MEDAN– Suasana haru dan syukur menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan saat 359 jamaah dan petugas haji Kelompok Terbang (Kloter) 07 Debarkasi Medan kembali menginjakkan kaki di Tanah Air usai menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Selasa (9/6/2026).
Rombongan yang terdiri dari 354 jemaah dan lima petugas kloter itu tiba di Bandara Internasional Kualanamu sekitar pukul 10.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan ke Asrama Haji Medan dan mengikuti prosesi penerimaan resmi. Kehadiran para dhuyufurrahman disambut hangat keluarga, pemerintah daerah, serta jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Data PPIH mencatat, jamaah Kloter 7 didominasi asal Kabupaten Asahan sebanyak 235 orang, disusul Kota Medan 116 orang, Kabupaten Deliserdang dua orang, dan Kabupaten Labuhanbatu satu orang. Mereka terdiri dari 147 jemaah laki-laki dan 212 perempuan.
Acara penyambutan turut dihadiri Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan sekaligus Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, Bupati Asahan Rianto, serta sejumlah pejabat dan unsur penyelenggara haji lainnya.
Dalam sambutannya, Zulkifli Sitorus mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan selamat. Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Asahan yang terus mendampingi jemaah sejak proses keberangkatan hingga kepulangan.
“Alhamdulillah, bapak dan ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Selamat datang dan selamat kembali ke Tanah Air. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kehidupan bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.
Namun demikian, Zulkifli mengingatkan bahwa perjalanan spiritual seorang muslim tidak berhenti setelah pulang dari Makkah dan Madinah. Menurutnya, kemabruran haji justru diuji ketika jemaah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk mempertahankan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci, mulai dari memperbanyak zikir, menjaga silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial hingga memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Empat puluh hari di Tanah Suci merupakan proses pembelajaran spiritual yang sangat berharga. Haji yang mabrur akan terlihat dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke kampung halaman. Jadilah teladan yang membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Ketua PPIH juga mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Evaluasi tersebut, katanya, akan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
Sebagai bentuk apresiasi kepada petugas yang mendampingi jamaah selama di Arab Saudi, PPIH bersama Bupati Asahan melakukan penyematan selempang penghargaan kepada Ketua Kloter, Abdul Rahman Munir Aritonang, dan Dokter Kloter, Kamila Agita Sari.
Selain prosesi penyambutan, para jamaah juga mendapatkan edukasi kesehatan pasca-haji dari Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK). Jamaah diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga asupan gizi, menggunakan masker jika mengalami gangguan pernapasan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk, pilek, atau diare.
PPIH juga mencatat satu jamaah asal Kabupaten Asahan, Muhammad Yusuf Siregar, belum dapat kembali bersama rombongan karena alasan kesehatan.
Dengan selesainya proses distribusi bagasi dan pengaturan kepulangan ke daerah masing-masing, rangkaian penerimaan Kloter 7 Debarkasi Medan Tahun 1447 H/2026 M resmi ditutup. (mag-2/ila)
MEDAN– Suasana haru dan syukur menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan saat 359 jamaah dan petugas haji Kelompok Terbang (Kloter) 07 Debarkasi Medan kembali menginjakkan kaki di Tanah Air usai menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Selasa (9/6/2026).
Rombongan yang terdiri dari 354 jemaah dan lima petugas kloter itu tiba di Bandara Internasional Kualanamu sekitar pukul 10.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan ke Asrama Haji Medan dan mengikuti prosesi penerimaan resmi. Kehadiran para dhuyufurrahman disambut hangat keluarga, pemerintah daerah, serta jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Data PPIH mencatat, jamaah Kloter 7 didominasi asal Kabupaten Asahan sebanyak 235 orang, disusul Kota Medan 116 orang, Kabupaten Deliserdang dua orang, dan Kabupaten Labuhanbatu satu orang. Mereka terdiri dari 147 jemaah laki-laki dan 212 perempuan.
Acara penyambutan turut dihadiri Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan sekaligus Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, Bupati Asahan Rianto, serta sejumlah pejabat dan unsur penyelenggara haji lainnya.
Dalam sambutannya, Zulkifli Sitorus mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan selamat. Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Asahan yang terus mendampingi jemaah sejak proses keberangkatan hingga kepulangan.
“Alhamdulillah, bapak dan ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Selamat datang dan selamat kembali ke Tanah Air. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kehidupan bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.
Namun demikian, Zulkifli mengingatkan bahwa perjalanan spiritual seorang muslim tidak berhenti setelah pulang dari Makkah dan Madinah. Menurutnya, kemabruran haji justru diuji ketika jemaah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk mempertahankan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci, mulai dari memperbanyak zikir, menjaga silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial hingga memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Empat puluh hari di Tanah Suci merupakan proses pembelajaran spiritual yang sangat berharga. Haji yang mabrur akan terlihat dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke kampung halaman. Jadilah teladan yang membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Ketua PPIH juga mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Evaluasi tersebut, katanya, akan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
Sebagai bentuk apresiasi kepada petugas yang mendampingi jamaah selama di Arab Saudi, PPIH bersama Bupati Asahan melakukan penyematan selempang penghargaan kepada Ketua Kloter, Abdul Rahman Munir Aritonang, dan Dokter Kloter, Kamila Agita Sari.
Selain prosesi penyambutan, para jamaah juga mendapatkan edukasi kesehatan pasca-haji dari Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK). Jamaah diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga asupan gizi, menggunakan masker jika mengalami gangguan pernapasan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk, pilek, atau diare.
PPIH juga mencatat satu jamaah asal Kabupaten Asahan, Muhammad Yusuf Siregar, belum dapat kembali bersama rombongan karena alasan kesehatan.
Dengan selesainya proses distribusi bagasi dan pengaturan kepulangan ke daerah masing-masing, rangkaian penerimaan Kloter 7 Debarkasi Medan Tahun 1447 H/2026 M resmi ditutup. (mag-2/ila)

12 hours ago
11

















































