KKN UNS Bersama FMIPA Bekali Warga Mojosongo Kelola TOGA Jadi Produk Herbal Bernilai Jual

13 hours ago 10
Ketua Tim Pengabdian PKM HGR FMIPA UNS, Dr. Apt. Rita Rakhmawati, S.Farm., M.Si., memberikan edukasi mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada warga Tawangsari, Mojosongo, Surakarta. Kegiatan kolaborasi bersama Tim KKN UNS itu mendorong pemanfaatan TOGA sebagai produk herbal bernilai guna dan bernilai jual | Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang selama ini identik sebagai tanaman pelengkap di pekarangan rumah didorong menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui pendampingan yang memadukan edukasi kesehatan, teknik budidaya, hingga kewirausahaan, warga RW 34 Dukuhan Kendal, Dusun Tawangsari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta dibekali keterampilan mengolah TOGA menjadi produk herbal bernilai jual.

Program tersebut merupakan kolaborasi Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Group Research (PKM HGR) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS bidang Natural Product Pharmacy. Kegiatan mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Tanaman Obat Keluarga menjadi Produk Herbal Bernilai Guna.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Apt. Rita Rakhmawati, S.Farm., M.Si., menjelaskan bahwa program tersebut difokuskan pada pemberdayaan kelompok ibu rumah tangga dan kader kesehatan sebagai ujung tombak peningkatan kesehatan sekaligus ekonomi keluarga.

“Kami ingin agar masyarakat, khususnya ibu-ibu di Tawangsari, memiliki pemahaman yang komprehensif. Mulai dari cara menanam yang praktis, penggunaan herbal yang aman, hingga bagaimana mengemas produk tersebut agar memiliki nilai jual,” ujarnya.

Peserta tengah mempraktikkan teknik budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada kegiatan pendampingan Tim KKN UNS dan Tim PKM HGR FMIPA UNS di Tawangsari, Mojosongo, Surakarta. Praktik tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan TOGA sebagai tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai jual | Foto: Istimewa

Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan dengan teknik budidaya TOGA yang praktis dan dapat diterapkan meski memiliki lahan terbatas. Metode tersebut mendapat respons positif dari warga karena dinilai mudah dipraktikkan di lingkungan permukiman.

Sekretaris RW 34, Edi, mengaku pelatihan tersebut memberikan solusi bagi warga yang ingin memanfaatkan pekarangan sempit untuk menanam tanaman herbal.

“Jujur kami sangat senang. Teknik ini ternyata mudah, praktis, tampak cantik, dan benar-benar tidak membutuhkan banyak lahan. Sangat cocok diterapkan di pekarangan rumah kami yang sempit,” katanya.

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan edukasi kepada warga mengenai penggunaan herbal yang aman pada ibu hamil, Lansia, dan Balita dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Tawangsari, Mojosongo, Surakarta. Kegiatan yang berkolaborasi dengan Tim PKM HGR FMIPA UNS tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan tanaman obat secara aman dan tepat | Foto: Istimewa

Selain mengajarkan teknik budidaya, tim gabungan mahasiswa KKN dan dosen FMIPA UNS juga memberikan edukasi mengenai penggunaan obat tradisional secara aman dan tepat. Masyarakat diingatkan agar tidak mengonsumsi herbal secara sembarangan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan balita. Warga juga diminta selalu memperhatikan aturan penggunaan serta dosis yang rasional.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta memperoleh pelatihan kewirausahaan berbasis produk herbal lokal. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan baku yang higienis, proses pengemasan, pencatatan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran digital.

Salah seorang pemateri, Bilqish, mengatakan kualitas produk dan kemasan menjadi faktor penting agar produk herbal mampu bersaing di pasaran.

“Kunci agar produk herbal kita bisa bersaing di pasaran adalah kualitas produksi dan kemasan yang informatif. Warga juga kami latih memanfaatkan smartphone untuk memotret produk dan memasarkannya melalui media sosial agar jangkauan pembelinya lebih luas,” ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, Tim KKN UNS dan PKM HGR FMIPA UNS berharap masyarakat tidak hanya semakin memahami manfaat TOGA bagi kesehatan keluarga, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi produk herbal yang memiliki nilai tambah ekonomi. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) serta SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|