242 Siswa dan Guru SMKN 1 Jatiroto Diduga Keracunan Massal Usai Santap Menu MBG, Sampel Makanan Langsung Dibawa ke Lab DKK Wonogiri!

8 hours ago 5
KeracunanPendataan kasus dugaan keracunan di SMKN 1 Jatiroto Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Geger dugaan keracunan massal terjadi di SMKN 1 Jatiroto, Kecamatan Jatiroto Wonogiri. Sebanyak 235 murid dan 7 guru dilaporkan mengalami sakit perut dan diare setelah diduga mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG 1 Jatiroto pada Rabu, 6 Mei 2026.

Peristiwa ini langsung menjadi perhatian setelah pada Kamis, 7 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, Kepala SPPG 1 Jatiroto Richard Hedy Pratama melaporkan adanya dugaan keracunan tersebut kepada pihak terkait. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke SMKN 1 Jatiroto oleh unsur Forkopimcam dan tenaga kesehatan.

Dalam pengecekan tersebut hadir Camat Jatiroto Miran, anggota Koramil, Polsek Jatiroto, Kepala Puskesmas Jatiroto dr Agung, Kepala SPPG 1 Jatiroto, hingga pihak sekolah beserta para guru.

Dari hasil pendataan sementara, total ada 242 orang terdiri dari 235 siswa dan 7 guru yang mengalami keluhan sakit perut disertai diare sejak Rabu sore, 6 Mei 2026. Dugaan sementara, kondisi itu muncul setelah mereka menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Menu makanan yang dikonsumsi para siswa dan guru saat itu meliputi:

• Nasi putih
Bakwan sayur
• Buah kelengkeng
Mie goreng ayam lada hitam
• Oseng tempe dan teri

Petugas kesehatan pun bergerak cepat melakukan penanganan dan pendataan terhadap seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala. Tim dari Puskesmas Jatiroto juga langsung mengambil sampel makanan MBG dari tempat penyimpanan di SPPG 1 Jatiroto.

Tak hanya itu, sampel feses dari beberapa siswa yang mengalami diare juga turut diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Meski ratusan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan, kondisi mereka saat ini dilaporkan masih stabil dan tetap dapat mengikuti aktivitas belajar seperti biasa di sekolah. Hingga kini belum ada informasi mengenai korban yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Namun demikian, sumber pasti penyebab dugaan keracunan massal tersebut masih belum dapat dipastikan. Pihak kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri untuk memastikan apakah gejala diare dan sakit perut itu benar dipicu oleh menu MBG atau faktor lainnya.

Kasus ini pun memicu perhatian masyarakat Jatiroto dan Wonogiri karena melibatkan ratusan pelajar dalam satu sekolah. Banyak warga berharap hasil laboratorium segera keluar agar penyebab kejadian bisa diketahui secara pasti dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|