WAMENA – Banyaknya lahan yang sengaja dibakar oleh oknum warga di wilayah yang sulit di jangkau dengan kendaraan seperti di atas gunung maupun lembah yang tak memiliki akses jalan serta sulitnya mendapatkan air untuk melakukan pemadaman memperparah kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di Jayawijaya.
Bahkan saat ini kabut asap semakin tebal hingga menutupi jalur penerbangan, hingga memicu keterlambatan penerbangan masuk ke Bandara Wamena belum juga berakhir sampai dengan saat ini, sementara penerbangan bisa kembali beroperasi apabila asap tersebut sudah berkurang pada siang hari.
Petugas Damkar Pemkab Jayawijaya saat berupaya memadamkan Karhutla di Distrik Siepkosi. Kamis (10/9) (foto:Dok Damkar Pemkab Jayawijaya)Dinas satpol PP, Damkar dan BPBD Kabupaten Jayawijaya melalui kabid Damkar Karman, mengaku sampai dengan saat ini sudah menangani karhutla di 6 distrik seperti Hubikiak, Walelagama, Wamena Kota, Wouma, Siepkosi, dan Welesi yang telah berhasil untuk dipadamkan dan api bisa dikendalikan hingga tak menyebar.
“Penanganannya, usai kami dapat laporan dari masyarakat langsung kami respon kami untuk turun ke TKP untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya dari kami dan wilayah tersebut masih bisa dijangkau dengan kendaraan.”ungkapnya di Wamena. Jumat (11/9).
Menurutnya, terkait dengan armada dari Damkar Jayawijaya hanya tiga unit mobil pemadam dan kalau keluar dari kota Wamena itu hanya bisa digunakan dua unit armada, karena satu armada lainnya ini untuk di standbaykan menjaga kota Wamena y mengantisipasi jangan sampai ada kebakaran di dalam kota.
“Dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Jayawijaya kami terkendala denganlokasi kebakaran yang tidak bisa di jangkau dengan kendaraan, seperti di atas gunung, dan lembah yang tak memiliki akses jalan sehingga sulit bagi kendaraan untuk masuk,” jelas Karman.
Kata Kabid Damkar Pemkab Jayawijaya, saat ini pihaknya juga bersyukur karena dalam penanganan karhutla saat ini bisa dibantu dari Kodim 1702/Jayawijaya yang menurunkan 2 unit armada mobil pemadam yang sudah dua kali bersama-sama turun langsung ke TKP Distrik Wouma dan Distrik Siepkosi kemarin.
WAMENA – Banyaknya lahan yang sengaja dibakar oleh oknum warga di wilayah yang sulit di jangkau dengan kendaraan seperti di atas gunung maupun lembah yang tak memiliki akses jalan serta sulitnya mendapatkan air untuk melakukan pemadaman memperparah kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di Jayawijaya.
Bahkan saat ini kabut asap semakin tebal hingga menutupi jalur penerbangan, hingga memicu keterlambatan penerbangan masuk ke Bandara Wamena belum juga berakhir sampai dengan saat ini, sementara penerbangan bisa kembali beroperasi apabila asap tersebut sudah berkurang pada siang hari.
Petugas Damkar Pemkab Jayawijaya saat berupaya memadamkan Karhutla di Distrik Siepkosi. Kamis (10/9) (foto:Dok Damkar Pemkab Jayawijaya)Dinas satpol PP, Damkar dan BPBD Kabupaten Jayawijaya melalui kabid Damkar Karman, mengaku sampai dengan saat ini sudah menangani karhutla di 6 distrik seperti Hubikiak, Walelagama, Wamena Kota, Wouma, Siepkosi, dan Welesi yang telah berhasil untuk dipadamkan dan api bisa dikendalikan hingga tak menyebar.
“Penanganannya, usai kami dapat laporan dari masyarakat langsung kami respon kami untuk turun ke TKP untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya dari kami dan wilayah tersebut masih bisa dijangkau dengan kendaraan.”ungkapnya di Wamena. Jumat (11/9).
Menurutnya, terkait dengan armada dari Damkar Jayawijaya hanya tiga unit mobil pemadam dan kalau keluar dari kota Wamena itu hanya bisa digunakan dua unit armada, karena satu armada lainnya ini untuk di standbaykan menjaga kota Wamena y mengantisipasi jangan sampai ada kebakaran di dalam kota.
“Dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Jayawijaya kami terkendala denganlokasi kebakaran yang tidak bisa di jangkau dengan kendaraan, seperti di atas gunung, dan lembah yang tak memiliki akses jalan sehingga sulit bagi kendaraan untuk masuk,” jelas Karman.
Kata Kabid Damkar Pemkab Jayawijaya, saat ini pihaknya juga bersyukur karena dalam penanganan karhutla saat ini bisa dibantu dari Kodim 1702/Jayawijaya yang menurunkan 2 unit armada mobil pemadam yang sudah dua kali bersama-sama turun langsung ke TKP Distrik Wouma dan Distrik Siepkosi kemarin.


















































