PONOROGO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dunia pendidikan terus bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi. Di saat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah berbagai sektor, SMK Negeri 2 Ponorogo memilih tidak hanya menjadi penonton. Sekolah vokasi ini justru mengambil langkah lebih cepat dengan membekali seluruh guru dan tenaga kependidikan agar mampu memanfaatkan AI secara cerdas, efektif, dan bertanggung jawab.
Sebanyak 132 guru dan tenaga kependidikan (GTK) mengikuti Diklat Optimalisasi Deep Learning dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Pelayanan Prima yang digelar di Aula SMKN 2 Ponorogo, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi strategi sekolah untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan pelayanan kepada peserta didik di tengah derasnya transformasi digital.
Bukan sekadar mengenalkan teknologi, pelatihan ini dirancang agar para pendidik benar-benar mampu mengintegrasikan AI ke dalam proses belajar mengajar. Berbagai platform kecerdasan buatan seperti Gemini hingga sejumlah AI tools lainnya diperkenalkan sebagai pendamping kerja guru dalam menyusun modul ajar, perangkat pembelajaran, bahan ajar, asesmen, hingga membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan industri modern.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut peserta didik tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, mampu berkolaborasi, dan piawai memecahkan berbagai persoalan nyata.
Pelaksanaan diklat dibagi menjadi dua kelompok agar materi yang diterima lebih tepat sasaran.
🟢 Guru mendapatkan materi:
✓ Optimalisasi Deep Learning berbasis AI
✓ Pemanfaatan Gemini dan berbagai AI tools pendidikan
✓ Penyusunan perangkat ajar modern
✓ Pengembangan asesmen berbasis teknologi
✓ Strategi pembelajaran yang lebih efektif
🔵 Tenaga kependidikan memperoleh materi:
✓ Pelayanan prima sebagai budaya kerja
✓ Peningkatan kualitas layanan administrasi sekolah
✓ Penguatan etika pelayanan kepada siswa dan masyarakat
✓ Profesionalisme dalam mendukung pendidikan vokasi
Pelatihan tersebut menghadirkan berbagai narasumber dan pejabat pendidikan, di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Maskun, S.Pd., M.M., Koordinator Pengawas SMK Sumarwan, S.T., M.M.T., Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Denianto, S.H., Pengawas Sekolah Dr. Mujiono, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite Sekolah Dr. Syarifan Nurjan, M.A., serta jajaran manajemen sekolah.
Pada sesi utama, Dr. Mujiono menjelaskan bagaimana AI dapat menjadi mitra guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat konsep deep learning, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa memahami materi secara mendalam, mampu menganalisis, berpikir kritis, berinovasi, hingga menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan.
Pendekatan tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang kini semakin mengutamakan kemampuan adaptasi dibanding sekadar hafalan materi.
Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto, M.Pd. menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan vokasi.
Ia berharap seluruh peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar maupun pelayanan kepada peserta didik.
Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya memiliki fasilitas yang baik, tetapi juga harus didukung sumber daya manusia yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Komite SMKN 2 Ponorogo Dr. Syarifan Nurjan, M.A. Ia menilai konsep deep learning kini menjadi salah satu isu penting dalam transformasi pendidikan Indonesia.
Karena itu, ia menyambut positif langkah sekolah yang mulai menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi dengan dukungan teknologi AI. Harapannya, lulusan SMKN 2 Ponorogo memiliki keahlian yang benar-benar sesuai bidangnya sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Komite sekolah juga menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program peningkatan kompetensi guru karena diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Maskun, S.Pd., M.M. memberikan apresiasi atas iklim kerja yang kondusif di SMKN 2 Ponorogo.
“Selama saya bertugas di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Alhamdulillah SMKN 2 Ponorogo hampir tidak pernah menghadapi persoalan yang berarti. Kondisi yang kondusif seperti ini harus terus dijaga melalui komunikasi yang baik dan kebersamaan seluruh warga sekolah,” katanya.
Menurutnya, suasana kerja yang harmonis menjadi modal penting untuk melahirkan sekolah unggul yang mampu terus berkembang.
Ia mengingatkan bahwa guru harus terus belajar, berinovasi, menghasilkan karya yang berdampak, dan mampu mengikuti perkembangan kurikulum maupun teknologi digital.
Maskun juga menekankan filosofi yang kini menjadi semangat dunia pendidikan, yaitu guru bertumbuh, murid berdampak. Dengan guru yang terus meningkatkan kompetensinya, perubahan positif akan dirasakan langsung oleh peserta didik, baik dari sisi karakter maupun kemampuan akademik.
Selain penguasaan teknologi, pelayanan kepada siswa, orang tua, dan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Guru dan tenaga kependidikan didorong bekerja secara profesional, memberikan pelayanan terbaik, serta menjadi teladan di lingkungan sekolah.
Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, para GTK juga diingatkan agar bijak memanfaatkan ruang digital sekaligus terus mendorong lahirnya berbagai inovasi sekolah, termasuk melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang menjadi salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Melalui pelatihan ini, SMKN 2 Ponorogo memperlihatkan kesiapannya menghadapi era pendidikan berbasis teknologi. Perpaduan antara pemanfaatan Artificial Intelligence, penguatan konsep deep learning, serta budaya pelayanan prima diharapkan mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

20 hours ago
10


















































