Tun DR H. Rahmat Shah kembali mendapatkan amanah untuk memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut tahun 2026-2031. Tokoh nasional yang pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini dipilih Musyawarah Provinsi ke-12 PMI Sumut.
Dalam musyawarah juga menetapkan tim formatur yang akan menyusun pengurus lengkap PMI Sumut periode lima tahun kedepan. Tim formatur terdiri ketua terpilih, ketua PMI Langkat, ketua PMI Labuhanbatu dan ketua PMI Medan.
Musyawarah provinsi ke-12 di Ballroom Hotel Grand Mercure Medan pada 23-24 Juli 2026 ini dibuka Gubsu diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprovsu Drs. H. Basarin Yunus Tanjung, M.Si dan Ketua Umum PMI Pusat diwakili H. Sasongko Tedjo, S.E, M.M yang ditandai dengan pemukulan gong.
Musyawarah dihadiri Forkopimda Sumut, pengurus PMI Banten, PMI Sumut beserta PMI kabupaten/kota di Sumut, kepala Basarnas Sumut, Dandim 0201/Medan, tokoh agama, tokoh pendidikan, perusahaan mitra PMI Sumut, organisasi kepemudaan dan keagamaan serta relawan PMI.
Dukungan terhadap Tun DR H. Rahmat Shah untuk kembali memimpin PMI Sumut terlihat saat awal pembukaan musyawarah provinsi tersebut. “Lanjutkan kepemimpinan Pak Rahmat Shah,” berungkali menggema di ballroom hotel terkemuka di Medan.
Dukungan ini begitu nyata. Apalagi para peserta secara langsung menyaksikan vidio berbagai program kerja PMI Sumut periode 2021-2026 terutama dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 dan bencana banjir yang melanda delapan kabupaten maupun kota di Sumut serta daerah lainnya di Aceh dan Sumbar.
Peserta musyawarah juga mengapresiasi vidio berisi profil Tun DR H. Rahmat Shah yang memiliki kedekatan dengan sejumlah pemimpin dunia dan para presiden Indonesia. Diputarkan juga aktivitas Tun DR H. Rahmat Shah dalam berbagai aktivitas kemanusiaan, pelestarian alam, olahraga dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Dipaparkan juga secara detail terkait jenis layanan operasi kemanusiaan PMI Sumut oleh pengurus PMI Sumut Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, M.M. Dalam kesempatan ini juga diberikan kepada sejumlah elemen dan donatur yang mendukung kegiatan PMI.
Gubernur mengapresiasi pelayanan kemanusiaan yang dilaksanakan PMI Sumut dalam tanggap bencana selama ini. Pelayanan kemanusiaan diberikan tanpa memandang latar belakang. “Operasi tanggap darurat yang dilaksanakan PMI Sumut saat terjadi bencana alam baru-baru ini membuktikan jika nilai-nilai kemanusiaan masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Pemprovsu untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam tanggap bencana,” katanya.
Pemberian penghargaan terhadap mitra relawan, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa bantuan sekecil apapun sangat berarti bagi yang membutuhkan. Begitu juga kemandirian diyakini membuat PMI Sumut semakin kuat. “Pemerintah provinsi akan menelusuri bantuan untuk PMI Sumut, Namun, mengingat efisiensi anggaran yang diterapkan beberapa tahun belakangan, kemungknan jumlahnya berkurang,” tuturnya.
Kabid PMR dan Relawan PMI Pusat Sasongko Tedjo, S.E, M.M memberi apresiasi atas pelaksanaan Musprov yang tepat waktu. Hal ini membuktikan tata pengelolaan organisasi yang baik di PMI Sumut. “Musprov tidak hanya memilih ketua, juga sebagai evaluasi dan penyempurnaan dar program kerja yang telah dilaksanakan,” jelasnya.
Saat ini, tambah ketua bidang, PMI telah membentuk komite audit sebagai pertanggungjawaban terhadap bantuan-bantuan yang diterima selama ini benar-benar telah disalurkan dengan tepat.
Kepada awak media, Tun DR Rahmat Shah menyampaikan kesiapan mengemban kepercayaan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara khususnya Sumut melalui kemanusiaan. Ia bertekad akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dilaksanakan selama ini. “Kalau ada hal-hal baru perlu perhatian, saya bantu. Kira-kira yang tidak bermakna, bermanfaat, kita tinggalkan. Kita kerahkan PMI di kabupaten/kota untuk berbuat yang lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia menyambut baik rencana Pemprovsu memberi bantuan kepada PMI Sumut sebagai bentuk kebersamaan dalam membangun Sumut. “Berapa aja (jumlah bantuan) itu kan tanda kebersamaan saja. Kalau harus dikurangi, kurangi, bukan masalah. Tetapi ada untuk menunjukkan kepedulian bersama,” pungkasnya. (dmp)
Tun DR H. Rahmat Shah kembali mendapatkan amanah untuk memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut tahun 2026-2031. Tokoh nasional yang pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini dipilih Musyawarah Provinsi ke-12 PMI Sumut.
