Pengurangan Kuota BBM Mulai Dirasakan di Wamena

17 hours ago 5

Pertamina: Pengurangan Jumlah Kuota Tak Berdampak Pada Kebutuhan Masyarakat

WAMENA -Aturan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite dan Solar yang mulai diberlakukan awal bulan, Kebijakan ini menyasar kendaraan pribadi dan umum, mencakup kewajiban pencatatan nomor polisi untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, namun mulai berdampak pada pengurangan jumlah kuota pada setiap APMS dan SPBU.

Seperti halnya SPBU Anwarudin, Lasminingsih dan Putra Baliem Wamena juga tak lepas dari pengurangan jumlah kuota khususnya untuk BBM bersubsidi Bio Solar, tentunya pengurangan kuota ini juga telah disampaikan pihak pertamina kepada pemilik APMS dan SPBU yang ada di Kota Wamena.

Penanggungjawab APMS Anwarudin dan Lasminingsih Wamena Suyono mengakui memang ada penguranngan kuota khususnya BBM bio solar, contoh seperti APMS Lasminingsih yang semula memiliki kuota 120 Kl kini menjadi 100 KL artinya ada pengurangan 20 KL , ini ketentuan dari pertamina, namun sampai dengan saat ini belum ada kendala dalam penyaluran.

“Jadi sejak awal bulan ini sudah ada pemberitahuan yang disampaikan pihak pertamina kepada kami, untuk aasan pengurangan ini kita tidak tahu hanya saja setia[p awal bulan penebusan itu sudah ada pemberitahuan,”ungkapnya Rabu (8/4) di Wmena.

Ia menyatakan, pengurangan kuota BBM ini sudah berjalan selama 3 bulan dimana mulai dari bulan Februari sampai dengan saat ini, namun untuk alokasi BBM untuk APMS Anwarudin untuk Pertalite dalam sebulan mendapatkan 180 KL dibagi 26 hari sehingga dalam sehari disalurkan 6923 liter, sedangkan untuk solar alokasi yang ada 95 KL dibagi 26 hari sehingga dalam sehari bisa menyalurkan 3653 liter.

“Untuk alokasi APMS Lasminingsih mencapai 170 Kl dibagi 26 hari sehingga dalam sehari melayani 6538 liter. sedangkan untuk solar 100 KL dibagi 26 hari perharinya itu 3486 liter, dan sampai saat ini belum ada kenaikan harga,”kata Suyono.

Sementara itu secara terpisah Penanggungjawab SPBU Putra Baliem Meggi Pasaribu mengaku Kuota BBM bersubsidi tahun ini memang ada pengurangan dari pertamina mengikuti aturan dari pemerintah pusat dan ini memang diberlakukan merata di seluruh indonesia termasuk juga di Wamena.

Pertamina: Pengurangan Jumlah Kuota Tak Berdampak Pada Kebutuhan Masyarakat

WAMENA -Aturan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite dan Solar yang mulai diberlakukan awal bulan, Kebijakan ini menyasar kendaraan pribadi dan umum, mencakup kewajiban pencatatan nomor polisi untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, namun mulai berdampak pada pengurangan jumlah kuota pada setiap APMS dan SPBU.

Seperti halnya SPBU Anwarudin, Lasminingsih dan Putra Baliem Wamena juga tak lepas dari pengurangan jumlah kuota khususnya untuk BBM bersubsidi Bio Solar, tentunya pengurangan kuota ini juga telah disampaikan pihak pertamina kepada pemilik APMS dan SPBU yang ada di Kota Wamena.

Penanggungjawab APMS Anwarudin dan Lasminingsih Wamena Suyono mengakui memang ada penguranngan kuota khususnya BBM bio solar, contoh seperti APMS Lasminingsih yang semula memiliki kuota 120 Kl kini menjadi 100 KL artinya ada pengurangan 20 KL , ini ketentuan dari pertamina, namun sampai dengan saat ini belum ada kendala dalam penyaluran.

“Jadi sejak awal bulan ini sudah ada pemberitahuan yang disampaikan pihak pertamina kepada kami, untuk aasan pengurangan ini kita tidak tahu hanya saja setia[p awal bulan penebusan itu sudah ada pemberitahuan,”ungkapnya Rabu (8/4) di Wmena.

Ia menyatakan, pengurangan kuota BBM ini sudah berjalan selama 3 bulan dimana mulai dari bulan Februari sampai dengan saat ini, namun untuk alokasi BBM untuk APMS Anwarudin untuk Pertalite dalam sebulan mendapatkan 180 KL dibagi 26 hari sehingga dalam sehari disalurkan 6923 liter, sedangkan untuk solar alokasi yang ada 95 KL dibagi 26 hari sehingga dalam sehari bisa menyalurkan 3653 liter.

“Untuk alokasi APMS Lasminingsih mencapai 170 Kl dibagi 26 hari sehingga dalam sehari melayani 6538 liter. sedangkan untuk solar 100 KL dibagi 26 hari perharinya itu 3486 liter, dan sampai saat ini belum ada kenaikan harga,”kata Suyono.

Sementara itu secara terpisah Penanggungjawab SPBU Putra Baliem Meggi Pasaribu mengaku Kuota BBM bersubsidi tahun ini memang ada pengurangan dari pertamina mengikuti aturan dari pemerintah pusat dan ini memang diberlakukan merata di seluruh indonesia termasuk juga di Wamena.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|