Sekolah Rakyat di Kulon Progo Rampung Dikebut, Siap Beroperasi Mulai Juli 2026

18 hours ago 9
Ilustrasi / freepik

KULON PROGO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski tahun ajaran baru 2026/2027 tinggal menghitung pekan, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, diklaim telah memasuki tahap akhir dan siap digunakan untuk menerima peserta didik mulai Juli mendatang.
Optimisme itu disampaikan Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), yang menyebut seluruh fasilitas utama pendidikan dan penunjang kini telah disiapkan.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Haryo Satriyawan, memastikan kompleks Sekolah Rakyat di Lendah siap beroperasi bersamaan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
“SR DIY di Lendah, Kulon Progo siap menyambut peserta didik untuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027,” kata Haryo, Minggu (21/6/2026).
Sekolah Rakyat di Lendah dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan sistem asrama yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA. Konsep boarding school tersebut ditujukan untuk memberikan lingkungan belajar yang lebih terkontrol sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Menurut Haryo, berbagai sarana telah disiapkan untuk menunjang operasional sekolah. Selain ruang belajar dan asrama siswa, tersedia pula asrama guru, gedung serbaguna, rumah tamu, tempat ibadah, kantin, hingga fasilitas olahraga.
“Kami juga membangun dapur umum, lapangan upacara, serta lapangan olahraga yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelesaian proyek tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang terlibat selama proses pembangunan, termasuk ribuan pekerja yang dikerahkan agar proyek dapat selesai sesuai target waktu.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Semoga kehadiran SR di sini mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan pemberdayaan sumber daya lokal,” jelas Haryo.
Di sisi lain, minat masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kulon Progo dari Kementerian Sosial telah melakukan penjangkauan untuk menjaring calon peserta didik yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Ketua Tim PKH Kulon Progo, Sulir, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 285 calon peserta didik yang menyatakan minat untuk bergabung di Sekolah Rakyat. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA.
“Paling banyak peminatnya untuk jenjang SMP dan SMA, dari kuota 90 anak untuk tiap jenjang ada lebih dari 100 calon pelajar yang tertarik,” ungkap Sulir.
Program Sekolah Rakyat sendiri diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera, khususnya yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Kelompok inilah yang menjadi sasaran utama dalam proses penjangkauan dan rekrutmen peserta didik. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|