Tampilan halaman web resmi pendaftaran Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah (muktamarts.unimus.ac.id). Sistem ini disiapkan khusus oleh panitia untuk memproses verifikasi data delegasi domestik dan luar negeri, serta penjaringan calon formatur secara terintegrasi dan paperless.SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Panitia Pelaksana Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah terus ngebut mempersiapkan urusan administrasi. Memasuki fase krusial dua bulan menjelang acara, panitia memastikan bahwa seluruh proses pendaftaran peserta kali ini bakal bermigrasi penuh ke sistem digital (paperless).
Langkah modernisasi ini diambil untuk mempermudah koordinasi sekaligus memastikan akurasi data ribuan utusan yang akan hadir di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada 6-9 Agustus 2026 mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar XVI, Wiwaha Aji Santosa, menyampaikan bahwa sistem pendaftaran berbasis web ini sengaja dirancang agar proses registrasi menjadi lebih praktis, cepat, dan ramah lingkungan.
“Kita ingin bergerak lebih modern. Melalui sistem digital ini, seluruh berkas mandat dari Pimpinan Wilayah (Pimwil), Pimpinan Daerah (Pimda), hingga Perwakilan Wilayah Luar Negeri (PWLN) cukup diunggah melalui satu pintu. Tidak ada lagi tumpukan berkas fisik yang merepotkan,” ujar Wiwaha saat memberikan keterangan di kampus Unimus, Sabtu (13/6/2026).
Jaminan Keamanan Data dari Panitia Pusat
Senada dengan hal tersebut, Organizing Committee (OC) Pimpinan Pusat Tapak Suci, Rony Syaifullah, menekankan bahwa transisi ke sistem digital ini sudah dipertimbangkan matang-matang. Apalagi, sistem ini harus mengonsolidasikan ribuan delegasi dari dalam negeri sekaligus luar negeri secara bersamaan.
“Sistem ini menjadi kunci untuk menyatukan data seluruh delegasi kita. Jadi tidak hanya mempermudah utusan internasional dari 12 Perwakilan Wilayah Luar Negeri (PWLN) saja, tetapi juga menyaring ribuan data utusan domestik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke,” jelas Rony.
Mantan pesilat nasional ini juga menambahkan bahwa penerapan teknologi ini menjadi bukti nyata keseriusan Tapak Suci dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang mandiri dan modern, sesuai dengan visi tema muktamar tahun ini.
“Melalui sistem online ini, panitia pusat bisa langsung memverifikasi keabsahan mandat peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri secara riil dan cepat. Kita ingin sistem administrasi kita naik kelas,” imbuh Rony.
Lini Masa Terukur, Kartu E-ID, dan Penjaringan Calon Formatur Baru
Lebih lanjut, Rony memaparkan terkait jadwal pengisian data serta penggunaan teknologi kartu identitas digital yang akan diterapkan sepanjang perhelatan berlangsung. Gerbang registrasi digital melalui situs resmi muktamarts.unimus.ac.id kini sudah dibuka secara intensif.
“Kami memberikan tenggat waktu pengisian data diri dan unggahan berkas kepesertaan hingga tanggal 6 Juli 2026. Lini masa ini harus diperhatikan betul oleh seluruh operator wilayah agar tidak ada delegasi yang terlewat,” kata Rony mengingatkan.
Menariknya, Rony mengungkapkan bahwa fase administrasi ini tidak hanya sebatas mendata identitas fisik peserta, melainkan juga berjalan beriringan dengan proses krusial penjaringan calon formatur Pimpinan Pusat Tapak Suci untuk masa bakti 2026-2031. Berdasarkan Surat Edaran Panitia Pemilihan Nomor 009/PAN.MUKTAMARXVI/A/V/2026, usulan nama-nama calon pemimpin masa depan juga tengah dihimpun secara ketat.
“Sembari kita mendata peserta yang masuk, tim Panitia Pemilihan di bawah ketua H.M. Shiddiq juga mulai bekerja. Mereka sedang memeriksa dan menyeleksi nama-nama calon formatur yang diajukan oleh Anggota Tanwir,” urai Rony.
Nantinya, dari seluruh usulan yang masuk dan lolos verifikasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), akan disaring menjadi 27 nama calon tetap. Forum Muktamar XVI di Semarang kemudian akan memilih 9 orang formatur terbaik yang bertugas menyusun kepengurusan Pimpinan Pusat yang baru.
Untuk mendukung mobilitas yang tinggi selama proses pemilihan dan persidangan tersebut, setiap peserta resmi yang lolos verifikasi akan dibekali kartu identitas elektronik (E-ID Card) khusus yang dilengkapi dengan QR Code unik.
“Kartu dengan QR Code ini fungsinya sangat vital. Bukan cuma sekadar tanda pengenal biasa, tapi juga menjadi akses masuk otomatis ke area persidangan di Unimus sekaligus sistem pemindaian kehadiran elektronik di setiap sesi sidang pleno maupun komisi pemilihan,” pungkas pakar sosiologi olahraga tersebut.
Di akhir keterangannya, panitia pelaksana kembali mengimbau kepada seluruh jajaran pengurus daerah yang belum merampungkan proses registrasi agar segera menyelesaikan validasi data sebelum batas waktu berakhir. Langkah proaktif ini sangat diperlukan agar tim teknis di Semarang bisa segera memfinalisasi kebutuhan logistik, akomodasi, serta Muktamar Kit secara presisi. (*)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

14 hours ago
5















































