Komisi IV DPRD Sragen Panggil Direksi PT. Combine Will Industrial Indonesia (CWII) soal kegaduhan rekrutmen buruh harus buka baju dan celana serta PHK buruh besar-besaran di gedung dewan pada Senin Senin (4/5/2026) Foto: Huri YantoSRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kado hari buruh di Sragen beberapa hari lalu menyita perhatian masyarakat luas, pasalnya dalam May Day 2026 sebanyak 849 buruh di PHK.
Dimana aksi pemutusan kerja buruh pabrik mainan PT. Combine Will Industrial Indonesia (CWII) beralamat di Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah langsung mendapat protes keras dari sejumlah buruh karena perjuangan masuk di pabrik tersebut tidak manusiawi.
Setalah viral dan mendapatkan kritik keras dari masyarakat dan buruh yang di PHK, mendapat informasi tersebut
Komisi IV DPRD Sragen langsung memanggil direksi pabrik untuk dimintai penjelasan akibat kegaduhan tersebut.
Aroma busuk dan tidak manusiawi ketenagakerjaan di PT CWII akhirnya dibongkar habis-habisan di meja legislatif. Suasana sempat menyulut emosi dewan lantaran pihak HRD yang paling bertanggung jawab justru mangkir dari sidang dan audensi yang digelar di gedung dewan.
Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Giyamto, tak mampu menahan kegeramannya setelah menerima banyak aduan masyarakat dan bukti-bukti ketidak manusiawi selama proses rekrutmen buruh yakni diminta buka baju dan celana yang menyisakan celana dalam saja.
“HRD ini kurang ajar. Laki-laki (pelamar) kok dilihat perempuan, begitu juga sebaliknya perempuan diperlakukan yang sama dengan pelamar kerja laki laki. Harus diperbaiki! Ada tata budaya dan etika yang harus dijaga,” kata Giyamto pada Senin (4/5/2026).
Ironisnya, badai PHK ini menghantam para buruh tepat saat mereka berharap mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Giyamto menilai pola PHK menjelang Lebaran ini adalah lagu lama yang terus berulang dan sangat tidak manusiawi.
Persoalan PT CWII ternyata merembet ke masalah aset. Giyamto membongkar dugaan pelanggaran izin penggunaan lahan. Ia menyebut parkiran pabrik di wilayah Karangmalang itu diduga menggunakan tanah milik BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) yang seharusnya tidak boleh dibangun.
“Saya tidak mau tahu, itu pabrik Anda, tapi parkirnya di lahan yang dilarang,” tegasnya.
Dewan meminta pihak perusahaan menghadirkan HRD dalam pertemuan selanjutnya agar duduk perkara menjadi terang benderang. PT CWII berjanji akan melakukan evaluasi total, namun bagi ratusan buruh yang sudah kehilangan pekerjaan, janji itu dirasa terlambat.
“Harus utamakan warga Sragen. Jangan asal PHK, mereka butuh makan,” tegas Giyamto saat di ruang sidang pemanggilan pihak pabrik CWII Masaran.
Sementara itu, di hadapan dewan, Direktur PT CWII, Ken Kwok, yang baru menjabat November 2025 lalu, mengaku terkejut. Pria asal Hong Kong itu mengeklaim manajemen puncak tidak mengetahui adanya prosedur pemeriksaan fisik yang melampaui batas tersebut.
“SOP seperti itu tidak ada dan tidak diperbolehkan. Kami selama ini tidak menyentuh urusan HRD yang dikelola pihak lokal,” dalihnya melalui penerjemah.
Pembelaan datang dari tim poliklinik perusahaan, Ninik Nurcholis. Ia berdalih pemeriksaan fisik dilakukan di ruang tertutup untuk mengecek bekas operasi, penyakit kulit, hingga tato.
Terkait isu petugas laki-laki yang mengecek pelamar perempuan, Ninik beralasan hal itu terjadi secara darurat karena petugas perempuan sedang mendampingi istri melahirkan. “Saya juga sudah tua,” bebernya.
Tak hanya soal rekrutmen, persoalan hak buruh juga menjadi sorotan tajam. Anggota Komisi IV, Tono, mewanti-wanti agar perusahaan tidak lepas tangan.
“Jangan sampai habis manis sepah dibuang. Sudah kerja, lalu di-PHK tanpa pesangon,” sindirnya.
Kepala Disnaker Sragen, Rina Wijaya, menegaskan akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak). Selain mengecek kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya akan menelusuri dokumen kompensasi. Pasalnya, ada indikasi pekerja diminta menandatangani surat pernyataan pelepasan hak ganti rugi.
“Pekerja yang kontraknya habis memang tidak bisa klaim (ganti rugi), tapi yang di-PHK harus mendapatkan haknya,” ujarnya. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 hours ago
3

















































