Memaknai Perayaan Minggu Palma, Refleksi Iman di Tengah Sukacita dan Penderitaan
Mengawali perayaan pekan suci, Umat Katolik di seluruh dunia termasuk di Kota Jayapura merayakan Minggu Palma, Minggu (29/3). Selain diwarnai perarakan, Minggu Palam ini juga dibacakan kisah sengsara yang panjang, mulai dari penangkapan hingga penyaliban dan kematian Yesus Kristus di Kayu Salib, yang membawa untuk perenungan iman yang mendalam.
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura
Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai perayaan Misa Minggu Palma di Stasi St. Agustinus Entrop, Minggu (29/3). Ratusan umat katolik mengikuti perarakan daun palma sebagai simbol penyambutan Yesus Kristus yang memasuki Yerusalem, sekaligus menjadi awal dari rangkaian Pekan Suci.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, umat hadir sejak pagi sambil membawa daun palma sebagai simbol kemenangan dan penyambutan Yesus di Yerusalem. Daun-daun tersebut kemudian diberkati dengan percikan air suci oleh Pastor yang memimpin misa.
Perayaan diawali dengan doa di depan gereja, dilanjutkan dengan perarakan masuk yang dimeriahkan lagu Yerusalem, Lihatlah Rajamu, sambil umat melambaikan daun palma.
Perarakan berlangsung tertib dan penuh sukacita, menghidupkan kembali kisah Injil tentang sorak sorai umat yang menyambut Yesus sebagai Raja saat masuk ke Kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, tersimpan makna mendalam tentang penderitaan yang akan dialami-Nya. Orang-orang yang sebelumnya, menyambut Yesus sebagai seorang raja, begitu mudah berubah menghujat, menyiksa dan menyalibkan Yesus di kayu Salib.
Perayaan Misa Minggu Palma di Stasi Agustinus Entrop dipimpin oleh Pastor Agon Rusmaji, OFM. Dalam homilinya, Pastor Agon mengajak umat untuk tidak hanya larut dalam suasana sukacita, tetapi juga merenungkan perjalanan Yesus menuju penderitaan hingga wafat di kayu salib.
Oleh karena itu, umat diharapkan untuk ikut ambil bagian dalam penderitaan-Nya serta membawa Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari dan membagikan kasih kepada sesama sesuai dengan panggilan masing-masing.
Memaknai Perayaan Minggu Palma, Refleksi Iman di Tengah Sukacita dan Penderitaan
Mengawali perayaan pekan suci, Umat Katolik di seluruh dunia termasuk di Kota Jayapura merayakan Minggu Palma, Minggu (29/3). Selain diwarnai perarakan, Minggu Palam ini juga dibacakan kisah sengsara yang panjang, mulai dari penangkapan hingga penyaliban dan kematian Yesus Kristus di Kayu Salib, yang membawa untuk perenungan iman yang mendalam.
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura
Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai perayaan Misa Minggu Palma di Stasi St. Agustinus Entrop, Minggu (29/3). Ratusan umat katolik mengikuti perarakan daun palma sebagai simbol penyambutan Yesus Kristus yang memasuki Yerusalem, sekaligus menjadi awal dari rangkaian Pekan Suci.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, umat hadir sejak pagi sambil membawa daun palma sebagai simbol kemenangan dan penyambutan Yesus di Yerusalem. Daun-daun tersebut kemudian diberkati dengan percikan air suci oleh Pastor yang memimpin misa.
Perayaan diawali dengan doa di depan gereja, dilanjutkan dengan perarakan masuk yang dimeriahkan lagu Yerusalem, Lihatlah Rajamu, sambil umat melambaikan daun palma.
Perarakan berlangsung tertib dan penuh sukacita, menghidupkan kembali kisah Injil tentang sorak sorai umat yang menyambut Yesus sebagai Raja saat masuk ke Kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, tersimpan makna mendalam tentang penderitaan yang akan dialami-Nya. Orang-orang yang sebelumnya, menyambut Yesus sebagai seorang raja, begitu mudah berubah menghujat, menyiksa dan menyalibkan Yesus di kayu Salib.
Perayaan Misa Minggu Palma di Stasi Agustinus Entrop dipimpin oleh Pastor Agon Rusmaji, OFM. Dalam homilinya, Pastor Agon mengajak umat untuk tidak hanya larut dalam suasana sukacita, tetapi juga merenungkan perjalanan Yesus menuju penderitaan hingga wafat di kayu salib.
Oleh karena itu, umat diharapkan untuk ikut ambil bagian dalam penderitaan-Nya serta membawa Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari dan membagikan kasih kepada sesama sesuai dengan panggilan masing-masing.


















































