Belajar Surfing Tanpa Izin, Dua Remaja Terseret Arus di Parangtritis, Seperti Ini Nasibnya

17 hours ago 6
ilustrasi korban banjir | JoglosemarnewsIlustrasi | joglosemarnews.com

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecerobohan di kawasan rawan gelombang kembali memakan korban. Dua remaja yang nekat mencoba surfing tanpa prosedur di Pantai Parangtritis harus berhadapan dengan ganasnya arus laut. Satu berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Peristiwa itu terjadi di Pantai Parangtritis pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Kedua korban diketahui berinisial AHS (16), warga Trirenggo, Kapanewon Bantul, dan ARNP (16), warga Panggungharjo, Kapanewon Sewon.

Koordinator Satgas Linmas Jogo Segoro wilayah Parangtritis dan Depok, Arief Nugraha, menjelaskan insiden bermula saat keduanya datang ke pantai sekitar pukul 16.00 WIB dan berniat belajar surfing.

“Awalnya, korban bersama temannya datang ke Pantai Parangtritis pukul 16.00 WIB. Korban menghampiri temannya yang merupakan atlet surfing dan meminta untuk diajari bermain surfing,” ungkap dia saat dikonfirmasi.

Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena atlet surfing yang dimaksud tengah memiliki jadwal mengajar pihak lain. Tanpa sepengetahuan siapa pun, kedua remaja itu kemudian mengambil papan surfing dan langsung mencobanya sendiri.

Tindakan tersebut diduga dilakukan tanpa izin pemilik papan maupun pendampingan, serta tidak mengikuti standar keselamatan yang semestinya diterapkan. Akibatnya, keduanya terseret arus kuat ke tengah laut, tepat di area rip current yang dikenal berbahaya.

Situasi darurat itu baru disadari setelah rekan mereka yang merupakan atlet surfing melihat kondisi tersebut dan segera berupaya memberikan pertolongan.

“Rekan korban yang atlet surfing tersebut kebetulan melihat dan segera memberikan pertolongan. Selanjutnya diikuti oleh petugas yang sedang berjaga. Petugas yang berjaga sempat mengira bahwa korban dan rekannya berlatih surfing sesuai SOP,” beber Arief.

Proses evakuasi dilakukan dengan cepat menggunakan papan surfing dan pelampung. AHS berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, namun ARNP terbawa arus semakin jauh ke tengah laut.

“Petugas telah berupaya menyelamatkan ARNP dengan jarak kurang lebih 350-400 meter dari bibir pantai. Namun, dalam prosesnya, petugas dan korban terhempas gelombang tinggi. Korban ARNP terlepas dari dekapan petugas dan sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” pungkas Arief.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR bersama petugas setempat masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Insiden ini kembali menjadi pengingat keras akan pentingnya disiplin terhadap prosedur keselamatan, terutama di kawasan pantai dengan karakter arus yang ekstrem seperti Parangtritis. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|