MSI Consulting CV. Millenial Sawit Indonesia Laksanakan Kajian Teknis dan Analisa Aktual Operasional EFB Combustion

9 hours ago 4

MSI Consulting CV. Millenial Sawit Indonesia melaksanakan kajian teknis dan analisa aktual operasional EFB Combustion yang terpasang di Kalimantan Barat sejak tahun 2025 yang memiliki kapasitas pabrik 45 ton tbs/jam dengan persentase empty bunch 21-23 persen.

Pabrik PT. Permata Sawit Mandiri memiliki sistem pengolahan menggunakan vertical sterilizer dan empty bunch press. Demikian disampaikan Ganda Martua Situmorang selaku owner sekaligus konsultan perancangan MSI Consulting CV. Millenial Sawit Indonesia kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (24/7).

Secara umum sistem kerja EFB Combustion, lanjutnya, berkaitan dengan pembakaran, pendinginan gas, emisi, kualitas air dan peluang optimasi. Mekanisme sistem spray pada EFB combustion meliputi pre-treatment EFB dicacah halus dan dikeringkan, lalu diolah menjadi slurry atau fiber halus agar bisa disemprotkan.

Kemudian pembakaran insentif dimana partikel EFB yang sudah dispray bercampur dengan udara panas, terbakar hampir seketika menghasilkan flame yang stabil.

Heat transfer ke plate, lanjutnya, sebagian panas anas sisa akan berpindah ke ducting. Efisiensi tinggi dimana spray system mengurangi masalah incomplete combustion yang sering terjadi pada EFB padar, sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

Ganda Martua Situmorang juga menjelaskan metodologi visual inspection, pengukuran temperatur, sampling air, analisa laboratorium dan rekomendasi.

Pemeriksaan berkala akan membantu dalam memastikan operasional berjalan dengan baik. Membubuhkan disebuah catatan penting dilakukan, agar dapat dilakukan evaluasi dan penyempurnaan dimasa akan datang. “Banyak kekeliruan dalam melakukan operasional sehingga terjadi masalah hasil. Bahkan terganggunya kondisi unit mesin yang bisa mempengaruhi keberlanjutan operasional,” rincinya.

Dari dokumentasi lapangan, menurut Ganda Martua Situmorang, v-belt dalam kondisi utuh yang menandakan panas terserap baik oleh sprayer. Panas tidak carry over ke instrumen lain. “Temperatur terukur 51,5 hingga 57,3 derajat Celcius pada titik bearing fan bagian dalam. Masih dalam kondisi baik,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Ganda Martua Situmorang juga memaparkan tentang analisa partikulat (asap dominan putih, tidak tampak asap hitam signifikan), analisa pH (netral 6-7 berdasarkan strip uji) dan analisa air scrubber (air bak menunjukkan peningkatan padatan tersuspensi dari pit scrubber 1 dan 2).

“Executive summary sistem beroperasi baik, equipment stabil dalam kondisi normal. Visual gas buang dan sisa partikulat halus ke atmosfer terlihat putih dan tidak berbau,” papar owner sekaligus konsultan perancangan MSI Consulting CV. Millenial Sawit Indonesia tersebut.

Kajian teknis dan analisa aktual ini telah mendapatkan validasi hasil uji emisi oleh Laboratorium Sucofindo dan Komite Akreditasi Nasional (KAN) Laboratorium Penguji LP-1954-IDN report No. E08435/ALEBAT tanggal 9 Juli 2026 yang ditandatangani Hamzi Anwari. (dmp)

MSI Consulting CV. Millenial Sawit Indonesia melaksanakan kajian teknis dan analisa aktual operasional EFB Combustion yang terpasang di Kalimantan Barat sejak tahun 2025 yang memiliki kapasitas pabrik 45 ton tbs/jam dengan persentase empty bunch 21-23 persen.

Pabrik PT. Permata Sawit Mandiri memiliki sistem pengolahan menggunakan vertical sterilizer dan empty bunch press. Demikian disampaikan Ganda Martua Situmorang selaku owner sekaligus konsultan perancangan MSI Consulting CV. Millenial Sawit Indonesia kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (24/7).

Secara umum sistem kerja EFB Combustion, lanjutnya, berkaitan dengan pembakaran, pendinginan gas, emisi, kualitas air dan peluang optimasi. Mekanisme sistem spray pada EFB combustion meliputi pre-treatment EFB dicacah halus dan dikeringkan, lalu diolah menjadi slurry atau fiber halus agar bisa disemprotkan.

Kemudian pembakaran insentif dimana partikel EFB yang sudah dispray bercampur dengan udara panas, terbakar hampir seketika menghasilkan flame yang stabil.

Heat transfer ke plate, lanjutnya, sebagian panas anas sisa akan berpindah ke ducting. Efisiensi tinggi dimana spray system mengurangi masalah incomplete combustion yang sering terjadi pada EFB padar, sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

Ganda Martua Situmorang juga menjelaskan metodologi visual inspection, pengukuran temperatur, sampling air, analisa laboratorium dan rekomendasi.

Pemeriksaan berkala akan membantu dalam memastikan operasional berjalan dengan baik. Membubuhkan disebuah catatan penting dilakukan, agar dapat dilakukan evaluasi dan penyempurnaan dimasa akan datang. “Banyak kekeliruan dalam melakukan operasional sehingga terjadi masalah hasil. Bahkan terganggunya kondisi unit mesin yang bisa mempengaruhi keberlanjutan operasional,” rincinya.

Dari dokumentasi lapangan, menurut Ganda Martua Situmorang, v-belt dalam kondisi utuh yang menandakan panas terserap baik oleh sprayer. Panas tidak carry over ke instrumen lain. “Temperatur terukur 51,5 hingga 57,3 derajat Celcius pada titik bearing fan bagian dalam. Masih dalam kondisi baik,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Ganda Martua Situmorang juga memaparkan tentang analisa partikulat (asap dominan putih, tidak tampak asap hitam signifikan), analisa pH (netral 6-7 berdasarkan strip uji) dan analisa air scrubber (air bak menunjukkan peningkatan padatan tersuspensi dari pit scrubber 1 dan 2).

“Executive summary sistem beroperasi baik, equipment stabil dalam kondisi normal. Visual gas buang dan sisa partikulat halus ke atmosfer terlihat putih dan tidak berbau,” papar owner sekaligus konsultan perancangan MSI Consulting CV. Millenial Sawit Indonesia tersebut.

Kajian teknis dan analisa aktual ini telah mendapatkan validasi hasil uji emisi oleh Laboratorium Sucofindo dan Komite Akreditasi Nasional (KAN) Laboratorium Penguji LP-1954-IDN report No. E08435/ALEBAT tanggal 9 Juli 2026 yang ditandatangani Hamzi Anwari. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|