Usai Harga Pertamax Melonjak, Pertamina Jamin Stok Pertalite Aman dan Tak Terganggu

3 hours ago 6
Ilustrasi SPBU. | pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga ribuan rupiah per liter memunculkan kekhawatiran akan terjadinya pergeseran konsumsi masyarakat ke Pertalite. Di tengah potensi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Pertalite di seluruh Indonesia dalam kondisi aman dan mencukupi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menegaskan distribusi Pertalite ke seluruh jaringan SPBU tetap berjalan normal sesuai penugasan yang diberikan pemerintah.

Menurutnya, perusahaan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di berbagai daerah untuk mengantisipasi perubahan pola konsumsi masyarakat setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

“Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” kata Roberth dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, Pertamina memiliki kemampuan untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus melakukan langkah cepat apabila dibutuhkan tambahan distribusi di wilayah tertentu. Kesiapan tersebut didukung jaringan infrastruktur energi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Roberth menambahkan, penyaluran BBM subsidi tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya masing-masing.

“Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan tugas penyaluran energi dengan optimal serta memastikan ketersediaan Pertalite bagi masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keputusan Pertamina menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan harga tersebut memicu spekulasi adanya perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke Pertalite yang hingga kini masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mempertimbangkan kenaikan harga minyak dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Simon, lonjakan harga yang mencapai sekitar 32 persen tersebut telah dihitung dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat,” ujar Simon dalam keterangan video yang diunggah melalui akun resmi Pertamina, Kamis (11/6/2026). [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|