PBSD FKIP Univet Bantara Selaraskan Visi Misi Keilmuan dan Kurikulum OBE dengan Kebutuhan Dunia Kerja

3 hours ago 2
Pimpinan, dosen, mahasiswa, serta para pemangku kepentingan berfoto bersama usai mengikuti kegiatan Peninjauan dan Pengembangan Visi, Misi, Tujuan (VMT) serta Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Univet Bantara Sukoharjo |  Foto: Istimewa

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penyelarasan visi keilmuan dan kurikulum dengan tuntutan perkembangan zaman serta kebutuhan dunia kerja.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Peninjauan dan Pengembangan Visi, Misi, Tujuan (VMT) serta Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar di The Margangsa Hotel, Surakarta, Senin (29/6/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Kurikulum yang Relevan, Inovatif, dan Berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan”, kegiatan tersebut  menjadi forum strategis untuk menyempurnakan arah pengembangan Prodi PBSD agar semakin adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi sekaligus mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif.

Workshop menghadirkan Kepala Unit Akreditasi Nasional dan Internasional LPPMP Universitas Sebelas Maret, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum., sebagai narasumber utama. Selain itu, kegiatan juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, alumni lintas profesi, serta mahasiswa aktif guna memberikan masukan dalam penyusunan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Acara diawali dengan registrasi peserta dan coffee break, dilanjutkan laporan Ketua Prodi PBSD Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan gambaran umum kurikulum PBSD. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayuda Rohsulina, M.Pd., yang hadir bersama jajaran Wakil Dekan I, II, dan III.

Dalam paparannya, Prof. Muhammad Rohmadi menegaskan bahwa peninjauan visi, misi, tujuan, dan kurikulum merupakan langkah penting untuk memastikan Prodi PBSD memiliki identitas keilmuan yang kuat sekaligus mampu bersaing dengan program studi sejenis di berbagai perguruan tinggi.

Menurutnya, visi keilmuan harus menjadi pembeda utama yang menjadi ciri khas Prodi PBSD Univet Bantara. Ia bahkan mendorong agar penguatan Digital Humaniora dijadikan salah satu fokus utama pengembangan keilmuan.

“Misi merupakan milik fakultas dan universitas, sedangkan diferensiasi misi prodi diturunkan menjadi visi keilmuan prodi yang unik. Misi prodi itu sendiri sudah berada di dalam Visi Keilmuan Prodi,” jelas Prof. Rohmadi, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Ia juga menekankan bahwa implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) harus benar-benar berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kinerja utama dari OBE adalah menghasilkan luaran yang berdampak nyata (impactful outcomes). Karena itu, PBSD harus mampu melahirkan inovasi maupun karya nyata yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Prof. Rohmadi menambahkan, penilaian mutu perguruan tinggi saat ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni budaya mutu, relevansi, akuntabilitas, dan diferensiasi misi. Selain pembaruan kurikulum, ia juga mendorong penguatan strategi branding dan promosi program studi agar semakin dikenal masyarakat.

Forum diskusi berlangsung dinamis dengan beragam masukan dari para stakeholder. Hadir di antaranya Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Sutarmo, S.Pd., M.Pd.; Ketua Permadani Kabupaten Sukoharjo, Drs. Suwandi, M.Pd.; serta Kepala SMAN 2 Karanganyar, Paminto, S.S., M.Pd.

Sutarmo menilai calon guru bahasa Jawa tidak cukup hanya menguasai kompetensi akademik, tetapi juga harus memiliki karakter dan tata krama yang baik.

Ia mengusulkan agar aspek unggah-ungguh atau etika menjadi bagian penting dalam penguatan kurikulum, sehingga lulusan PBSD mampu menjadi teladan moral di tengah masyarakat. Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Drs. Suwandi yang menilai pendidikan karakter tetap menjadi fondasi utama bagi seorang pendidik.

Sementara itu, Paminto memberikan sejumlah masukan dari sisi akademik dan manajerial. Ia menyarankan agar program studi melakukan penelusuran terhadap rekam jejak pilihan calon mahasiswa saat mendaftar ke PBSD guna memahami motivasi belajar mereka. Selain itu, kurikulum juga dinilai perlu memperkuat konten pembelajaran serta mendorong terbentuknya komunitas bahasa, sastra, dan budaya Jawa di luar lingkungan kampus.

Workshop  tersebut juga dihadiri oleh jajaran alumni PBSD dari berbagai bidang profesi, antara lain Limpat Dwi Handoko, S.Pd., Gr., M.Si. dari SMP Batik Surakarta, Irizal Suryanto, S.Pd. dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta yang juga merupakan aktor Wayang Orang Sriwedari, serta Rini Setyowati, S.Pd. dari SMK Sukowati Sragen.

Melalui peninjauan visi, misi, tujuan, serta pengembangan kurikulum berbasis OBE ini, diharapkan FKIP Univet Bantara mampu  menghasilkan kurikulum yang semakin relevan, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Sekaligus juga mencetak lulusan PBSD yang kompeten, berkarakter luhur, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap mampu menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya Jawa di tengah masyarakat modern. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|