JAYAPURA-Dalam upaya penyebarluasan informasi kebijakan dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Tolikara, Pemkab Tolikara kembali menjalin kerjasama dengan sejumlah media massa. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MoU dengan pimpinan media massa, antara lain Cenderawasih Pos, TVRI, Jaya TV, CV Dany Production House dan Opsi id.
Penandatanganan MoU yang digelar di Aula Graha Pena Papua, Selasa (31/3) tadi malam, dihadiri langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos. Acara juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara, Dr. Yosua Noak Duw, Ketua TP PKK Kabupaten Tolikara Ny. Elisabeth F. Wandik yang juga Kepala Baperinda Kabupaten Tolikara, serta Kepada Dinas Komdigi Tolikara Derwes Jikwa.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Komdigi Derwes Jikwa mengungkapkan bahwa penandatanganan kerjasama Pemkab Tolikara dengan pimpinan media ini, merupakan yang kedua kalinya di bawah pimpinan Bupati Willem Wandik.
“Kami menjalin kerjasama dengan beberapa media massa ini untuk penyebarluasan informasi kegiatan pembangunan yang dijalankan di Kabupaten Tolikara, agar masyarakat mengetahui kebijakan dan program pembangunan yang sudah dilaksanakan di Tolikara,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tolikara Willem Wandik, S. Sos memberikan apresiasi kepada sejumlah media massa yang selama ini sudah bekerja sama dan membantu Pemkab Tolikara dalam publikasi kegiatan pembangunan di Tolikara.
Menurut Bupati, penandatanganan MoU ini juga jadi sarana untuk jaga silaturahmi dengan pimpinan dan awak media.
“Puji syukur kepada Tuhan kita bisa hadir untuk melakukan penandatanganan MoU ini, semoga ke depan bisa terus ditingkatkan dan berjalan lancar,” ujarnya.
Bupati mengaku Pemkab Tolikara terbuka untuk menerima kritikan atau masukan demi kemajuan pembangunan di Tolikara. Namun di satu sisi, kritikan yang tidak disertai data yang akurat, bisa menjadi fitnah yang berbahaya. Oleh karena itu, diharapkan peran media massa ini untuk bisa membantu meluruskan informasi yang tidak benar yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami harapkan media massa ini bisa membantu Pemkab Tolikara meluruskan informasi, atau mengkonter fitnah dengan berita yang benar,” ujar Bupati Willem Wandik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara, Dr. Yosua Noak Duw menambahkan bahwa tipe masyarakat di Kabupaten Tolikara ini, ada yang suka membaca, tapi ada juga yang hanya suka mendengar atau menonton. Oleh karena itu, kerjasama ini selain dengan media cetak juga dengan media elektronik, baik RRI maupuan TVRI.
“Saya harapkan semua kegiatan pimpinan daerah ini bisa diback up untuk diinformasikan atau diberitakan kepada publik. “ujarnya.
Diakui Sekda, bahwa peran media massa ini sangat penting untuk meluruskan informasi yang tidak benar. Karena itu, salah satu tujuan kerjasama dengan media ini adalah untuk menyikapi informasi yang tidak tepat yang berkembang di masyarakat, agar bisa diluruskan.
“Tidak boleh ada pembiaran informasi yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan beredar di tengah masyarakat, karena ini bisa berbahaya,” tandasnya.
JAYAPURA-Dalam upaya penyebarluasan informasi kebijakan dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Tolikara, Pemkab Tolikara kembali menjalin kerjasama dengan sejumlah media massa. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MoU dengan pimpinan media massa, antara lain Cenderawasih Pos, TVRI, Jaya TV, CV Dany Production House dan Opsi id.
Penandatanganan MoU yang digelar di Aula Graha Pena Papua, Selasa (31/3) tadi malam, dihadiri langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos. Acara juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara, Dr. Yosua Noak Duw, Ketua TP PKK Kabupaten Tolikara Ny. Elisabeth F. Wandik yang juga Kepala Baperinda Kabupaten Tolikara, serta Kepada Dinas Komdigi Tolikara Derwes Jikwa.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Komdigi Derwes Jikwa mengungkapkan bahwa penandatanganan kerjasama Pemkab Tolikara dengan pimpinan media ini, merupakan yang kedua kalinya di bawah pimpinan Bupati Willem Wandik.
“Kami menjalin kerjasama dengan beberapa media massa ini untuk penyebarluasan informasi kegiatan pembangunan yang dijalankan di Kabupaten Tolikara, agar masyarakat mengetahui kebijakan dan program pembangunan yang sudah dilaksanakan di Tolikara,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tolikara Willem Wandik, S. Sos memberikan apresiasi kepada sejumlah media massa yang selama ini sudah bekerja sama dan membantu Pemkab Tolikara dalam publikasi kegiatan pembangunan di Tolikara.
Menurut Bupati, penandatanganan MoU ini juga jadi sarana untuk jaga silaturahmi dengan pimpinan dan awak media.
“Puji syukur kepada Tuhan kita bisa hadir untuk melakukan penandatanganan MoU ini, semoga ke depan bisa terus ditingkatkan dan berjalan lancar,” ujarnya.
Bupati mengaku Pemkab Tolikara terbuka untuk menerima kritikan atau masukan demi kemajuan pembangunan di Tolikara. Namun di satu sisi, kritikan yang tidak disertai data yang akurat, bisa menjadi fitnah yang berbahaya. Oleh karena itu, diharapkan peran media massa ini untuk bisa membantu meluruskan informasi yang tidak benar yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami harapkan media massa ini bisa membantu Pemkab Tolikara meluruskan informasi, atau mengkonter fitnah dengan berita yang benar,” ujar Bupati Willem Wandik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara, Dr. Yosua Noak Duw menambahkan bahwa tipe masyarakat di Kabupaten Tolikara ini, ada yang suka membaca, tapi ada juga yang hanya suka mendengar atau menonton. Oleh karena itu, kerjasama ini selain dengan media cetak juga dengan media elektronik, baik RRI maupuan TVRI.
“Saya harapkan semua kegiatan pimpinan daerah ini bisa diback up untuk diinformasikan atau diberitakan kepada publik. “ujarnya.
Diakui Sekda, bahwa peran media massa ini sangat penting untuk meluruskan informasi yang tidak benar. Karena itu, salah satu tujuan kerjasama dengan media ini adalah untuk menyikapi informasi yang tidak tepat yang berkembang di masyarakat, agar bisa diluruskan.
“Tidak boleh ada pembiaran informasi yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan beredar di tengah masyarakat, karena ini bisa berbahaya,” tandasnya.


















































