Progres Perkuatan Tebing Sungai Aek Panjaitan Tapteng Capai 41,4 Persen, Dinas SDA Pastikan Selesai Sesuai Jadwal

6 hours ago 3

TAPTENG – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mempercepat pengerjaan perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Progres pekerjaan yang bersumber dari transfer ke Daerah (TKD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 tersebut telah mencapai 41,4 persen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, mengatakan perkembangan pekerjaan di lapangan menunjukkan tren positif dan masih berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Pengerjaan tebing Sungai Aek Panjaitan menunjukkan tren positif. Semuanya sesuai skedul,” ujar Gibson saat memberikan keterangan, Kamis (10/9).

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, Gibson didampingi Kabid Pelayanan Jaringan Sumber Air Dinas SDA Sumut, Suyetno, turun langsung meninjau lokasi proyek.

Dalam peninjauan tersebut, keduanya melihat secara langsung proses pemasangan sheetpile baja sebagai bagian dari upaya memperkuat tebing sungai sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat gerusan air.

Gibson memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan. Meski demikian, ia meminta pihak pelaksana meningkatkan jumlah personel agar pengerjaan dapat terus digenjot dan dituntaskan tepat waktu.

“Kita minta peningkatan personel supaya progres pekerjaan terus optimal dan pekerjaan ini tidak melewati tahun anggaran,” tegasnya.

Menurut Gibson, pekerjaan perkuatan Sungai Aek Panjaitan tidak hanya mencakup pemasangan sheetpile. Proyek tersebut juga meliputi kegiatan normalisasi sungai sebagai bagian dari penanganan infrastruktur sumber daya air di kawasan tersebut.

“Pekerjaan meliputi pemasangan sheetpile dan normalisasi Sungai Aek Panjaitan,” sebut Gibson.

Gibson menjelaskan, proyek perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan menjadi salah satu program yang mendapat perhatian Pemprov Sumut dalam upaya pemulihan kondisi Tapanuli Tengah pascabencana.

Infrastruktur sungai menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat mengingat kawasan tersebut sebelumnya terdampak bencana pada November 2025.

Perkuatan tebing diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitar sungai, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas warga yang sempat terganggu akibat bencana.

“Pengerjaan ini menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam pemulihan pascabencana, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman banjir setelah bencana pada November 2025,” kata Gibson.

Ia mengungkapkan, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution sebelumnya juga telah meninjau langsung lokasi pengerjaan proyek tersebut pada April 2026.

Menurut Gibson, kunjungan tersebut menunjukkan besarnya perhatian Pemprov Sumut terhadap penanganan infrastruktur di Tapanuli Tengah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi.

“Pak Gubernur pada April 2026 pernah meninjau pengerjaan proyek ini. Beliau menjadikan proyek ini salah satu atensi untuk Tapanuli Tengah, agar aktivitas masyarakat usai bencana kembali normal,” pungkasnya.

Dengan progres yang kini mencapai 41,4 persen, Dinas SDA Sumut memastikan pekerjaan akan terus dipantau dan dipercepat. Penambahan personel di lapangan juga diharapkan mampu menjaga ritme pekerjaan sehingga target penyelesaian dapat tercapai tanpa melewati batas Tahun Anggaran 2026.(san/azw)

TAPTENG – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mempercepat pengerjaan perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Progres pekerjaan yang bersumber dari transfer ke Daerah (TKD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 tersebut telah mencapai 41,4 persen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, mengatakan perkembangan pekerjaan di lapangan menunjukkan tren positif dan masih berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Pengerjaan tebing Sungai Aek Panjaitan menunjukkan tren positif. Semuanya sesuai skedul,” ujar Gibson saat memberikan keterangan, Kamis (10/9).

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, Gibson didampingi Kabid Pelayanan Jaringan Sumber Air Dinas SDA Sumut, Suyetno, turun langsung meninjau lokasi proyek.

Dalam peninjauan tersebut, keduanya melihat secara langsung proses pemasangan sheetpile baja sebagai bagian dari upaya memperkuat tebing sungai sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat gerusan air.

Gibson memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan. Meski demikian, ia meminta pihak pelaksana meningkatkan jumlah personel agar pengerjaan dapat terus digenjot dan dituntaskan tepat waktu.

“Kita minta peningkatan personel supaya progres pekerjaan terus optimal dan pekerjaan ini tidak melewati tahun anggaran,” tegasnya.

Menurut Gibson, pekerjaan perkuatan Sungai Aek Panjaitan tidak hanya mencakup pemasangan sheetpile. Proyek tersebut juga meliputi kegiatan normalisasi sungai sebagai bagian dari penanganan infrastruktur sumber daya air di kawasan tersebut.

“Pekerjaan meliputi pemasangan sheetpile dan normalisasi Sungai Aek Panjaitan,” sebut Gibson.

Gibson menjelaskan, proyek perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan menjadi salah satu program yang mendapat perhatian Pemprov Sumut dalam upaya pemulihan kondisi Tapanuli Tengah pascabencana.

Infrastruktur sungai menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat mengingat kawasan tersebut sebelumnya terdampak bencana pada November 2025.

Perkuatan tebing diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitar sungai, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas warga yang sempat terganggu akibat bencana.

“Pengerjaan ini menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam pemulihan pascabencana, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman banjir setelah bencana pada November 2025,” kata Gibson.

Ia mengungkapkan, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution sebelumnya juga telah meninjau langsung lokasi pengerjaan proyek tersebut pada April 2026.

Menurut Gibson, kunjungan tersebut menunjukkan besarnya perhatian Pemprov Sumut terhadap penanganan infrastruktur di Tapanuli Tengah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi.

“Pak Gubernur pada April 2026 pernah meninjau pengerjaan proyek ini. Beliau menjadikan proyek ini salah satu atensi untuk Tapanuli Tengah, agar aktivitas masyarakat usai bencana kembali normal,” pungkasnya.

Dengan progres yang kini mencapai 41,4 persen, Dinas SDA Sumut memastikan pekerjaan akan terus dipantau dan dipercepat. Penambahan personel di lapangan juga diharapkan mampu menjaga ritme pekerjaan sehingga target penyelesaian dapat tercapai tanpa melewati batas Tahun Anggaran 2026.(san/azw)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|