Perbarindo Karanganyar Dorong UMKM Naik Kelas, Kredit Dipermudah hingga Bunga Diringankan

10 hours ago 7
Ketua Perbarindo Kabupaten Karanganyar, Dr. H. Haryono, S.E., M.M menghibur masyarakat dengan membawakan lagu legendaris Koes Plus saat peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2026 yang digelar Perbarindo Karanganyar di kawasan CFD Jalan Lawu, Minggu (24/5/2026) | Foto: tangkapan layar

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM — Di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi pelaku usaha kecil, kalangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Karanganyar memilih turun langsung ke ruang publik untuk merebut kepercayaan masyarakat.

Tak hanya sebatas menawarkan layanan kredit, mereka juga mengampanyekan literasi keuangan hingga membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.

Semangat itu tampak dalam peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2026 yang digelar Perbarindo PAC Karanganyar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Lawu, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan itu berlangsung meriah dengan senam sehat, hiburan musik, edukasi keuangan, hingga keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas masyarakat.

Ketua Perbarindo Kabupaten Karanganyar, Dr. H. Haryono, S.E., M.M mengatakan, momentum tersebut sengaja dimanfaatkan untuk memperkenalkan keberadaan BPR sebagai alternatif pembiayaan yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat kecil.

“Tujuan kami adalah untuk edukasi, literasi, dan mengenalkan kepada masyarakat bahwa ada pilihan permodalan yang cepat, mudah, murah, dan tidak ribet bagi usaha mikro, kecil, maupun menengah,” ujarnya.

Menurut Haryono, saat ini terdapat 12 BPR konvensional yang berada di bawah naungan Perbarindo Karanganyar. Ia menilai, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa BPR memiliki layanan pembiayaan dengan proses lebih cepat dibanding bank umum.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa perbankan super mikro itu ada. Bahkan ada proses pinjaman yang bisa selesai dalam satu hari, yang mungkin sulit dilakukan bank umum,” katanya.

Haryono yang juga menjabat Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda) menegaskan, seluruh tabungan dan deposito nasabah di BPR tetap aman karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi masyarakat tidak perlu ragu. Tabungan dijamin LPS dan kami diawasi OJK,” tegasnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, pihaknya juga mengaku mengambil kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Salah satunya dengan menurunkan bunga kredit, termasuk bagi kalangan ASN yang disebut dapat memperoleh bunga sekitar 0,4 persen.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat. Untung boleh, tapi jangan terlalu banyak. Yang penting usaha masyarakat tetap berjalan dan bank juga tetap sehat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bank Daerah Karanganyar juga memberikan sejumlah relaksasi bagi nasabah terdampak kesulitan ekonomi. Bentuknya mulai dari penghapusan bunga hingga pembebasan denda dan penalti tertentu.

“Kalau kondisinya memang sulit, terutama warga Karanganyar, kami beri keringanan. Bayar sisa pokok saja, bunga dan dendanya bisa kami bebaskan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Bank Karanganyar Perseroda, Wisnu Wardana menilai peringatan Hari BPR-BPRS Nasional menjadi pengingat pentingnya sinergi antar-BPR dalam menjaga denyut ekonomi daerah, terutama sektor UMKM.

“Semangat kebersamaan dalam Perbarindo ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus tumbuh bersama masyarakat. BPR hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga mitra masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan BPR daerah harus mampu bergerak cepat dan fleksibel dalam menjawab kebutuhan permodalan masyarakat kecil.

“Kami ingin BPR semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya soal layanan perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal dan pendamping UMKM agar terus berkembang,” tambahnya.

Selain edukasi keuangan, kegiatan tersebut juga menjadi panggung hiburan rakyat. Penampilan band lokal dan sesi bernyanyi bersama membuat suasana CFD Jalan Lawu semakin ramai dan akrab.

Ke depan, Perbarindo Karanganyar berencana mengadakan agenda rutin setiap akhir pekan dengan melibatkan band pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai wadah pengembangan kreativitas anak muda.

“Kami ingin tempat ini menjadi ruang kebersamaan dan hiburan masyarakat. Band-band lokal juga bisa berkembang dan lebih kreatif,” pungkas Haryono. [Beni Indra]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|