Setelah Viral dan Diprotes, Jalan Randublatung-Cepu Dapat Rp 5,2 Miliar, Tapi Hanya untuk 500 Meter

21 hours ago 10

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ruas jalan Randublatung-Cepu yang belakangan menjadi sorotan publik akan mendapatkan penanganan melalui APBD Tahun 2026. Untuk proyek tersebut, disiapkan anggaran sebesar Rp 5,276 miliar.

Meski demikian, besarnya nilai anggaran itu menuai perhatian karena dalam perhitungan awal hanya mampu menangani sekitar 500 meter ruas jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan angka tersebut masih berupa kalkulasi awal. Menurutnya, masih ada peluang panjang jalan yang diperbaiki bertambah setelah dilakukan penghitungan teknis secara lebih rinci.

“Namun, itu hitungan awal, nanti akan kami kaji lagi dengan menghitung secara optimal agar jalan yang bisa diaspal lebih panjang antara 600 meter hingga 700 meter,” ujar Henggar, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, rancangan awal pekerjaan tidak hanya berupa pengaspalan. Dalam desain semula, jalan juga akan diperlebar masing-masing 50 sentimeter di sisi kanan dan kiri menggunakan konstruksi beton.

Selain pelebaran, lapisan aspal yang direncanakan juga menggunakan metode overlay dua lapis sehingga kebutuhan anggaran menjadi lebih besar.

Menurut Henggar, faktor lain yang turut membebani biaya adalah kenaikan harga material aspal yang saat ini mencapai lebih dari Rp 2,1 juta per meter kubik.

“Kondisi itu mempengaruhi kami (termasuk dalam proyek Randublatung-Cepu), maka rapat terakhir kami memilih tidak usah pelebaran dulu, tapi aspal overlay sebanyak dua lapis,” bebernya.

Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang bahwa anggaran proyek tersebut diambil dari pos pembangunan jalan lain. Henggar menegaskan dana tersebut memang telah dialokasikan secara khusus dalam APBD Tahun 2026.

Saat ini proses pengadaan proyek mulai dipersiapkan dan lelang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Namun ia belum dapat memastikan kapan seluruh tahapan tender akan selesai.

“Soal tender dealnya kapan, saya belum bisa ngomong, karena itu pengaruhnya banyak,” ucapnya.

Di sisi lain, kekecewaan warga terhadap kondisi jalan Randublatung-Cepu tampaknya belum mereda. Muncul rencana aksi lanjutan berupa penanaman pohon pisang massal jilid dua yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (4/6/2026).

Menanggapi rencana tersebut, Henggar memilih bersikap terbuka. Ia mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasi, namun berharap aksi dilakukan tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Misal tetap mau melakukan hal itu silahkan saja, jangan sampai kegiatan itu menganggu arus lalu lintas,” ungkapnya.

Seperti diketahui, persoalan jalan Randublatung-Cepu sebelumnya ramai diperbincangkan setelah pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Kudus menjadi viral di media sosial.

Saat itu, Luthfi menjawab permintaan bantuan perbaikan jalan yang disampaikan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini dengan menekankan pentingnya penentuan prioritas pembangunan berdasarkan dampak ekonomi yang dihasilkan.

“Lha awakdewe yen bangun dalan (kita dalam membangun jalan) tidak memberikan efek kepada masyarakat tidak ada gunanya. Jadi kita harus milih dan milah, begitu kita bangun jalan ini ada enggak efek domino ekonomi,” ujar Luthfi.

Pernyataan tersebut memicu reaksi sebagian warga Blora yang kemudian melakukan aksi simbolik dengan menanam pohon pisang di tengah jalan rusak serta memberikan kartu kuning kepada gubernur sebagai bentuk kritik terhadap lambannya penanganan infrastruktur di wilayah tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|