Banjir Landa  Ratusan Desa di Pati, Kerugian Ditaksir Rp 637,5 Miliar

2 hours ago 3
Ilustrasi banjir rob | pixabay

PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dampak banjir yang melanda Kabupaten Pati kian meluas. Hingga Minggu (18/1/2026), genangan air masih menguasai ratusan desa dan memaksa pemerintah daerah menetapkan langkah-langkah darurat untuk melindungi warga serta meminimalkan kerugian.

Bupati Pati Sudewo mengungkapkan, banjir saat ini masih merendam 136 desa yang tersebar di 12 kecamatan, yakni Dukuhseti, Juwana, Pati, Jakenan, Gabus, Wedarijaksa, Sukolilo, Tayu, Margorejo, Margoyoso, Kayen, dan Batangan. Kondisi tersebut disampaikan dalam konferensi pers Penanganan Bencana Banjir di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu pagi.

Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana sejak 10 Januari 2026 untuk mempercepat penanganan di lapangan. Hingga 18 Januari 2026, dampak banjir tercatat cukup signifikan.

“Dampak keseluruhan bencana yang terdata hingga 18 Januari 2026 meliputi 61.606 warga terdampak, dua korban jiwa (meninggal), 20.194 rumah terendam banjir, 130 fasilitas umum,” kata Sudewo.

Selain permukiman, sektor pertanian dan perikanan turut terdampak berat. Ribuan hektare sawah tergenang dengan nilai kerugian ratusan miliar rupiah, disusul kerusakan tambak dan lahan pertanian bawang merah. Di sektor infrastruktur, kerusakan jalan, jembatan, tanggul, hingga bendung menambah panjang daftar kerugian daerah.

Akumulasi kerugian dari sektor pertanian dan perikanan ditaksir mencapai Rp359,5 miliar, sementara kerusakan infrastruktur diperkirakan Rp278 miliar. Dengan demikian, total kerugian akibat banjir di Kabupaten Pati mencapai sekitar Rp637,5 miliar.

Untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi, Sudewo menerbitkan Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0041 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung yang berlaku hingga 23 Januari 2026.

“Penetapan status ini menjadi dasar hukum dan pedoman operasional agar seluruh unsur pemerintah dapat bergerak lebih cepat, taktis, responsif, serta fokus dalam penanganan bencana secara terorganisasi, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” tegas Sudewo.

Dalam masa tanggap darurat, Pemkab Pati menetapkan sejumlah fokus utama, mulai dari percepatan penanganan di lokasi terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar warga, hingga penguatan koordinasi lintas sektor agar bantuan tidak tumpang tindih. Keselamatan warga, menurut Sudewo, menjadi prioritas tertinggi.

Pemerintah daerah juga menggelar rapat koordinasi bersama Wakil Bupati, Forkopimda, kepala OPD, dan seluruh camat untuk menyatukan langkah serta memperjelas pembagian tugas di lapangan. Upaya ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat terdampak berjalan maksimal.

“Penguatan layanan dasar bagi pengungsi menjadi fokus utama penanganan, di antaranya melalui pemenuhan logistik dan bantuan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Sebanyak 16 dapur umum disiagakan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PMI dan Muhammadiyah Disaster Management Center. Selain itu, pemerintah menyalurkan bahan pangan, menyediakan layanan kesehatan bagi kelompok rentan melalui Puskesmas, mendistribusikan air bersih, melakukan penyemprotan lumpur pascabanjir, serta mengelola sampah untuk menjaga kesehatan lingkungan.

Di sisi teknis, OPD terkait, khususnya DPUTR, diminta segera melakukan asesmen infrastruktur. Penanganan tanggul jebol dan perbaikan infrastruktur darurat menjadi perhatian untuk mencegah dampak lanjutan.

“Terkait prioritas penanganan banjir di tahun 2026 ini, Pemerintah Daerah akan fokus terhadap normalisasi sungai yang menjadi kewenangan daerah,” kata Sudewo.

“Sementara untuk sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, seperti Sungai Juwana, Pemkab akan segera berkoordinasi dan bersurat dengan Kementerian PU,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan mengupayakan pembuatan kanal khusus atau short cut di Sungai Juwana agar genangan air dapat lebih cepat surut dan persoalan banjir dapat teratasi.

Di akhir keterangannya, Sudewo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Pemkab Pati terus memantau kondisi cuaca serta didukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari BNPB.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada, tenang, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait memastikan kesiapsiagaan dan pelayanan dilakukan 24 jam penuh demi keselamatan warga,” tandasnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|