72,8 Persen Publik Puas MBG, Namun Keraguan soal Mutu dan Korupsi Menguat

3 hours ago 1
Ilustrai MBG | kreasi AI

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari mayoritas masyarakat.

Namun, di balik tingkat kepuasan yang relatif tinggi, muncul catatan kritis terkait kualitas makanan hingga potensi penyelewengan anggaran.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan sebanyak 72,8 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan MBG. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa program tersebut diterima publik, meski belum sepenuhnya lepas dari sorotan.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan survei dilakukan pada 15–21 Januari 2026. “Yang tidak puas (dengan MBG) per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat, kalau yang puas total 72,8 persen responden,” kata Burhanuddin dalam konferensi pers daring, Senin (9/2/2026).

Dari total responden, 12,2 persen mengaku sangat puas, sedangkan 60,6 persen merasa cukup puas. Di sisi lain, 19,9 persen menyatakan kurang puas, 4,5 persen tidak puas sama sekali, dan 2,8 persen memilih tidak menjawab.

Burhanuddin menilai tingkat kepuasan publik sangat bergantung pada kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program. Menurutnya, isu kualitas bahan pangan dan pengelolaan makanan menjadi faktor penentu, terutama ketika muncul kasus-kasus sensitif seperti dugaan keracunan. “Kepuasan terhadap MBG dipengaruhi isu-isu seperti mutu pangan hingga kasus keracunan,” ujarnya.

Survei tersebut juga mencatat perbedaan sikap berdasarkan demografi. Generasi Z tercatat sebagai kelompok paling puas, dengan 80,7 persen responden Gen Z menyatakan puas terhadap MBG.

Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan justru lebih terasa di wilayah perkotaan. Jakarta menjadi daerah dengan tingkat kepuasan terendah, hanya 52 persen. “Warga Jakarta paling banyak proporsi yang tidak puas terhadap program MBG,” kata Burhanuddin.

Selain soal kualitas, Indikator juga menggali persepsi publik terkait kemungkinan korupsi dalam program MBG. Hasilnya, 2,9 persen responden sangat percaya MBG dikorupsi, dan 30,9 persen lainnya percaya. Sementara 45,6 persen responden kurang percaya, 16,1 persen tidak percaya sama sekali, dan 4,6 persen tidak menjawab.

Survei ini melibatkan 1.220 responden dari seluruh provinsi di Indonesia, menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Sebanyak 35,5 persen responden memiliki anggota keluarga penerima MBG, sedangkan 64,5 persen lainnya tidak.

Menanggapi hasil survei tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan publik. “Semua pendapat publik kami perhatikan untuk perbaikan terus menerus,” kata Dadan melalui pesan singkat, Senin (9/2/2026).

Dadan menegaskan BGN akan terus berupaya mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap MBG mampu berkontribusi nyata dalam membentuk sumber daya manusia unggul. “Program ini diharapkan bisa menghasilkan generasi yang berkualitas untuk mencapai target generasi emas 2045,” ujarnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|