Bakar Semangat Pesepak Bola Muda, Ketua PDIP Sumut Guyur Juara Soekarno Cup U-17 Rp50 Juta

11 hours ago 7

SERDANG BEDAGAI, SUMUT POS — DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan stimulus finansial berupa hadiah pembinaan sebesar Rp50 juta bagi tim yang berhasil merengkuh gelar juara Liga Kampung Soekarno Cup U-17 wilayah Sumut 2026. Hadiah tersebut dialokasikan sebagai apresiasi sekaligus modal bagi tim pemenang yang akan menjadi delegasi resmi Provinsi Sumut di putaran final tingkat nasional.

Komitmen strategis ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, saat membuka secara resmi turnamen Soekarno Cup U-17 Sumut di Lapangan PT Fajar Agung, Desa Bengabing, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (1/6/2026).

Menurut Rapidin, program pembinaan olahraga prestasi tidak boleh berhenti pada seremonial atau sekadar menggelar pertandingan berkala. Ekosistem sepak bola usia muda memerlukan perhatian yang komprehensif, pendampingan moril, serta dukungan dana yang memadai untuk memotivasi para atlet dalam mengasah potensi terbaik mereka.

“Kami menyiapkan hadiah Rp50 juta bagi tim yang menjadi juara. Ini bentuk penghargaan atas perjuangan mereka sekaligus penyemangat agar mampu berprestasi di tingkat nasional,” ujar Rapidin di hadapan para peserta.

Mantan Bupati Samosir tersebut menegaskan, kompetisi ini didesain khusus sebagai wadah inklusif untuk menjaring bakat-bakat sepak bola terpendam dari wilayah akar rumput (grassroots). Melalui ajang ini, anak-anak muda yang selama ini minim mendapatkan panggung ekspresi kini memiliki kesempatan setara untuk memamerkan keterampilannya di lapangan hijau.

Selain fokus pada aspek teknis dan taktis permainan, Rapidin berharap turnamen ini menjadi instrumen efektif dalam menggembleng karakter mental para peserta. Aspek kedisiplinan yang ketat, sportivitas, dan daya juang pantang menyerah menjadi nilai-nilai fundamental yang wajib diserap oleh setiap pemain di sepanjang kompetisi.

Menatap fase lanjutan, PDI Perjuangan Sumut juga merancang skema keberangkatan tim perwakilan menuju putaran nasional yang akan digelar di Jawa Timur. Rapidin menyatakan kesiapannya untuk menggerakkan seluruh elemen partai lewat prinsip gotong royong guna memastikan kesiapan akomodasi, logistik, dan persiapan tim berjalan matang.

“Kalau rezeki kita ada, saya ingin menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa Sumatera Utara serius mendukung atlet-atlet mudanya. Kita akan gotong royong siapkan keberangkatan mereka sebaik-baiknya,” tuturnya optimis.

Ia juga berpesan agar para pemain dari daerah tidak merasa inferior atau minder dengan tim-tim dari kota besar yang memiliki fasilitas lebih modern. Sejarah sepak bola nasional telah membuktikan bahwa mayoritas pemain legendaris justru lahir dan ditempa dari lapangan-lapangan sederhana di berbagai pelosok daerah.

“Jangan pernah minder karena berasal dari kampung. Justru banyak pemain besar Indonesia lahir dari daerah. Yang terpenting adalah kemauan berlatih, disiplin, dan terus bekerja keras,” tegasnya.

Melalui turnamen ini, DPD PDI Perjuangan Sumut menargetkan lahirnya generasi baru pesepak bola profesional yang mampu mengharumkan nama Sumatera Utara dan berkontribusi bagi Tim Nasional di masa depan. Fokus utama kompetisi ini adalah membangun kepercayaan diri anak-anak muda Sumut agar berani bersaing dan mengukir prestasi di level tertinggi. (adz)

SERDANG BEDAGAI, SUMUT POS — DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan stimulus finansial berupa hadiah pembinaan sebesar Rp50 juta bagi tim yang berhasil merengkuh gelar juara Liga Kampung Soekarno Cup U-17 wilayah Sumut 2026. Hadiah tersebut dialokasikan sebagai apresiasi sekaligus modal bagi tim pemenang yang akan menjadi delegasi resmi Provinsi Sumut di putaran final tingkat nasional.

Komitmen strategis ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, saat membuka secara resmi turnamen Soekarno Cup U-17 Sumut di Lapangan PT Fajar Agung, Desa Bengabing, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (1/6/2026).

Menurut Rapidin, program pembinaan olahraga prestasi tidak boleh berhenti pada seremonial atau sekadar menggelar pertandingan berkala. Ekosistem sepak bola usia muda memerlukan perhatian yang komprehensif, pendampingan moril, serta dukungan dana yang memadai untuk memotivasi para atlet dalam mengasah potensi terbaik mereka.

“Kami menyiapkan hadiah Rp50 juta bagi tim yang menjadi juara. Ini bentuk penghargaan atas perjuangan mereka sekaligus penyemangat agar mampu berprestasi di tingkat nasional,” ujar Rapidin di hadapan para peserta.

Mantan Bupati Samosir tersebut menegaskan, kompetisi ini didesain khusus sebagai wadah inklusif untuk menjaring bakat-bakat sepak bola terpendam dari wilayah akar rumput (grassroots). Melalui ajang ini, anak-anak muda yang selama ini minim mendapatkan panggung ekspresi kini memiliki kesempatan setara untuk memamerkan keterampilannya di lapangan hijau.

Selain fokus pada aspek teknis dan taktis permainan, Rapidin berharap turnamen ini menjadi instrumen efektif dalam menggembleng karakter mental para peserta. Aspek kedisiplinan yang ketat, sportivitas, dan daya juang pantang menyerah menjadi nilai-nilai fundamental yang wajib diserap oleh setiap pemain di sepanjang kompetisi.

Menatap fase lanjutan, PDI Perjuangan Sumut juga merancang skema keberangkatan tim perwakilan menuju putaran nasional yang akan digelar di Jawa Timur. Rapidin menyatakan kesiapannya untuk menggerakkan seluruh elemen partai lewat prinsip gotong royong guna memastikan kesiapan akomodasi, logistik, dan persiapan tim berjalan matang.

“Kalau rezeki kita ada, saya ingin menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa Sumatera Utara serius mendukung atlet-atlet mudanya. Kita akan gotong royong siapkan keberangkatan mereka sebaik-baiknya,” tuturnya optimis.

Ia juga berpesan agar para pemain dari daerah tidak merasa inferior atau minder dengan tim-tim dari kota besar yang memiliki fasilitas lebih modern. Sejarah sepak bola nasional telah membuktikan bahwa mayoritas pemain legendaris justru lahir dan ditempa dari lapangan-lapangan sederhana di berbagai pelosok daerah.

“Jangan pernah minder karena berasal dari kampung. Justru banyak pemain besar Indonesia lahir dari daerah. Yang terpenting adalah kemauan berlatih, disiplin, dan terus bekerja keras,” tegasnya.

Melalui turnamen ini, DPD PDI Perjuangan Sumut menargetkan lahirnya generasi baru pesepak bola profesional yang mampu mengharumkan nama Sumatera Utara dan berkontribusi bagi Tim Nasional di masa depan. Fokus utama kompetisi ini adalah membangun kepercayaan diri anak-anak muda Sumut agar berani bersaing dan mengukir prestasi di level tertinggi. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|