Waduh! Penumpang KA Ketinggalan Barang 1,16 Miliar

4 hours ago 3
Kereta apiBrankas barang tertinggal di stasiun kereta api. Dok. KAI Daop 6

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jangan buru-buru turun dari kereta sebelum memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Sepanjang Semester I 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menemukan 1.075 barang yang tertinggal di kereta maupun area layanan stasiun.

Nilainya tidak sedikit. Jika seluruh barang temuan tersebut dihitung, total nilainya mencapai Rp1.166.434.000 atau lebih dari Rp1,16 miliar.

Catatan KAI Daop 6 menunjukkan, dari 1.075 barang temuan selama Januari hingga Juni 2026, terdiri dari 32 barang berupa makanan, 677 barang biasa, dan 376 barang berharga.

Dari keseluruhan temuan tersebut, sebanyak 1.065 barang telah selesai ditangani sesuai prosedur. Sementara masih terdapat 10 barang yang proses penghapusannya belum selesai.

Lebih jauh, sebanyak 743 barang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Sebanyak tiga barang dilakukan pemusnahan, sedangkan 319 barang lainnya diserahkan kepada pihak terkait, yakni Dinas Sosial dan Kepolisian, sesuai ketentuan yang berlaku.

Barang yang tertinggal bukan persoalan sepele. Di antara barang-barang yang ditemukan terdapat kategori barang berharga yang jika dijumlahkan dengan keseluruhan temuan memiliki nilai lebih dari Rp1 miliar.

Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa kebiasaan sederhana seperti memeriksa kembali kursi, bagasi, bawah meja, maupun area sekitar sebelum turun dari kereta menjadi sangat penting.

Terlebih, jumlah barang tertinggal pada Semester I 2026 mengalami lonjakan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Semester I 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 636 barang tertinggal. Angka tersebut meningkat menjadi 1.075 barang pada Semester I 2026.

Artinya, jumlah barang temuan bertambah 69,03 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Namun, peningkatan jumlah barang tidak diikuti kenaikan nilai total barang. Pada Semester I 2025, total nilai barang temuan mencapai Rp1.358.173.000, sedangkan pada Semester I 2026 tercatat Rp1.166.434.000.

Dengan demikian, nilai barang temuan turun sekitar 14,12 persen atau sekitar Rp191,739 juta.

Di sisi lain, ada perkembangan positif dalam hal penyelesaian pengelolaan barang temuan.

Pada Semester I 2025, persentase barang yang berhasil diambil pemilik tercatat sebesar 95,60 persen. Sementara pada Semester I 2026, KAI Daop 6 mencatat 99,07 persen barang telah selesai dalam proses pengelolaannya.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 3,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan layanan Lost and Found menjadi bagian dari pelayanan KAI kepada pelanggan, termasuk ketika pelanggan mengalami masalah karena barang tertinggal.

“Layanan Lost and Found merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada perjalanan pelanggan, tetapi juga memastikan barang yang tertinggal dapat ditangani secara aman, tertib, dan sesuai prosedur. Pada Semester I 2026, sebanyak 99,07 persen barang temuan telah kami selesaikan proses pengelolaannya,” ujar Feni dalam keterangan persnya, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, meningkatnya jumlah barang yang ditemukan juga menjadi pengingat bagi pelanggan agar lebih teliti terhadap barang bawaan masing-masing.

Terlebih ketika kereta tiba di stasiun tujuan, penumpang biasanya langsung bergegas turun untuk melanjutkan perjalanan. Dalam kondisi tersebut, barang kecil maupun barang yang diletakkan di tempat yang tidak terlihat sering kali terlupakan.

Feni mengimbau pelanggan melakukan pemeriksaan sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun.

“Kami mengimbau pelanggan untuk selalu melakukan pengecekan kembali terhadap barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan stasiun, khususnya barang berharga seperti telepon seluler, dompet, tas, dokumen, dan barang elektronik. Apabila ada barang yang tertinggal, pelanggan dapat segera melapor kepada petugas KAI atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk proses tindak lanjut sesuai prosedur Lost and Found,” tambahnya.

Layanan Lost and Found menjadi salah satu mekanisme yang disiapkan KAI untuk menangani barang pelanggan yang ditemukan petugas.

Setiap barang yang ditemukan tidak langsung diberikan kepada pihak lain. Petugas melakukan pencatatan dan pengelolaan berdasarkan jenis serta ketentuan yang berlaku.

Proses tersebut menjadi penting karena barang yang ditemukan bisa memiliki nilai ekonomi tinggi maupun nilai pribadi bagi pemiliknya. Dokumen, telepon seluler, dompet, tas, perangkat elektronik hingga barang lainnya dapat menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pelanggan.

Karena itu, KAI Daop 6 Yogyakarta terus mengoptimalkan peran petugas di stasiun maupun sepanjang perjalanan kereta untuk menemukan dan mengamankan barang yang tertinggal.

Dari 1.075 barang yang ditemukan sepanjang Semester I 2026, sebanyak 743 barang akhirnya kembali kepada pemilik.

Sementara barang yang tidak dapat dikembalikan ditangani sesuai prosedur. Sebagian diserahkan kepada pihak terkait dan sebagian lainnya dapat dimusnahkan apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.

Bagi KAI, proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan administrasi barang temuan. Ada aspek kepercayaan pelanggan yang ikut dipertaruhkan.

Feni menegaskan bahwa kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan transportasi kereta api.

“Kepercayaan pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi kami. Karena itu, kami terus memastikan setiap barang yang ditemukan mendapatkan penanganan yang tepat. Kami berharap melalui sinergi antara pelanggan dan petugas, jumlah barang tertinggal dapat semakin diminimalkan dan semakin banyak barang yang berhasil kembali kepada pemiliknya,” tutup Feni.

Data tersebut memberikan satu pesan sederhana bagi pengguna kereta api: jangan menganggap pemeriksaan barang bawaan sebagai hal sepele.

Sebab, dari 1.075 kasus barang tertinggal yang tercatat KAI Daop 6 Yogyakarta dalam enam bulan pertama 2026, nilai keseluruhannya mencapai lebih dari Rp1,16 miliar.

Sebelum pintu kereta terbuka dan penumpang melangkah turun, ada baiknya berhenti sejenak untuk memeriksa kembali kursi, bagasi, rak penyimpanan, lantai, serta area sekitar tempat duduk.

Satu menit untuk mengecek barang bawaan bisa menyelamatkan barang berharga sekaligus menghindarkan pelanggan dari kerepotan mencari kembali barang yang tertinggal. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|