Bantah Halangi Revitalisasi Keraton Solo, GKR Timoer: Tidak Ada Pemberitahuan Mana Yang Dibangun Terlebih Dahulu

2 hours ago 4
Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo secara tegas membantah tuduhan yang menyebut pihaknya telah menghalang-halangi proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang didanai oleh Pemerintah Pusat. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo secara tegas membantah tuduhan yang menyebut pihaknya telah menghalang-halangi proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang didanai oleh Pemerintah Pusat.

Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi tudingan dari Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), yang sebelumnya menyebut adanya hambatan dalam pelaksanaan proyek pelestarian cagar budaya tersebut.

Bantahan resmi tersebut disampaikan oleh Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta dari kubu PB XIV Purboyo, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.

“Itu yang harus digarisbawahi, semua kegiatan ataupun aktivitas yang ada di keraton itu harus seizin Sinuwun Paku Buwono XIV. Kemudian adanya revitalisasi ini menurut kami tidak ada izin maupun rembukan dengan pihak Paku Buwono XIV, itu yang sangat kami sayangkan,” ungkap Gusti Timoer kepada awak media, Sabtu (25/7/2026).

Pertanyakan Kejelasan Prioritas Pembangunan

Gusti Timoer menjelaskan, alasan masih ditutupnya area Keputren dan Keraton Kulon bukan bertujuan untuk menghambat, melainkan karena belum adanya kejelasan mengenai skala prioritas dan bagian mana yang akan direvitalisasi terlebih dahulu oleh tim pelaksana.

“Tidak ada kejelasan. Tidak ada pemberitahuan terhadap kami mengenai bagian-bagian mana dulu yang akan dibangun,” sambungnya.

Ia membeberkan bahwa terdapat kesimpangsiuran informasi mengenai titik awal pembangunan. Sepengetahuannya, KGPH Mangkubumi sempat menyampaikan bahwa revitalisasi akan berfokus pada Museum Keraton terlebih dahulu.

Di sisi lain, Mahadewi KGPAA Tedjowulan juga sempat menyebutkan bahwa fokus awal berada di kawasan Kantor Dalem PB XI.

“Jadi, belum ada wawasan yang jelas untuk membangun Keputren dan Keraton Kulon, apalagi area Kamar Pusaka di Dalem Ageng. Jadi kenapa kok menggembar-gemborkan kita menghalangi revitalisasi? Oh tidak, sama sekali tidak. Masalahnya fokusnya yang mana dulu?” tegasnya.

Gusti Timoer juga menambahkan bahwa saat pihak terkait hendak memulai proses di area museum, pihaknya tidak mengambil tindakan reaktif meski menilai ada mekanisme yang dilangkahi.

“Mereka mau memulai revitalisasi museum pun kita diam-diam saja, walaupun sebenarnya itu melanggar prosedur hukum,” tandasnya. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|