MEDAN, sumutpos.co— Anggota DPD RI Muhammad Nuh mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam memperkuat peran di kancah internasional, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan pekerja migran Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Muhammad Nuh ketika menjadi keynote speaker pada Pelatihan Diplomasi Islam Berkemajuan “Untuk Kemanusiaan dan Perlindungan Pekerja Migran” yang digelar UMSU berkolaborasi dengan Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pengurus Pusat Muhammadiyah di Aula UMSU, Jalan Muchtar Basri, Selasa (22/9/2026).
Nuh mengungkapkan pengalamannya ketika berkunjung ke Kamboja dan bertemu langsung dengan pihak KBRI. Menurutnya, persoalan pekerja migran Indonesia di luar negeri cukup kompleks dan membutuhkan perhatian serta kolaborasi berbagai pihak.

“Memang cukup rumit masalahnya. Mereka meminta pekerja kita segera dipulangkan, tetapi persoalannya kita tidak punya dana yang cukup. Problem kita kompleks,” ujar Nuh.
Karena itu, Nuh mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang turut mengambil peran dalam persoalan pekerja migran. Menurutnya, Muhammadiyah dapat menjadi bagian penting sejak proses awal penyiapan hingga penyaluran pekerja migran ke luar negeri.
“Saya apresiasi Muhammadiyah yang telah menggelar pelatihan ini. Bagus sekali. Muhammadiyah harus menjadi hulu dalam penyaluran pekerja migran. Mereka harus siap secara dokumen dan skill,” katanya.
Anggota DPD asal Sumatera Utara ini menilai, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis sekaligus bentuk sumbangsih Muhammadiyah kepada negara dan umat. “Ini kegiatan yang baik sebagai sumbangsih Muhammadiyah kepada negara dan umat. Ini kegiatan yang strategis karena ada hadis yang mengatakan, sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia juga menilai pelatihan diplomasi dan penguatan kapasitas seperti ini penting agar Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih baik ketika berhadapan dengan berbagai persoalan di luar negeri. “Acara ini bagus agar kita punya posisi tawar yang baik di luar negeri dan bisa berdiplomasi lebih baik,” ungkapnya.
Nuh menambahkan, bekerja di luar negeri memiliki sisi positif bagi masyarakat, namun berbagai persoalan yang selama ini terjadi terhadap pekerja migran juga harus segera dicarikan jalan keluarnya. “Kerja di luar negeri baik karena ada sisi positifnya, tetapi masalah-masalah yang selama ini terjadi harus segera diurai dan diatasi,” tegas Nuh sembari mengungkapkan kedekatannya dengan Pimpinan Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof. Syafiq A Mughni, MA, karena mereka sama-sama pernah menimba ilmu di pesantren di Bangil, Jawa Timur.
Sedangkan Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini merupakan kegiatan internasional kedua yang dilaksanakan UMSU pada Bulan September ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar kader persyarikatan dalam menghadapi tantangan global, khususnya terkait pekerja migran.
“Ini adalah kegiatan internasional kedua di bulan September. Kegiatan ini diadakan untuk memperkuat ikhtiar kita sebagai kader persyarikatan dalam menghadapi tantangan global ke depan, khususnya pekerja migran,” ujar Prof. Akrim.
Ia menyebut, perhatian pemerintah terhadap pekerja migran saat ini sudah semakin baik, salah satunya dengan adanya kementerian yang secara khusus menangani persoalan pekerja migran. “Insya Allah ke depannya UMSU siap berkolaborasi dengan pemerintah dan Muhammadiyah sekaligus,” katanya.
Ia juga menyebut, Sumatera Utara memiliki peran besar dalam memasok tenaga kerja ke Malaysia. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan penting bagi UMSU untuk terus berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan bekerja di tingkat internasional. Selama tiga tahun terakhir, mahasiswa UMSU juga aktif melakukan kegiatan pengabdian di Malaysia, termasuk memberikan pendampingan kepada pekerja migran yang menghadapi berbagai persoalan
“Kami sering mengadakan pengabdian di Malaysia. Untuk pekerja migran yang bermasalah, kami bina dan kami lakukan pendampingan,” jelasnya.
Prof. Akrim berharap LHKI Muhammadiyah dapat melibatkan UMSU lebih jauh dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk bekerja di luar negeri, seperti Malaysia, Timur Tengah hingga Eropa.
“Kami memiliki Fakultas Kedokteran, Fakultas Bahasa dan fakultas lainnya. Kami berharap potensi ini dapat dilibatkan untuk memasok SDM-SDM yang handal ke luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu Pimpinan Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof. Syafiq A Mughni, MA, menyampaikan apresiasi kepada LHKI Muhammadiyah yang terus membawa Muhammadiyah dalam ruang-ruang internasional. Ia menegaskan, Muhammadiyah tidak boleh hanya berada di pinggir dalam menghadapi berbagai persoalan global, tetapi harus hadir dan mengambil peran di tengah masyarakat internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LHKI yang telah membawa Muhammadiyah ke kancah internasional. Muhammadiyah jangan hanya menjadi organisasi yang ada di pojok, tetapi harus di tengah-tengah,” ujar nya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat ke depan semakin kompleks. Karena itu, berbagai persoalan tersebut harus dijawab melalui kiprah nyata Muhammadiyah.
“Tantangan banyak ke depannya, jangan dibiarkan, tetapi harus dijawab dengan kiprah Muhammadiyah,” tegasnya.
Prof Syafiq menambahkan, Muhammadiyah memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi yang semakin luas, baik bagi kemanusiaan, bangsa maupun masyarakat internasional. Pelatihan ini juga dihadiri Wakil ketua Badan Legislasi DPR RI Dr Akhmad Doli Tanjung dan Wakil Duta besar Malaysia Danang Waskito (adz)

9 hours ago
5

















































