Petani Bantul Tertipu Pria yang Mengaku Ketua RT, Pompa Air Raib Dibawa Kabur!

4 hours ago 2
pelaku aksi begal payudaraIlustrasi tangan diborgol / pixabay

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepercayaan seorang petani di Bantul dimanfaatkan oleh seorang pria yang datang dengan identitas palsu. Mengaku sebagai ketua RT dan membawa cerita tentang kebutuhan menguras kolam lele, pelaku berhasil membawa kabur sebuah mesin pompa air yang selama ini digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian warga.

Namun akal bulus itu tidak bertahan lama. Setelah korban menyadari dirinya telah ditipu dan melapor ke polisi, pelaku akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Pelaku diketahui berinisial DT (51), warga Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Saat ini ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah diduga melakukan penipuan dan penggelapan mesin pompa air milik petani di wilayah Bambanglipuro, Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa korban dalam kasus tersebut adalah Jihad Islamiyanto (59), warga Dusun Pete Paker, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro.

Peristiwa bermula pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB ketika korban didatangi seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Wahyudi.

“Pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, Jihad didatangi seseorang yang mengaku bernama Wahyudi sebagai Ketua RT 03, Dusun Candi, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong. Seseorang itu datang dengan tujuan meminjam pompa air kelompok Tani Sridadi Pete,” ujar Rita.

Untuk memperkuat penyamarannya, pelaku mengaku membutuhkan pompa tersebut untuk menguras kolam lele dan bahkan menyebut dirinya mengenal salah seorang petani setempat bernama Waluyo. Keterangan itu membuat korban percaya dan bersedia meminjamkan pompa air yang biasa digunakan untuk kegiatan pertanian.

Setelah berhasil membawa pompa air, pelaku berjanji akan kembali bersama Waluyo untuk mengambil selang yang digunakan sebagai pelengkap pompa. Namun janji itu tidak pernah ditepati.

Korban yang mulai curiga kemudian melakukan pengecekan sendiri. Hasilnya, tidak ditemukan sosok Wahyudi seperti yang disebutkan pelaku.

“Dari situ, korban mulai menaruh rasa curiga, sehingga mengecek ke rumah Waluyo dan bak lele di Dusun Candi. Ternyata, di sana tidak ada nama Wahyudi,” beber Rita.

Merasa telah menjadi korban penipuan, Jihad segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bambanglipuro. Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku.

Pada Rabu (27/5/2026), petugas mendatangi rumah DT di wilayah Godean dan mengamankannya tanpa perlawanan.

“Setelah dilakukan interogasi, pelaku inisial DT mengakui perbuatanya yaitu melakukan penipuan pompa air merek Honda 3 inch warna merah dengan pemilik asli Jihad,” jelas Rita.

Dalam pemeriksaan, DT mengaku pompa air hasil penipuannya telah dijual kepada orang lain dengan harga Rp750 ribu.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut, antara lain satu unit sepeda motor, satu setel pakaian, dan sepasang sepatu boots.

Sementara itu, penyidik masih terus mendalami motif yang melatarbelakangi aksi pelaku.

“Terkait motif, masih dalam penyelidikan,” tutup Rita. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|