Aksi Napi Wonogiri Bikin Merinding Lapas Nusakambangan, Teriakannya Ra Nguati

1 month ago 24
NapiPerkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan yang digelar di Lapas Kelas IIA Pasir Putih, Nusakambangan. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Semangat nasionalisme dan kreativitas membara terpancar dari para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau napi Lapas Kelas IIB Wonogiri dalam ajang Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan yang digelar di Lapas Kelas IIA Pasir Putih, Nusakambangan.

Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan karakter dan mental yang luar biasa bagi para warga binaan, sekaligus panggung untuk menunjukkan bahwa mereka pun mampu berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada hari kedua perkemahan, WBP dari Lapas Wonogiri tampil luar biasa dalam lomba yel-yel. Mereka tampil penuh percaya diri, kompak, dan enerjik, membuktikan hasil latihan yang disiplin dan intensif sebelum keberangkatan. Penampilan yel-yel digelar di dua titik lokasi berbeda, dengan durasi maksimal lima menit per tim.

Aksi para peserta dinilai oleh empat dewan juri, terdiri dari dua instruktur Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cilacap dan dua panitia dari Kantor Wilayah Kemenkumham.

Tak hanya beradu yel-yel, para WBP juga mendapatkan berbagai materi pembinaan yang sangat penting dan relevan. Materi pertama mengenai Pengetahuan Umum Kepramukaan disampaikan langsung oleh instruktur panitia. Isinya membekali para peserta dengan nilai-nilai dasar seperti kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat gotong royong dan persaudaraan.

Selanjutnya, materi kedua menghadirkan topik strategis seperti Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang disampaikan langsung oleh tim dari TNI, termasuk personel dari Kodim dan Kopassus. Materi ini bertujuan membangkitkan rasa cinta tanah air dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tidak hanya itu, aspek Ketahanan Pangan juga turut dibahas. Narasumber dari Dinas Pertanian dan Peternakan menjelaskan berbagai keterampilan dasar dan pengetahuan yang berguna untuk membangun kemandirian hidup setelah bebas nanti. Mulai dari teknik beternak, bertani, hingga pengelolaan hasil pertanian, semuanya dibekalkan sebagai modal hidup produktif usai menjalani masa hukuman.

Kepala Lapas Kelas IIB Wonogiri, Siswarno, mengaku sangat mengapresiasi semangat dan partisipasi aktif para WBP dalam kegiatan ini.

“Kami sangat bangga melihat antusiasme luar biasa dari warga binaan. Baik saat mengikuti perlombaan yel-yel maupun ketika menyimak materi pembinaan. Ini membuktikan bahwa pendekatan melalui kegiatan kepramukaan sangat efektif menanamkan nilai-nilai positif di lingkungan pemasyarakatan,” tegas Siswarno.

Ia juga menekankan bahwa seluruh materi yang diberikan bukan sekadar teori, tapi benar-benar menjadi bekal penting bagi proses reintegrasi sosial para WBP ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Nilai-nilai seperti gotong royong, cinta tanah air, disiplin, dan keterampilan bertahan hidup adalah fondasi yang harus dimiliki setiap warga binaan untuk kembali menjadi insan yang berguna dan mandiri di luar sana,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan semacam ini, semangat perubahan para warga binaan tak lagi sekadar harapan. Perkemahan di Nusakambangan menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan di lapas bisa berjalan efektif dan membuahkan hasil positif. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|