Warga Medan Menjerit Harga Sembako Naik, Salman Alfarisi Desak Gubsu dan Wali Kota Bertindak

16 hours ago 8

Tingginya harga bahan pokok kembali menjadi keluhan utama masyarakat Kota Medan. Dalam kegiatan Reses III Tahun Sidang II Wakil Ketua DPRD Sumut H. Salman Alfarisi, Lc, MA di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Selasa (19/5/2026), warga menyampaikan keresahan akibat harga kebutuhan pokok yang terus melonjak.

Mewakili masyarakat yang hadir, Sunaryadi mengatakan kenaikan harga sembako semakin memberatkan masyarakat kecil. Ia berharap pemerintah memperbanyak pelaksanaan operasi pasar murah agar warga dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Sekarang harga bahan-bahan pokok semakin tinggi sehingga tak terjangkau masyarakat. Kalau bisa diperbanyak operasi pasar murah untuk warga,” ujarnya.

Warga menyebut kenaikan harga sangat terasa dalam beberapa bulan terakhir. Harga beras medium di sejumlah pasar tradisional kini berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram. Sementara harga telur ayam ras mencapai Rp30.000–32.000 per kilogram, minyak goreng kemasan menyentuh Rp20.000–22.800 per liter, dan cabai merah sempat menembus Rp55.000–70.000 per kilogram.

Menanggapi aspirasi tersebut, Salman Alfarisi meminta Gubernur Sumatera Utara dan Wali Kota Medan mengambil langkah lebih serius untuk menekan harga kebutuhan pokok di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

Menurut politisi PKS itu, stabilitas harga pangan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sehingga dibutuhkan intervensi nyata agar lonjakan harga tidak terus membebani masyarakat.

“Operasi pasar murah memang salah satu solusi efektif untuk membantu masyarakat sekaligus mengendalikan harga di pasaran. Namun pola pelaksanaannya harus tepat agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Salman bahkan mengusulkan agar pelaksanaan pasar murah tidak lagi dipusatkan di lingkungan atau kelurahan, melainkan langsung digelar di pasar tradisional.

“Bahkan saya pernah mengusulkan bahwa lokasi pasar murah jangan di kelurahan atau lingkungan, justru di pasar-pasar yang ada. Karena hal tersebut lebih dapat menekan harga jual di pasar,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kota Medan lebih aktif mengawasi distribusi bahan pokok agar pasokan tetap lancar dan harga dapat dikendalikan.

Pernyataan Salman langsung mendapat sambutan positif dari warga yang hadir. Sejumlah masyarakat menilai pasar murah yang digelar langsung di pasar tradisional akan lebih efektif mempengaruhi harga jual pedagang sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang sulit. (ila)

Tingginya harga bahan pokok kembali menjadi keluhan utama masyarakat Kota Medan. Dalam kegiatan Reses III Tahun Sidang II Wakil Ketua DPRD Sumut H. Salman Alfarisi, Lc, MA di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Selasa (19/5/2026), warga menyampaikan keresahan akibat harga kebutuhan pokok yang terus melonjak.

Mewakili masyarakat yang hadir, Sunaryadi mengatakan kenaikan harga sembako semakin memberatkan masyarakat kecil. Ia berharap pemerintah memperbanyak pelaksanaan operasi pasar murah agar warga dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Sekarang harga bahan-bahan pokok semakin tinggi sehingga tak terjangkau masyarakat. Kalau bisa diperbanyak operasi pasar murah untuk warga,” ujarnya.

Warga menyebut kenaikan harga sangat terasa dalam beberapa bulan terakhir. Harga beras medium di sejumlah pasar tradisional kini berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram. Sementara harga telur ayam ras mencapai Rp30.000–32.000 per kilogram, minyak goreng kemasan menyentuh Rp20.000–22.800 per liter, dan cabai merah sempat menembus Rp55.000–70.000 per kilogram.

Menanggapi aspirasi tersebut, Salman Alfarisi meminta Gubernur Sumatera Utara dan Wali Kota Medan mengambil langkah lebih serius untuk menekan harga kebutuhan pokok di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

Menurut politisi PKS itu, stabilitas harga pangan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sehingga dibutuhkan intervensi nyata agar lonjakan harga tidak terus membebani masyarakat.

“Operasi pasar murah memang salah satu solusi efektif untuk membantu masyarakat sekaligus mengendalikan harga di pasaran. Namun pola pelaksanaannya harus tepat agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Salman bahkan mengusulkan agar pelaksanaan pasar murah tidak lagi dipusatkan di lingkungan atau kelurahan, melainkan langsung digelar di pasar tradisional.

“Bahkan saya pernah mengusulkan bahwa lokasi pasar murah jangan di kelurahan atau lingkungan, justru di pasar-pasar yang ada. Karena hal tersebut lebih dapat menekan harga jual di pasar,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kota Medan lebih aktif mengawasi distribusi bahan pokok agar pasokan tetap lancar dan harga dapat dikendalikan.

Pernyataan Salman langsung mendapat sambutan positif dari warga yang hadir. Sejumlah masyarakat menilai pasar murah yang digelar langsung di pasar tradisional akan lebih efektif mempengaruhi harga jual pedagang sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang sulit. (ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|