Apresiasi Rencana RI Rawat Warga Gaza di Pulau Galang, M Nuh Desak Upaya Double Effort Hentikan Kekejaman Israel

2 weeks ago 14

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) KH Muhammad Nuh MSP mengapresiasi rencana pemerintah untuk merawat 2.000 warga Gaza di Pulau Galang. Namun, dia meminta pemerintah memastikan, setelah pulih mereka harus kembali ke negaranya.

Selain bantuan kemanusiaan, Muhammad Nuh juga berharap agar Presiden Prabowo Subianto dapat terus berdiplomasi guna menggalang kekuatan dunia untuk menghentikan kekejaman Israel. Terutama di negara-negara Islam yang tergabung dalam Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

“Kekejaman yang selama ini dilakukan Israel harus segera dihentikan dengan usaha lebih (double effort). Kalau upaya kemanusiaan dan diplomasi belum berhasil, maka kekuatan militer bisa menjadi jawabannya,” kata Nuh dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/8/2025).

Menurut Nuh, Indonesia punya kekuatan diplomasi yang kuat, sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia. “Apalagi background Presiden Prabowo yang militer, sehingga memudahkan untuk berdialog dengan kekuatan dunia lainnya,” ujarnya.

Selain upaya diplomasi yang masih terus dilakukan oleh pemerintah, lanjut Nuh, upaya kekuatan militer dalam hal ini misalnya memberikan bantuan senjata kepada para pejuang Palestina juga bisa dilakukan.

“Kalau diplomasi buntu, maka kekuatan militer bisa menjadi opsi. Istilahnya double effort. Toh dulu Presiden Soeharto pernah melakukannya ketika memberikan bantuan senjata untuk membantu perjuangan saudara-saudara kita di Bosnia pada tahun 1990-an,” ungkapnya.

Nuh juga mengungkapkan, Pemerintah Indonesia harus selalu mengingatkan kepada Israel tentang peristiwa Holocaust. Yang pada massa itu, Nazi membantai warga Yahudi karena sangat kurang ajar dan membahayakan. “Publik harus paham dan ngeh kalau Isreal masih tetap mengagresi warga Palestina. Maka bukan tidak mungkin peristiwa Holocaust dapat terulang lagi,” pungkas Nuh. (rel/adz)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) KH Muhammad Nuh MSP mengapresiasi rencana pemerintah untuk merawat 2.000 warga Gaza di Pulau Galang. Namun, dia meminta pemerintah memastikan, setelah pulih mereka harus kembali ke negaranya.

Selain bantuan kemanusiaan, Muhammad Nuh juga berharap agar Presiden Prabowo Subianto dapat terus berdiplomasi guna menggalang kekuatan dunia untuk menghentikan kekejaman Israel. Terutama di negara-negara Islam yang tergabung dalam Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

“Kekejaman yang selama ini dilakukan Israel harus segera dihentikan dengan usaha lebih (double effort). Kalau upaya kemanusiaan dan diplomasi belum berhasil, maka kekuatan militer bisa menjadi jawabannya,” kata Nuh dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/8/2025).

Menurut Nuh, Indonesia punya kekuatan diplomasi yang kuat, sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia. “Apalagi background Presiden Prabowo yang militer, sehingga memudahkan untuk berdialog dengan kekuatan dunia lainnya,” ujarnya.

Selain upaya diplomasi yang masih terus dilakukan oleh pemerintah, lanjut Nuh, upaya kekuatan militer dalam hal ini misalnya memberikan bantuan senjata kepada para pejuang Palestina juga bisa dilakukan.

“Kalau diplomasi buntu, maka kekuatan militer bisa menjadi opsi. Istilahnya double effort. Toh dulu Presiden Soeharto pernah melakukannya ketika memberikan bantuan senjata untuk membantu perjuangan saudara-saudara kita di Bosnia pada tahun 1990-an,” ungkapnya.

Nuh juga mengungkapkan, Pemerintah Indonesia harus selalu mengingatkan kepada Israel tentang peristiwa Holocaust. Yang pada massa itu, Nazi membantai warga Yahudi karena sangat kurang ajar dan membahayakan. “Publik harus paham dan ngeh kalau Isreal masih tetap mengagresi warga Palestina. Maka bukan tidak mungkin peristiwa Holocaust dapat terulang lagi,” pungkas Nuh. (rel/adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|