Pesan Wali Kota Soal Renovasi Gereja GKI Karmel Skow Yambe
JAYAPURA – Wali Kota Jayapura Abisai Rollo yang juga merupakan Ondoafi, resmi dilantik sebagai Ketua Panitia Renovasi Atap Gedung Gereja Jemaat GKI Karmel Skow Yambe. Prosesi pelantikan berlangsung dalam ibadah yang khidmat di gedung gereja setempat dan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Jemaat, Olua F. Mayor, Minggu (29/3).
Pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan pembentukan panitia renovasi yang dibacakan oleh Sekretaris Jemaat di hadapan seluruh jemaat yang hadir. Dalam prosesi itu, para anggota panitia inti maju ke depan altar untuk diteguhkan, sementara anggota lainnya mengikuti dari tempat duduk masing-masing dalam suasana penuh kekhusyukan.
Dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia, Abisai Rollo menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan bukan sekadar tugas organisasi, melainkan panggilan iman yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
“Hari ini kita dilantik. Ini adalah tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada saya sebagai ketua dan kepada seluruh bapak ibu dalam panitia. Mari kita bekerja dengan rasa takut akan Tuhan, khususnya dalam mengelola tanggung jawab ini, sehingga semuanya dapat dilakukan dengan tulus dan ikhlas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dan kebersamaan dalam menjalankan tugas, agar proses renovasi dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi jemaat.
Gedung Gereja GKI Karmel Skow Yambe sendiri memiliki sejarah panjang bagi Abisai Rollo.
Abisai Rollo mengaku pernah terlibat sebagai bagian dari panitia pembangunan gereja tersebut sejak tahun 2010 hingga diresmikan pada 14 September 2014. Setelah lebih dari satu dekade digunakan, kondisi atap gereja dinilai sudah memerlukan pembaruan guna menunjang kenyamanan jemaat dalam beribadah.
Menurutnya, renovasi ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan iman jemaat. “Kita ingin membangun rumah Tuhan yang nyaman. Tetapi lebih dari itu, mari kita isi rumah Tuhan ini dengan kehadiran kita dalam ibadah. Walaupun sibuk, sempatkanlah diri untuk datang beribadah dan datang tepat waktu,” pesannya kepada jemaat.
Ibadah pelantikan tersebut mengangkat tema “Kasih Kristus Memulihkan Kegagalan Iman”, dengan pembacaan Alkitab dari Markus 14:66–72 dan 1 Petrus 2:5. Suasana ibadah berlangsung penuh khidmat namun juga dipenuhi sukacita, mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan jemaat terhadap rencana renovasi gereja.
Pesan Wali Kota Soal Renovasi Gereja GKI Karmel Skow Yambe
JAYAPURA – Wali Kota Jayapura Abisai Rollo yang juga merupakan Ondoafi, resmi dilantik sebagai Ketua Panitia Renovasi Atap Gedung Gereja Jemaat GKI Karmel Skow Yambe. Prosesi pelantikan berlangsung dalam ibadah yang khidmat di gedung gereja setempat dan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Jemaat, Olua F. Mayor, Minggu (29/3).
Pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan pembentukan panitia renovasi yang dibacakan oleh Sekretaris Jemaat di hadapan seluruh jemaat yang hadir. Dalam prosesi itu, para anggota panitia inti maju ke depan altar untuk diteguhkan, sementara anggota lainnya mengikuti dari tempat duduk masing-masing dalam suasana penuh kekhusyukan.
Dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia, Abisai Rollo menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan bukan sekadar tugas organisasi, melainkan panggilan iman yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
“Hari ini kita dilantik. Ini adalah tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada saya sebagai ketua dan kepada seluruh bapak ibu dalam panitia. Mari kita bekerja dengan rasa takut akan Tuhan, khususnya dalam mengelola tanggung jawab ini, sehingga semuanya dapat dilakukan dengan tulus dan ikhlas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dan kebersamaan dalam menjalankan tugas, agar proses renovasi dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi jemaat.
Gedung Gereja GKI Karmel Skow Yambe sendiri memiliki sejarah panjang bagi Abisai Rollo.
Abisai Rollo mengaku pernah terlibat sebagai bagian dari panitia pembangunan gereja tersebut sejak tahun 2010 hingga diresmikan pada 14 September 2014. Setelah lebih dari satu dekade digunakan, kondisi atap gereja dinilai sudah memerlukan pembaruan guna menunjang kenyamanan jemaat dalam beribadah.
Menurutnya, renovasi ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan iman jemaat. “Kita ingin membangun rumah Tuhan yang nyaman. Tetapi lebih dari itu, mari kita isi rumah Tuhan ini dengan kehadiran kita dalam ibadah. Walaupun sibuk, sempatkanlah diri untuk datang beribadah dan datang tepat waktu,” pesannya kepada jemaat.
Ibadah pelantikan tersebut mengangkat tema “Kasih Kristus Memulihkan Kegagalan Iman”, dengan pembacaan Alkitab dari Markus 14:66–72 dan 1 Petrus 2:5. Suasana ibadah berlangsung penuh khidmat namun juga dipenuhi sukacita, mencerminkan semangat kebersamaan dan dukungan jemaat terhadap rencana renovasi gereja.


















