Dalam musyawarah juga menetapkan tim formatur yang akan menyusun pengurus lengkap PMI Sumut periode lima tahun kedepan. Tim formatur terdiri ketua terpilih, ketua PMI Langkat, ketua PMI Labuhanbatu dan ketua PMI Medan.
Musyawarah provinsi ke-12 di Ballroom Hotel Grand Mercure Medan pada 23-24 Juli 2026 ini dibuka Gubsu diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprovsu Drs. H. Basarin Yunus Tanjung, M.Si dan Ketua Umum PMI Pusat diwakili H. Sasongko Tedjo, S.E, M.M yang ditandai dengan pemukulan gong.
Musyawarah dihadiri Forkopimda Sumut, pengurus PMI Banten, PMI Sumut beserta PMI kabupaten/kota di Sumut, kepala Basarnas Sumut, Dandim 0201/Medan, tokoh agama, tokoh pendidikan, perusahaan mitra PMI Sumut, organisasi kepemudaan dan keagamaan serta relawan PMI.
Dukungan terhadap Tun DR H. Rahmat Shah untuk kembali memimpin PMI Sumut terlihat saat awal pembukaan musyawarah provinsi tersebut. “Lanjutkan kepemimpinan Pak Rahmat Shah,” berungkali menggema di ballroom hotel terkemuka di Medan.
Dukungan ini begitu nyata. Apalagi para peserta secara langsung menyaksikan vidio berbagai program kerja PMI Sumut periode 2021-2026 terutama dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 dan bencana banjir yang melanda delapan kabupaten maupun kota di Sumut serta daerah lainnya di Aceh dan Sumbar.
Peserta musyawarah juga mengapresiasi vidio berisi profil Tun DR H. Rahmat Shah yang memiliki kedekatan dengan sejumlah pemimpin dunia dan para presiden Indonesia. Diputarkan juga aktivitas Tun DR H. Rahmat Shah dalam berbagai aktivitas kemanusiaan, pelestarian alam, olahraga dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Dipaparkan juga secara detail terkait jenis layanan operasi kemanusiaan PMI Sumut oleh pengurus PMI Sumut Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, M.M. Dalam kesempatan ini juga diberikan kepada sejumlah elemen dan donatur yang mendukung kegiatan PMI.
Gubernur mengapresiasi pelayanan kemanusiaan yang dilaksanakan PMI Sumut dalam tanggap bencana selama ini. Pelayanan kemanusiaan diberikan tanpa memandang latar belakang. “Operasi tanggap darurat yang dilaksanakan PMI Sumut saat terjadi bencana alam baru-baru ini membuktikan jika nilai-nilai kemanusiaan masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Pemprovsu untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam tanggap bencana,” katanya.
Pemberian penghargaan terhadap mitra relawan, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa bantuan sekecil apapun sangat berarti bagi yang membutuhkan. Begitu juga kemandirian diyakini membuat PMI Sumut semakin kuat. “Pemerintah provinsi akan menelusuri bantuan untuk PMI Sumut, Namun, mengingat efisiensi anggaran yang diterapkan beberapa tahun belakangan, kemungknan jumlahnya berkurang,” tuturnya.
Kabid PMR dan Relawan PMI Pusat Sasongko Tedjo, S.E, M.M memberi apresiasi atas pelaksanaan Musprov yang tepat waktu. Hal ini membuktikan tata pengelolaan organisasi yang baik di PMI Sumut. “Musprov tidak hanya memilih ketua, juga sebagai evaluasi dan penyempurnaan dar program kerja yang telah dilaksanakan,” jelasnya.
Saat ini, tambah ketua bidang, PMI telah membentuk komite audit sebagai pertanggungjawaban terhadap bantuan-bantuan yang diterima selama ini benar-benar telah disalurkan dengan tepat.
Kepada awak media, Tun DR Rahmat Shah menyampaikan kesiapan mengemban kepercayaan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara khususnya Sumut melalui kemanusiaan. Ia bertekad akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dilaksanakan selama ini. “Kalau ada hal-hal baru perlu perhatian, saya bantu. Kira-kira yang tidak bermakna, bermanfaat, kita tinggalkan. Kita kerahkan PMI di kabupaten/kota untuk berbuat yang lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia menyambut baik rencana Pemprovsu memberi bantuan kepada PMI Sumut sebagai bentuk kebersamaan dalam membangun Sumut. “Berapa aja (jumlah bantuan) itu kan tanda kebersamaan saja. Kalau harus dikurangi, kurangi, bukan masalah. Tetapi ada untuk menunjukkan kepedulian bersama,” pungkasnya. (dmp)

13 hours ago
9

















































