3 Mantan Kader PDIP Solo Login ke PSI, Fx Rudy: Mereka Ga Ada Artinya bagi PDIP

2 weeks ago 17
Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menanggapi santai tiga mantan kadernya yang menyebrang atau log in ke PSI. Menurutnya, kader-kader yang memang lahir dari PDIP tidak akan keluar dari partai.

“Wah, itulah yang namanya PDI Perjuangan. Jadi, mulai PDI sampai PDI Perjuangan. Kalau orang yang dari PDI jadi PDI Perjuangan pasti tidak akan berpindah ke partai politik. Karena paham betul tentang ideologi partai,” ungkapnya, Senin, (11/08/2025) malam.

Menurut Rudy, bila mereka benar-benar kader PDIP, maka akan tetap berjiwa PDIP sekalipun akan dibunuh. Namun, menurutnya, ada tujuan lain untuk meraih sesuatu di organisasi politik.

“Lah dari situlah kalau orang yang sudah berkiprah di situ dibunuh pun tetap PDI perjuangan. Nah, sehingga kalau yang seperti itu dia tujuan utamanya adalah bagaimana bisa meraih sesuatu di sebuah organisasi partai politik,” terangnya

Rudy lantas menceritakan bahwa salah satu eks kader PDIP, Ginda Ferachtriawan. Dirinya dapat menjadi kader PDIP karena meraih penghargaan dari ayahnya.

“Jadi nggak ada, kita nggak pernah khawatir dengan siapapun yang keluar dari PDI Perjuangan karena belum paham betul tentang ideologi partai ya, Mbak Mega saja sudah menyampaikan yang tidak suka dengan PDI Perjuangan silakan out keluar,” ungkapnya.

“Apalagi melanggar aturan-aturan dari partai itu sendiri. Perintah ketua umum tidak dilaksanakan itu sama saja pengkhianatan,” sambungnya.

Rudy lantas mengungkit peran tiga eks kader yakni Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto yang tidak melakukan perintah ketua umum, Megawati Soekarnoputri dalam Pilkada 2024.

“Lah kalau si Ginda mengirim surat pengunduran diri sudah kita terima. Lah ngapain. Karena dia juga tidak melakukan perintah ketua umum kok. (Di Pilkada kemarin?) Iya. (Tiga-tiganya juga, Pak?) Iya, tiga-tiganya,” ucapnya.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut ketiga mantan kader itu tidak masuk dalam struktur partai. Meskipun, ketiganya pernah menjadi anggota DPRD Solo.

“Belum (jadi struktur partai?) DPC belum. PAC aja hanya sebagai pengurus dan juga enggak jarang hadir untuk si saudara Ginda. Kalau Wawan itu hanya sebatas pengurus ranting saja selesai. Nggak dipilih lagi berarti kan tidak punya integritas dan tidak punya kredibilitas,” paparnya.

“(Diah) sama dia itu juga bukan siapa-siapa. Dia kita jadikan anggota DPRD itu saya yang menyelesaikan segala sesuatunya dan itulah yang namanya orang yang tidak tahu diri gitu saja, bagi saya. (Surat pengunduran diri ayah diterima?) Silakan dikirim ke saya namun surat pemecatan sudah kita kirim ke DPP Partai,” sambungnya.

Dirinya juga menyebut bahwa ketiganya tidak ada artinya bagi PDIP Solo. Bahkan, ia yakin meski kehilangan tiga kader tidak akan menggerus suara dari PDIP.

“Kalau saya bertiga itu nggak ada artinya kok untuk di PDI perjuangan. (Menggerus suara partai?) Nggak, karena satu, punya masalah semua itu,” pungkasnya. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|