraan tahun ini.

Menurut Suci, Susurun tidak hanya dirancang sebagai ajang olahraga, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Target tahun ini 3.000 peserta. Harapannya dengan adanya Susurun bisa meningkatkan sektor wisata sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di daerah,” ujar Suci.

Dampak tersebut, lanjutnya, telah terlihat dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Kehadiran peserta dari luar daerah turut memberikan efek terhadap sektor pendukung, terutama perhotelan dan UMKM.

“Pengalaman dari tahun lalu, occupancy hotel meningkat cukup tajam. UMKM juga ikut merasakan impact dari adanya event Susurun ini,” katanya.

Suci menambahkan, penyelenggaraan Susurun 2026 akan dikemas lebih meriah dan lebih rapi. Panitia ingin memastikan para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berlari, tetapi juga membawa pulang kesan positif tentang Boyolali.

Semangat olahraga dan sport tourism kembali menggeliat di Boyolali. Sabtu (15/8/2026), gelaran Road to Susurun 2026 berlangsung di Cubiq Padel & Coffee dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai komunitas lari di Boyolali. Istimewa

“Susurun tahun ini akan lebih meriah dan lebih rapi. Harapannya runners mendapatkan experience lari di Boyolali yang penuh kesan,” jelasnya.

Lebih dari itu, Susurun diharapkan menjadi ruang bagi para pelari untuk menyalurkan energi positif sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan Boyolali kepada masyarakat luas.

Suci berharap para runners dari berbagai penjuru Indonesia dapat mengenal Boyolali sebagai daerah yang menarik untuk dikunjungi, bukan hanya karena olahraga, tetapi juga karena kekayaan wisata, budaya, kuliner, dan keramahan masyarakatnya.

“Melalui Susurun, kami berharap ini bisa menjadi wadah bagi para runners untuk menyalurkan energi positif dan mengenalkan Boyolali ke penjuru negeri bahwa Boyolali adalah tempat yang seru untuk dikunjungi,” tuturnya.

Kolaborasi antara Kraft Kreativindo dan Pemerintah Kabupaten Boyolali diharapkan semakin memperkuat posisi Susurun sebagai bagian dari pengembangan sport tourism di daerah. Event ini menjadi ruang pertemuan antara olahraga, pariwisata, budaya, komunitas, pelaku UMKM, serta masyarakat Boyolali.

Pada akhirnya, Susurun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah event lari tahunan. Ajang ini ingin tumbuh menjadi identitas baru yang mempertemukan olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi lokal.

Dengan mengangkat susu sebagai identitas dan lari sebagai medium, Susurun ingin membawa nama Boyolali semakin dikenal luas.

“Dan tentunya kami berharap Susurun bisa menjadi kebanggaan semua warga Boyolali,” pungkas Suci. (Tim Liputan Pemerintah Kabupaten Boyolali). Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|